Headline

Serangan terhadap pasukan perdamaian melanggar hukum internasional.

WBSA Melantai di Bursa, IPOT Permudah Akses Investor

Akmal Fauzi
31/3/2026 21:43
WBSA Melantai di Bursa, IPOT Permudah Akses Investor
ilustrasi(Istimewa)

PASAR modal Indonesia kembali semarak dengan hadirnya peluang investasi baru. PT BSA Logistics Indonesia Tbk (WBSA) bersiap melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI), menjadi salah satu emiten yang patut dicermati tahun ini, terutama bagi investor yang mengincar potensi Auto Reject Atas (ARA) pada saham perdana.

Dalam aksi korporasi ini, WBSA melepas sebanyak 1,8 miliar saham atau setara 20,75% dari total modal ditempatkan dan disetor penuh. Dengan kisaran harga penawaran Rp150 hingga Rp170 per saham, perusahaan logistik kawakan ini menargetkan perolehan dana segar hingga Rp306 miliar.

Berdiri sejak 1992, WBSA memiliki layanan logistik end-to-end yang mencakup transportasi darat, freight forwarding, pergudangan, hingga Inland Logistics Terminal (ILT). Fundamental perusahaan tercatat cukup solid dengan total aset mencapai Rp1,15 triliun dan laba bersih Rp24,39 miliar per September 2025.

Berdasarkan prospektus, dana hasil IPO akan difokuskan untuk ekspansi anorganik, termasuk akuisisi PT Bermuda Inovasi Logistik (BIL) guna memperkuat lini bisnis angkutan laut. Langkah ini diharapkan mampu mendongkrak efisiensi operasional dan memperkokoh posisi WBSA di industri logistik nasional.

IPOT Permudah Akses e-IPO

Menyambut antusiasme investor, Indo Premier Sekuritas melalui aplikasi IPOT menghadirkan kemudahan akses pemesanan saham e-IPO WBSA. Aplikasi ini menawarkan keunggulan berupa sistem refund dana cepat, tampilan portofolio sebelum listing, hingga fitur indikator real-time.

Chief Marketing Officer PT Indo Premier Sekuritas (IPOT), Sergio Ticoalu, menjelaskan bahwa fitur real-time indicator menjadi pembeda utama yang membantu investor membaca pergerakan pasar sejak hari pertama perdagangan.

“Kami melihat minat investor ritel terhadap IPO terus meningkat. Melalui aplikasi IPOT, kami ingin memastikan akses yang lebih inklusif, cepat, dan berbasis teknologi agar investor dapat mengambil keputusan investasi secara lebih tepat,” ujar Sergio dalam keterangannya, Selasa (31/3/2026).

Sesuai dengan regulasi SEOJK No. 25/2025, investor ritel kini mendapatkan angin segar. WBSA masuk dalam kategori Golongan III, yang memberikan jaminan penjatahan minimum 10 lot per SID. Hal ini memperbesar peluang bagi pemodal kecil untuk mendapatkan jatah saham secara lebih adil.

Namun, investor diingatkan untuk tetap memperhatikan sistem “No Funds, No Order”, yang mewajibkan ketersediaan dana di RDN sebelum melakukan pemesanan.

(P-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akmal
Berita Lainnya