Headline
Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.
Kumpulan Berita DPR RI
PERUSAHAAN teknologi finansial (fintech) enabler, SPE Solution meluncurkan CRING! yang merupakan platform bank fasilitator, bertepatan dengan HUT ke-7 SPE Solution.
Kehadiran CRING! mengikuti kebutuhan pasar saat ini, yaitu banyak bisnis khususnya yang bergerak dalam bidang institusi keuangan memerlukan pihak yang bisa menjembatani kerja sama dengan bank.
Bank Fasilitator berfungsi untuk menghubungkan bisnis yang ingin menggunakan berbagai produk dan layanan dari bank menjadi lebih mudah baik dari sisi akses hingga implementasinya dalam bisnis.
“Hadirnya CRING! Tentunya sebagai bentuk dari SPE Solution menjawab permintaan pasar saat ini. Dimana banyak bisnis yang membutuhkan Bank Fasilitator untuk menjembatani mereka dalam penggunaan berbagai produk dari bank.” Ujar Nico Amon, Direktur Utama PT Solusi Pembayaran Elektronik.
Berbicara tentang bank fasilitator tentunya tidak lepas dari berbagai fitur transaksi digital yang ditawarkan. Saat ini peningkatan transaksi digital yang terjadi sepanjang 2022 menjadi salah satu dorongan bisnis untuk bisa menghadirkan juga transaksi digital yang sama.
Mengutip data dari Bank Indonesia, jumlah transaksi digital banking yang terjadi sepanjang 2022 meningkat sebesar 30,19% Year-on-Year hingga mencapai Rp53.144 Triliun. Jumlah transaksi yang meningkat pesat menunjukan bahwa transaksi digital menjadi salah satu pilihan masyarakat untuk bertransaksi.
Baca juga : GRP Luncurkan Net Zero Roadmap jadi Perusahaan Netral Karbon di 2050
Kenaikan transaksi ekonomi dan keuangan digital juga ditopang oleh meningkatnya penerimaan dan preferensi masyarakat dalam berbelanja daring mulai dari kemudahan sistem pembayaran digital, serta akselerasi digital banking yang ada.
Salah satu cara untuk bisnis bisa menghadirkan transaksi digital saat ini tentunya dengan langsung bekerjasama dengan bank. Selain itu, sebenarnya ada cara lain juga yang bisa dilakukan yaitu dengan menggunakan bank fasilitator.
Sebagai platform bank fasilitator, CRING! menawarkan solusi untuk bisnis lebih mudah menggunakan berbagai produk dan layanan dari bank melalui satu platform. Tentunya produk dan layanan yang dihadirkan ini disesuaikan dengan kebutuhan bisnis itu sendiri.
Beberapa produk dan layanan yang dapat dihadirkan CRING! antara lain, Bank Validator, Virtual Account, Fund Transfer, Direct Debit, RDL (Rekening Dana Lender), BI Fast (Bank Indonesia Fast Payment), Integrasi KYC (Know Your Customer), dan Cash Withdrawal.
"Tentunya hadirnya bank fasilitator seperti ini dapat mempermudah bisnis yang ingin berkembang dan menghadirkan pembayaran digital. Untuk mengetahui lebih lanjut tentang CRING!, bisa kunjungi spesolution.com untuk informasi lengkapnya," pungkas Nico. (RO/OL-7)
Direktur Utama Indodana Finance Mira Wibowo meraih penghargaan Indonesia Best CEO 2025 dalam ajang Indonesia Business Leadership Forum.
Ebbot menghadirkan teknologi AI andal, sedangkan Veda Praxis menyediakan fondasi tata kelola yang kuat dan juga tim implementer dengan kapabilitas lokal.
Model kerja fleksibel berbasis platform digital dinilai menjadi bantalan sosial modern.
Pengemudi ojol dan NGO Deconstitute menggugat skema kuota internet hangus ke Mahkamah Konstitusi dengan menguji UU Telekomunikasi.
Bank Indonesia meluncurkan Pusat Inovasi Digital Indonesia (PIDI) untuk memperkuat literasi, keamanan, dan inklusi ekonomi digital, didukung pertumbuhan QRIS dan BI-FAST yang kian pesat.
INDUSTRI kripto di Indonesia terus menunjukkan peran aktifnya dalam mendukung pertumbuhan ekonomi digital yang inklusif.
Pentingnya penerapan prinsip pengenalan nasabah yang mendalam.
KEPALA Eksekutif Pengawas Perbankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Dian Ediana Rae menegaskan kinerja intermediasi perbankan tetap tumbuh positif dengan profil risiko yang terjaga.
Bank Mandiri menilai perpanjangan penempatan dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) oleh Kementerian Keuangan dapat memperkuat likuiditas perbankan.
Di tengah persaingan industri perbankan yang semakin kompetitif, program loyalitas menjadi salah satu strategi utama untuk mempertahankan dana pihak ketiga.
Meningkatnya ancaman kejahatan daring seperti phishing, social engineering, dan serangan siber lainnya mendorong perusahaan perbankan untuk terus memperkuat sistem keamanannya.
Inflasi Januari 2026 naik ke 3,55%. Bank Indonesia menahan BI Rate di 4,75% jelang Ramadan dan Idulfitri, seiring tekanan musiman dan nilai tukar rupiah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved