Headline
DPR minta agar dana tanggap darurat bencana tidak dihambat birokrasi berbelit.
DPR minta agar dana tanggap darurat bencana tidak dihambat birokrasi berbelit.
Kumpulan Berita DPR RI
SEKRETARIS Umum (Sekum) Gabungan Industri Otomotif Indonesia (Gaikindo) Kukuh Kumara berkeyakinan semakin banyak masyarakat kelas menengah ke atas tertarik membeli mobil listrik. Hal ini seiring diberlakukan pemberian insentif pajak pertambahan nilai (PPN) terhadap pembelian mobil listrik sebesar 11%.
"Lewat insentif ini akan cukup besar mendorong penjualan mobil listrik. Utamanya akan menarik pembeli dari masyarakat menengah atas," ujar Kukuh saat dihubungi wartawan, Senin (3/4).
Minat pembelian mobil listrik tergantung dari kebutuhan dan kocek masyarakat yang dimiliki. Harga mobil listrik buatan dalam negeri pun beragam, mulai dari Rp200 jutaan hingga Rp500 juta ke atas. Saat ini, baru dua mobil listrik yang berhak menerima insentif potongan PPN yakni Hyundai Ioniq 5 dan Wuling Air ev.
Baca juga: Aturan Terbit, Luhut Pastikan Insentif Mobil Listrik Mulai Berlaku April
"Ini tergantung dari jenis mobil yang diinginkan. Kalau mobilnya di bawah Rp300 juta, mungkin menarik banyak pembeli di kelompok masyarakat menengah," terangnya.
Kukuh mendorong agar lebih banyak lagi produsen mobil listrik yang mengajukan ke pemerintah untuk mendapatkan insentif mobil listrik. Untuk syarat yang harus dipenuhi produsen ialah memproduksi mobil listrik dengan tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) minimal 40%.
Baca juga: Dorong UMKM Gunakan Kendaraan Listrik, PLN: Lebih Ekonomis
Ia menyebut misalnya, PT Sokonindo Automobile sebagai pemegang merek (DFSK) di Indonesia, telah mampu memproduksi mobil listrik di Tanah Air.
"Sebetulnya ada lagi produsen lain, seperti DFSK yang membuat mobil listrik di dalam negeri. Cuma, masalahnya produk dia sesuai tidak untuk syarat penerima insentif," kata Kukuh.
Sepanjang 2022, Gaikindo mencatat lebih dari 10 ribu unit mobil listrik laku terjual. Kukuh berharap dengan hadirnya insentif pembelian mobil listrik dapat mendongkrak penjualan melebihi dari capaian tahun lalu.
"Insentif kendaraan listrik ini pasti mendorong penjualan dari tahun lalu yang sebesar 10 ribu unit," pungkasnya.
Sebelumnya, produsen kendaraan listrik, Wuling Motors optimistis dengan adanya insentif kendaraan listrik akan mendongkrak penjualan produk mereka. Dalam catatan perusahaan tersebut, penjualan produk Wuling Air Ev laku terjual sebanyak 8.053 unit di tahun lalu dan per Januari 2023 laris sebanyak 35 unit.
"Kebijakan ini akan berpengaruh terhadap permintaan kendaraan listrik di Tanah Air, termasuk Wuling Air ev," kata Brand & Marketing Director Wuling Motors Dian Asmahani beberapa waktu lalu.
Kebijakan pemberian insentif ini, lanjut Dian, berpotensi positif bagi perkembangan pasar mobil listrik di Tanah Air.
"Kami menyambut baik insentif ini dan tentunya diharapkan menjangkau lebih banyak lagi konsumen di Indonesia," tutup Dian. (Ins/Z-7)
Panduan memahami skala prioritas APBD melalui kasus pengadaan mobil listrik dan penghapusan BPJS warga di Banjarmasin. Analisis etika anggaran publik.
Di tengah langkah pengadaan puluhan mobil listrik untuk kepala dinas dan camat, pemerintah Pemerintah Kota Banjarmasin menghapus kepesertaan BPJS bagi 37 ribu warga miskin.
Tiongkok menjadi negara pertama yang melarang desain handle pintu tersembunyi demi keamanan.
MASYARAKAT luas diajak untuk berperan aktif mendukung akselerasi penggunaan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (KBLBB) sebagai solusi mobilitas bersih yang berkelanjutan.
Tim peneliti Swiss berhasil menciptakan baterai solid-state yang lebih aman dan tahan lama. Temukan bagaimana teknologi ini mencegah korsleting pada mobil listrik.
Asuransi ini menyasar kendaraan listrik sesuai Polis Standar Asuransi Kendaraan Bermotor Indonesia (PSAKBI).
Industri galangan kapal nasional menyambut positif rencana pemerintah memberikan insentif fiskal berupa pembebasan bea masuk hingga 0%.
Kebijakan pemerintah memperpanjang insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) hingga 100% melalui PMK Nomor 90 Tahun 2025 dipandang sebagai stimulus positif.
Tahun 2026 sebagai fase pendewasaan pasar kendaraan listrik (electric vehicle/EV).
Agus belum membuka secara rinci poin-poin usulan insentif tersebut.
Jika membeli kendaraan energi baru (NEV), konsumen bisa memperoleh subsidi sebesar 12% dari harga mobil, dengan batas maksimal 20.000 yuan (sekitar Rp47,7 juta).
Kemungkinan kendaraan listrik berbasis baterai LFP (lithium ferro phosphate) mendapat stimulus lebih kecil, sedangkan EV dengan bahan baku nikel mendapat stimulus lebih besar.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved