Headline
Transparansi data saham bakal diperkuat demi kerek bobot RI.
Kumpulan Berita DPR RI
Kebijakan pemerintah memperpanjang insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) hingga 100% melalui PMK Nomor 90 Tahun 2025 dipandang sebagai stimulus positif bagi industri properti nasional. Namun, KJPP Wawat Jatmika & Rekan mengingatkan agar masyarakat dan sektor perbankan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian di tengah potensi ketidakpastian ekonomi.
Insentif tersebut berlaku untuk pembelian rumah tapak dan satuan rumah susun dengan harga hingga Rp2 miliar dan diproyeksikan mampu meningkatkan permintaan properti hingga akhir 2026. Secara teori pasar, peningkatan permintaan berpotensi diikuti kenaikan harga, sehingga diperlukan kewaspadaan agar manfaat insentif tidak tergerus lonjakan harga yang tidak mencerminkan kondisi pasar sebenarnya.
Berdasarkan Survei Harga Properti Residensial Bank Indonesia, harga properti residensial pada akhir 2025 hanya tumbuh terbatas, dengan indeks naik 0,84% secara tahunan. Perlambatan penjualan, khususnya di pasar sekunder, menjadi indikasi bahwa pemulihan sektor ini masih berlangsung secara bertahap.
Head of Property Valuation Services KJPP Wawat Jatmika & Rekan, Indrotjahjono S, menekankan pentingnya menjaga stabilitas harga agar insentif PPN DTP benar-benar dirasakan masyarakat dan efektif mendorong daya beli.
“Insentif PPN DTP 100% membuka peluang kepemilikan hunian, tetapi masyarakat perlu memastikan bahwa harga yang ditawarkan mencerminkan nilai pasar properti tersebut,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa penilaian independen tidak semata soal angka, melainkan memastikan nilai yang tercantum merepresentasikan manfaat ekonomi aset. Hal ini penting agar pembeli maupun perbankan memiliki dasar yang kuat dalam pengambilan keputusan keuangan. Membeli properti di atas nilai pasar, menurutnya, berisiko menyulitkan saat penjualan kembali atau pengajuan top-up kredit di masa depan.
Dari sisi makro, kebijakan ini juga menuntut perbankan untuk lebih disiplin dalam menyalurkan Kredit Pemilikan Rumah (KPR), dengan tetap berpegang pada prinsip penilaian kelayakan debitur, yakni 5C (Character, Capacity, Capital, Condition, dan Collateral).
Rekan dan penilai publik properti KJPP Wawat Jatmika & Rekan, Tri Istianingsih, menegaskan peran Kantor Jasa Penilai Publik sebagai pengawal sektor perbankan, khususnya dalam memastikan nilai pasar agunan.
“Perbankan memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan nilai agunan sesuai nilai pasar dan tingkat likuiditas aset memadai, agar kualitas kredit tetap terjaga di tengah euforia pasar,” katanya.
Sebagai langkah mitigasi risiko, KJPP Wawat Jatmika & Rekan mengimbau konsumen agar tidak tergesa-gesa bertransaksi hanya karena dorongan insentif. Pemanfaatan jasa profesional dinilai penting untuk memperoleh gambaran nilai dan risiko secara lebih objektif.
Menurut Tri, tujuan utama pemerintah melalui insentif ini adalah menjaga daya beli dan menggerakkan roda ekonomi. Peran penilai publik, lanjutnya, adalah memastikan tujuan tersebut tercapai dengan menjaga ekosistem pasar properti tetap transparan, sehat, dan akuntabel. (E-3)
Cushman & Wakefield memprediksi bahwa sektor properti akan mengalami penguatan yang berkelanjutan pada 2026. Sinar Mas Land menghadirkan program National Sales bertajuk Royal Key.
IHSG mencetak All Time High (ATH) baru di level 8.933,61. Lonjakan harga logam akibat tensi geopolitik AS-Venezuela dan insentif pajak pemerintah jadi pemicu utama.
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa memperpanjang insentif pajak pertambahan nilai atau PPN DTP sebesar 100 persen untuk pembelian properti yang berlaku hingga 31 Desember 2027
Stimulus fiskal seperti PPN DTP dan potongan BPHTB dinilai belum mampu dorong penjualan rumah, karena biaya mobilitas dan akses transportasi jadi faktor utama
PT Saraswanti Indoland Development Tbk (SWID) menutup triwulan III 2025 dengan capaian gemilang. Emiten properti dan perhotelan ini berhasil mencatat lonjakan laba bersih hingga 150%.
INPP memasang target pertumbuhan pendapatan moderat pada 2026 di kisaran 5% hingga 10% pada 2026.
Keberadaan pusat pendidikan, fasilitas kesehatan, kawasan komersial, serta akses yang semakin terkoneksi menjadikan Binong Karawaci sebagai kawasan yang diminati masyarakat urban.
LINKTOWN kembali menorehkan prestasi gemilang di industri properti nasional dengan meraih One Smile Club Award 2026 dari Sinar Mas Land.
Perpanjangan insentif PPN memberikan ruang yang lebih nyaman bagi masyarakat untuk merencanakan kepemilikan rumah
Emiten properti PT Winner Nusantara Jaya Tbk (WINR) mengumumkan langkah strategis untuk memperkuat pangsa pasar di kawasan Jabodetabek
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved