Headline
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Kumpulan Berita DPR RI
KETUA Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Mahendra Siregar menyatakan bahwa agenda utama Indonesia adalah memperkuat dan mempertahankan pertumbuhan ekonomi agar terus berlangsung.
Meski saat ini kondisi global dipenuhi ketidakpastian dengan potensi resesi, namun pihaknya menegaskan bahwa agenda utama Indonesia bukan hanya mencermati ekonomi global.
Baca juga: ADB Revisi Proyeksi Ekonomi RI, Tahun Ini Tumbuh 5,4%
"Mencermati ekonomi global bukan agenda utama RI. Hal yang kita lakukan ialah memperkuat dan mempertahan pertumbuhan ekonomi Indonesia, agar terus berlangsung," ungkapnya dalam suatu seminar, Selasa (11/10).
Dirinya berpendapat ekonomi global saat ini hampir akan mengalami perfect storm. Adapun perfect storm yang dimaksud ialah terjadinya tiga hal besar yang berlangsung. Rinciannya, inflasi, resesi dan ketidakpastian akibat geopolitik.
Baca juga: KPBU Dinilai Tepat untuk Mobilisasi Pendanaan Pembangunan
Mengacu perspektif OJK, lanjut dia, untuk menjaga stabilitas keuangan, Indonesia bukan hanya mencermati dan menyesali keadaan, namun juga harus melakukan koordinasi untuk mitigasi.
"Termasuk dengan apa yang disebut stress test terhadap berbagai kemungkinan Sehingga, kita tidak lengah atas risiko ini," imbuh Mahendra.
Baik dari lembaga internasional maupun analis juga sepakat bahwa ekonomi Indonesia akan tetap tumbuh dan terjaga. Setidaknya, di kisaran atau bahkan di atas 5% pada tahun ini dan 2023.(OL-11)
Pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp911,16 miliar untuk memberikan diskon transportasi selama periode mudik Lebaran 2026.
Indef menilai outlook negatif Moody’s mencerminkan kenaikan persepsi risiko, bukan pelemahan fundamental, sehingga menekan kepercayaan investor.
TRANSFORMASI sektor manufaktur, khususnya manufaktur padat karya, menjadi kunci utama untuk mendorong akselerasi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026.
Pemerintah menegaskan komitmen untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan.
Dari sisi pengeluaran, perekonomian Jakarta masih ditopang oleh konsumsi rumah tangga dengan kontribusi 62,80%, diikuti Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) sebesar 33,79%.
Secara tahunan, ekonomi DIY tumbuh sebesar 5,94% (year-on-year/yoy) dibandingkan triwulan IV-2024.
INDONESIA tidak kekurangan uang. Yang kurang adalah arah. Ini bukan gejala siklikal atau persoalan sentimen pasar, melainkan kegagalan struktural.
Tanpa dorongan fiskal awal, ekonomi akan selalu menunggu.
Alih-alih memicu inflasi pangan, program prioritas pemerintah MBG dinilai justru akan menjadi stimulus bagi peningkatan produktivitas nasional dan penguatan ekonomi kerakyatan.
Berdasarkan data selama bulan Januari hingga Desember 2024, tercatat 38juta kunjungan wisatawan datang ke DIY.
berdasarkan hasil rapat DK OJK yang dilaksanakan pada 1 Oktober lalu menilai sektor jasa keuangan terjaga stabil.
INDONESIA dan Dewan Kerja Sama Teluk (Gulf Cooperation Council/GCC) telah melaksanakan Putaran Ketiga Perundingan Perjanjian Perdagangan Bebas antara kedua pihak (Indonesia-GCC FTA).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved