Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

Kedelai di Tahu dan Tempe Ternyata Aman Dikonsumsi Penderita Asam Urat, Ini Penjelasannya

Abi Rama
10/11/2025 11:55
Kedelai di Tahu dan Tempe Ternyata Aman Dikonsumsi Penderita Asam Urat, Ini Penjelasannya
Ilustrasi(Freepik)

KABAR baik datang bagi para penderita asam urat. Selama ini banyak orang mengira produk berbahan dasar kedelai, seperti tahu, tempe, atau susu kedelai, bisa memperparah penyakit asam urat karena kandungan purinnya. Namun, hasil penelitian yang dikutip dari laman Sing Health justru berkata sebaliknya. 

Sebuah studi yang dilakukan oleh tim peneliti dari Duke-NUS Graduate Medical School dan National University Hospital (NUH) Singapura menemukan bahwa mengonsumsi kedelai dan kacang-kacangan tidak meningkatkan risiko asam urat, bahkan bisa memberi efek perlindungan bagi tubuh.

Penelitian ini merupakan bagian dari Singapore Chinese Health Study, yang dimulai sejak 1993 dan melibatkan lebih dari 50.000 orang Tionghoa berusia 45 hingga 74 tahun. 

Para peserta diminta menjawab pertanyaan tentang pola makan mereka, lalu peneliti melakukan tindak lanjut selama beberapa tahun untuk memantau perkembangan kesehatan mereka. Dari seluruh peserta, sekitar 2.197 orang tercatat mengidap asam urat selama masa penelitian.

Hasilnya, mereka yang paling sering mengonsumsi produk kedelai seperti tahu, tempe, atau susu kedelai ternyata memiliki risiko lebih rendah terkena asam urat dibandingkan mereka yang jarang memakannya. 

Menurut konsultan senior di divisi reumatologi NUH, Teng Gim Gee, kedelai bahkan bisa memiliki efek perlindungan terhadap asam urat. Ia menambahkan bahwa kebanyakan penderita asam urat bisa dengan aman mengonsumsi kedelai dan kacang-kacangan tanpa takut kambuh.

Sebelumnya, banyak dokter menyarankan pasien asam urat untuk menghindari makanan berpurin tinggi seperti daging merah, jeroan, dan makanan laut. 

Karena kedelai juga mengandung purin, sebagian orang beranggapan efeknya sama. Namun, penelitian terbaru menunjukkan bahwa purin dalam kedelai bekerja berbeda dengan purin dari daging.

Hasil riset serupa di Jepang dan Taiwan juga mendukung temuan ini. Para ilmuwan menduga bahwa zat dalam kedelai membantu tubuh membuang kelebihan asam urat melalui urin, sehingga kadar asam urat dalam darah tetap stabil.

Namun, penelitian tersebut juga mengungkapkan hal menarik lainnya. Kelompok yang paling sering mengonsumsi daging unggas seperti ayam dan bebek memiliki risiko 27% lebih tinggi terkena asam urat, sedangkan yang paling banyak makan daging merah (terutama babi) hanya mengalami peningkatan risiko sekitar 8%. Hal ini diduga karena perbedaan kandungan purin dan pola konsumsi masyarakat.

Profesor Koh Woon-Puay dari Saw Swee Hock School of Public Health menegaskan, hasil ini menjadi pesan penting bagi penderita asam urat untuk mulai mengganti sebagian konsumsi daging dan seafood dengan sumber protein nabati seperti kedelai. Ia menyarankan, satu porsi tahu atau segelas susu kedelai setiap hari bisa menjadi pilihan sehat.

Meski begitu, Dr. Teng tetap mengingatkan bahwa setiap tubuh bisa bereaksi berbeda. Temuan ini menunjukkan bahwa tidak semua makanan berpurin tinggi berbahaya, dan pola makan seimbang tetap menjadi kunci dalam menjaga kadar asam urat tetap normal.

“Jika seseorang merasakan nyeri asam urat setelah makan kedelai, sebaiknya ia menghindarinya,” ujar dikutip dari laman yang sama. (Sing Health/Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya