Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
NILAI tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada awal pekan, Senin (5/9), ditutup melemah seiring pelaku pasar yang mencerna data tenaga kerja di Amerika Serikat. Rupiah ditutup melemah 11 poin atau 0,08% ke posisi 14.907 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya 14.896 per dolar AS.
"Dolar AS naik setelah pasar selesai mencerna laporan tenaga kerja AS pada Jumat malam," tulis Tim Riset Monex Investindo Futures dalam kajiannya di Jakarta, Senin. Laporan pekerjaan AS menunjukkan ada penambahan 315.000 pekerjaan pada Agustus atau sesuai estimasi konsensus dengan tingkat pengangguran naik menjadi 3,7% (yoy) atau di atas estimasi.
Laporan pekerjaan periode Agustus dinilai penting karena akan menjadi bahan pertimbangan The Fed sebelum menaikkan suku bunga pada pertemuan September. The Fed yang akan mengadakan pertemuan kebijakan suku bunga pada 21-22 September diekspektasikan akan kembali menaikkan tingkat suku bunga acuan sebesar 75 basis poin.
Beberapa pejabat The Fed menyebutkan perlu kenaikan suku bunga untuk menekan tingkat inflasi yang masih tinggi. Sedangkan Gubernur The Fed Jerome Powell menyebutkan keterbukaan pada tingkat suku bunga yang tinggi untuk sementara waktu yang lebih lama sebagai jaminan menekan inflasi di AS.
The Fed sedang mencari cara memerangi inflasi yang mencapai tertinggi 40 tahun pada kenaikan harga makanan dan bahan bakar. Suku bunga The Fed diindikasikan kemungkinan akan terus meningkat sampai inflasi secara substansial mendekati target bank sentral 2%.
Rupiah pada pagi hari dibuka menguat ke posisi 14.889 per dolar AS. Sepanjang hari rupiah bergerak di kisaran 14.889 per dolar AS hingga 14.935 per dolar AS. Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada Senin melemah ke posisi 14.920 per dolar AS dibandingkan posisi hari sebelumnya 14.900 per dolar AS. (Ant/OL-14)
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS diprediksi fluktuatif pada 18 Maret 2026 usai BI menahan suku bunga di 4,75%. Cek harga kurs terbaru di sini.
Nilai tukar rupiah ditutup stagnan Rp16.997 per dolar AS hari ini (17/3). Cek hasil RDG Bank Indonesia terkait BI-Rate dan dampak pernyataan dovish Gubernur BI.
BANK Indonesia memutuskan untuk mempertahankan BI-Rate hari ini 17 Maret 2026 sebesar 4,75 persen untuk memperkuat rupiah
Kurs rupiah hari ini 17 Maret 2026 menguat ke Rp16.965 per dolar AS. Pasar menanti pengumuman BI Rate di tengah tensi geopolitik Timur Tengah.
Kurs rupiah ditutup melemah ke 16.997 per dolar AS pada Senin (16/3/2026). Simak analisis penyebab pelemahan terkait geopolitik dan inflasi AS di sini.
Kurs Rupiah terhadap Dolar AS hari ini 13 Maret 2026 diprediksi melemah di kisaran Rp16.850 - Rp16.950 akibat sentimen geopolitik Timur Tengah.
Nilai tukar Mata Uang Rupiah hari ini (12/3/2026) melemah 0,34% ke level Rp16.906 per Dolar AS. Simak analisis pergerakan kurs terbaru di sini.
Nilai tukar rupiah pada pembukaan perdagangan Selasa di Jakarta bergerak menguat 63 poin atau 0,37% menjadi Rp16.886 per dolar AS.
Nilai tukar rupiah pada perdagangan Rabu, 4 Maret 2026, dibuka melemah 58 poin atau 0,34% menjadi Rp16.930 per dolar AS dari penutupan sebelumnya yang tercatat Rp16.872 per dolar AS.
Harga emas dunia diperkirakan menguat moderat pada Kamis (26/2) didorong sentimen safe haven dan ketidakpastian global, dengan support di kisaran 5.180–5.200 dolar AS per troy ounce.
Nilai tukar rupiah pada pembukaan perdagangan Rabu tercatat melemah 19 poin atau sekitar 0,11% ke level Rp16.848 per dolar AS.
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS hari ini, Rabu 25 Februari 2026, dibuka melemah ke level Rp16.848. Ketidakpastian global menjadi pemicu utama.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved