Headline

Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.

Penjualan Mobil LCGC Berpeluang Bangkit jika Insentif Mobil Listrik Berakhir?

mediaindonesia.com
03/1/2026 12:35
Penjualan Mobil LCGC Berpeluang Bangkit jika Insentif Mobil Listrik Berakhir?
Mobil LCGC(ANTARA)

BERAKHIRNYA sejumlah insentif mobil listrik pada akhir 2025 diprediksi akan membawa perubahan signifikan pada peta pasar otomotif nasional. Salah satu dampaknya, segmen Low Cost Green Car (LCGC) disebut berpeluang kembali diminati, terutama oleh konsumen kelas menengah bawah yang sensitif terhadap harga dan cicilan.

Pakar otomotif dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Yannes Martinus, mengatakan bahwa pada 2026 adalah fase pendewasaan pasar kendaraan listrik (electric vehicle/EV). Pertumbuhan EV dipastikan tidak lagi seagresif periode sebelumnya, ketika insentif impor masih diberikan secara masif.

“Tahun 2026 harus kita baca sebagai fase pendewasaan pasar, di mana pertumbuhan EV tidak lagi setinggi masa banjir insentif impor sebelumnya. Pemerintah kan hanya mengakhiri relaksasi khusus untuk unit CBU berupa pembebasan bea masuk dan PPnBM sesuai Permen Investasi yang berakhir Desember 2025,” ujar Yannes, Senin (29/12/2025).

Dengan berakhirnya relaksasi tersebut, hanya mobil listrik yang memenuhi syarat Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) minimal 40% yang masih bisa menikmati insentif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dengan catatan kebijakan TKDN pada 2026 tetap di angka 40%. (H-1)


 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Denny parsaulian
Berita Lainnya