Headline
Aturan itu menunjukkan keberpihakan negara pada kepentingan anak.
Aturan itu menunjukkan keberpihakan negara pada kepentingan anak.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Joko Widodo berkunjung ke Pasar Malang Jiwan Colomadu, Karanganyar, Jawa Tengah, Senin (21/11), untuk mengecek ketersediaan dan harga bahan pangan pokok.
Di sana, ia mengetahui harga sejumlah komoditas yaitu minyak goreng dan tempe sedang melonjak.
"Tadi ada beberapa harga yang naik. Minyak goreng naik Rp2 ribu (per liter). Tempe juga naik karena memang harga kedelainya naik," ujar Jokowi di Karanganyar, Senin (21/11).
Baca juga: Harga Minyak Turun Tajam Lebih dari 3 Persen
Kepala Negara memastikan pemerintah akan bergerak cepat menekan kembali harga-harga komoditas yang melambung.
"Itu fakta di lapangan yang kita temukan dan kita akan cari solusinya," sambung mantan wali kota Surakarta itu.
Dalam kesempatan itu, selain mengecek harga, Jokowi juga membagikan bantuan langsung tunai (BLT) dan sembako kepada para pedagang di pasar setempat.(OL-5)
Beras kemasan yang sebelumnya dijual sekitar Rp14.000 hingga Rp15.000 per kg kini mencapai Rp16.000 hingga Rp17.000 per kg.
Pantauan di Pasar Gedhe Klaten, Senin (9/3), harga beras lokal medium IR-64 stabil Rp14.000 per kilogram, dan beras Bulog SPHP tetap Rp12.500 per kilogram.
Pantauan di Pasar Aviari Batu Aji, Pasar Mitra Raya Batam Center, dan Pasar Sagulung menunjukkan harga minyak goreng rakyat tersebut masih berada di kisaran Rp16.000 per liter.
Gerakan Pangan Murah berlangsung pada 4–11 Maret 2026 di delapan titik kabupaten dan kota di Sulteng.
Beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) dijual Rp58.500 per kemasan lima kg atau sekitar Rp11.700 per kg, dengan kisaran harga Rp11.700–Rp12.300 per kg di lapangan.
Harga bahan pokok yang mengalami penurunan mencolok terjadi pada komoditas cabai rawit merah, dari Rp110.000 menjadi Rp76.000 per kilogram.
Kurma unggul dalam kandungan gula alami yang cepat diserap, sementara tempe memberikan cadangan energi jangka panjang melalui protein nabati dan seratnya yang tinggi.
Kegiatan ini juga menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, komunitas budaya, akademisi, pelaku usaha, dan masyarakat umum
Kebutuhan kedelai nasional mencapai sekitar 2,9 juta ton per tahun, sementara serapan dari kedelai lokal saat ini tidak sampai 100 ribu ton.
Tempe adalah makanan fermentasi yang bergizi, murah dan relevan untuk masyarakat Indonesia.
Mengonsumsi kedelai dan kacang-kacangan tidak meningkatkan risiko asam urat, bahkan bisa memberi efek perlindungan bagi tubuh.
Meski idealnya asupan protein utama berasal dari sumber hewani, menurut ahli gizi, protein nabati dapat menjadi solusi efektif di tengah keterbatasan biaya dan akses terhadap bahan pangan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved