Headline
“Damai bukan sekadar absennya perang. Ia adalah kebajikan,” tulis filsuf Baruch Spinoza.
“Damai bukan sekadar absennya perang. Ia adalah kebajikan,” tulis filsuf Baruch Spinoza.
Kumpulan Berita DPR RI
INDEKS Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Kamis (9/3) pagi dibuka dengan warna hijau sejalan dengan bursa saham global terutama Wall Street. Perlahan tapi pasti, efek dari pernyataan Ketua The Fed Jerome Powell yang berencana menaikkan suku bunga lebih tajam mulai mereda dampaknya terhadap pasar modal.
Pagi ini, IHSG dibuka di posisi 6.776 dan langsung bergerak naik. Level tertinggi di 6.814 dan terendah di 6.794. Volume perdagangan pagi tercatat sebanyak 2,03 miliar lembar saham senilai Rp821 miliar. Sebanyak 230 saham menguat, sebanyak 169 saham melemah, dan sebanyak 301 saham stagnan.
Baca juga: IHSG Pagi Ini Dibuka Melemah
Indeks utama bursa saham Wall Street berakhir beragam pada akhir perdagangan Rabu (8/3) waktu setempat (Kamis pagi WIB), mencoba untuk pulih dari aksi jual sesi sebelumnya. Sebelumnya, pasar modal Amerika Serikat (AS) sempat terguncang akibat pernyataan Ketua The Fed Jerome Powell yang berencana menaikkan suku bunga signifikan.
Indeks Dow Jones Industrial Average turun sebanyak 58,06 poin atau 0,18 persen menjadi 32.798,4. Sedangkan indeks S&P 500 bertambah 5,64 poin atau 0,14 persen menjadi 3.992,01. Indeks Komposit Nasdaq naik 45,67 poin atau 0,40 persen menjadi 11.576,0.
Baca juga: Rekomendasi untuk Investor saat Ekonomi Global Diperkirakan Melambat
Sebanyak tujuh dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir di zona hijau, dengan sektor real estat dan teknologi masing-masing naik 1,32 persen dan 0,84 persen, melampaui sektor lainnya. Sektor energi turun 1,02 persen, kelompok dengan kinerja terburuk. Investor melihat hari kedua kesaksian kebijakan moneter setengah tahunan Powell kepada Kongres AS. (Medcom/Z-6)
PT BSA Logistics Indonesia Tbk (WBSA) siap IPO dengan target dana Rp306 miliar. Simak jadwal, harga, dan cara pesan mudah lewat aplikasi IPOT
Investor ritel di pasar saham Indonesia diimbau untuk tidak lagi bergantung pada data usang dalam mengambil keputusan investasi, seiring dinamika pasar yang semakin cepat, dan kompleks.
INDEKS Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin (30/3) sore ditutup turun mengikuti pelemahan bursa saham kawasan Asia.
IHSG merosot 76,53 poin atau 1,08% ke posisi 7.020,53. Senasib, indeks kelompok 45 saham unggulan (LQ45) juga terkoreksi 11,00 poin atau 1,53% ke posisi 707,96.
IHSG mencatat penguatan signifikan sebesar 2,75% ke level 7.302, didorong oleh kombinasi sentimen fiskal domestik yang positif serta masuknya aliran dana asing.
IHSG menguat pada awal perdagangan usai libur panjang Nyepi dan Lebaran.
Iran, produsen terbesar ketiga di Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (OPEC), memompa sekitar 4,5% dari pasokan minyak global.
Wall Street bereaksi keras atas ancaman terhadap independensi The Fed. Emas cetak rekor tertinggi saat investor mulai meragukan kredibilitas ekonomi AS.
IHSG dibuka hijau ke level 8.959 pada Rabu (7/1/2026). Penguatan didorong reli Wall Street dan progres dagang RI-AS. Simak rinciannya.
Indeks Dow Jones cetak rekor tertinggi sepanjang masa di tengah sentimen penangkapan Nicolás Maduro. Sektor energi dan finansial pimpin reli bursa Amerika Serikat.
Wall Street terguncang setelah Trump umumkan tarif baru hingga 40% terhadap 14 negara. Saham otomotif dan teknologi Jepang-Korea anjlok.
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump pada Minggu (25/5), mengungkapkan bahwa dirinya menyetujui untuk menunda rencana penerapan tarif impor 50% untuk Uni Eropa (UE).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved