Rabu 21 September 2022, 13:52 WIB

ADB Revisi Proyeksi Ekonomi RI, Tahun Ini Tumbuh 5,4%

M. Ilham Ramadhan Avisena | Ekonomi
ADB Revisi Proyeksi Ekonomi RI, Tahun Ini Tumbuh 5,4%

Antara
Deretan bendera Merah Putih dengan latar belakang gedung bertingkat di Jakarta.

 

ASIAN Development Bank (ADB) kembali merevisi ke atas proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun ini menjadi 5,4%. Angka itu naik dari dua proyeksi yang dirilis sebelumnya, yakni 5% pada April dan 5,2% pada Juli.

Perevisian itu didasari oleh perkembangan ekonomi global dan Indonesia dalam beberapa bulan terakhir. Ekonomi domestik dinilai tetap berada dalam jalur pemulihan yang cukup kuat. Serta, mengindikasikan pertumbuhan yang cukup baik pada triwulan III-IV 2022.

"Jadi berdasarkan perkembangan terkini, kami menaikkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia ke level 5,4% sepanjang 2022," ujar ekonom senior ADB untuk Indonesia Henry Ma dalam konferensi pers, Rabu (21/9).

Baca juga: Sri Mulyani Klaim Perekonomian Indonesia Sudah Pulih seperti pra-Covid

Dia menambahkan berbagai indikator perekonomian Indonesia akan berada dalam posisi yang cukup baik. Serta, mampu mengungkit pertumbuhan di dua triwulan terakhir. Konsumsi rumah tangga diyakini tetap menjadi motor pertumbuhan, yang ditunjukkan berbagai indeks yang terus menguat.

Sedangkan dari sisi inflasi, diperkirakan terjadi peningkatan. Khususnyam setelah pemerintah Indonesia melakukan penyesuaian harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Sepanjang tahun ini, tingkat inflasi Indonesia diperkirakan berada di level 4,6%, atau naik dari proyeksi ADB sebelumnya di level 3,6%.

Peningkatan inflasi itu terbilang cukup moderat dan tak terlampau tinggi. Sebab, ADB menilai Indonesia memiliki tingkat inflasi yang cukup rendah pada semester I 2022. "Meski inflasi headline meningkat 4,7% pada Agustus, inflasi inti yang menghilangkan harga bergejolak tetap terkendali di 2,8%," pungkasnya.

Baca juga: Kemenkeu: 502 Pemda Sudah Realisasikan Belanja Wajib 2% dari DAU

"Alasan lain untuk optimis adalah, bahwa meskipun inflasi telah meningkat, tampaknya tidak akan terlalu tinggi. Salah satu indikatornya adalah ekspektasi," imbuhnya.

ADB juga merevisi proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2023, dari 5,2% pada proyeksi sebelumnya menjadi 5%, atau turun 0,2%. Penurunan disebabkan perkiraan tantangan ekonomi dunia yang berdampak ke dalam negeri. Serta, berlakunya normalisasi kebijakan ekonomi maupun moneter.

Sementara itu, tingkat inflasi tahun depan diperkirakan bakal berada di level yang tinggi, yakni 5,1%. Perkiraan itu lebih tinggi dari proyeksi sebelumnya di level 3%.(OL-11)

Baca Juga

ANTARA FOTO/Jessica Helena Wuysang

Pakar ITB: Zat Pewarna Tidak Pengaruhi Kualitas Pertalite

👤mediaindonesia.com 🕔Senin 26 September 2022, 10:56 WIB
Dugaan bahwa kualitas Pertalite sekarang menurun dan lebih boros, menurut pakar mesin ITB, juga lebih merupakan penilaian subjektif....
Antara

Presiden: Start Up Harus Ambil Peluang dari Krisis Pangan

👤Andhika Prasetyo 🕔Senin 26 September 2022, 10:55 WIB
Krisis pangan dunia harus menjadi momentum bagi para pelaku usaha di Tanah Air, terutama yang bergerak di sektor start up, untuk bertumbuh...
Ist

Program JKP BPJS Ketenagakerjaaan Pertahankan Hidup Layak Pekerja

👤mediaindonesia.com 🕔Senin 26 September 2022, 10:48 WIB
Filosofi Program JKP bertujuan untuk mempertahankan kehidupan yang layak bagi pekerja saat kehilangan pekerjaan hingga bisa bekerja...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya