Headline
Polisi harus usut tuntas hingga ke aktor intelektualnya.
Polisi harus usut tuntas hingga ke aktor intelektualnya.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Pertanian Syahrul Yasin Limpo menjelaskan alasan Presiden Joko Widodo yang mengajak masyarakat ikut menanam cabai di pekarangan rumah masing-masing. Menurutnya, itu adalah bagian dari strategi untuk menjaga inflasi tetap rendah.
"Kalau pekarangan kita masih cukup untuk bisa ditanami, kenapa tidak? itu pikiran Presiden," ujar Syahrul di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (18/8).
Jika masyarakat bisa memanen cabai sendiri dan mengonsumsinya untuk kebutuhan sehari-hari, secara otomatis pengeluaran untuk satu komoditas bisa dikurangi.
Baca juga: Menko Airlangga Sebut Harga Pangan Relatif Stabil
"Minimal ada satu kebutuhan sendiri yang bisa terpenuhi, tidak perlu beli. Ini kan termasuk pengendalian inflasi," terang mantan Gubernur Sulawesi Selatan itu.
Kendati demikian, ia memastikan pemerintah tidak lepas tangan. Kementan akan turut berkontribusi dalam program itu dengan memberikan edukasi tentang tata cara pembibitan yang benar.
"Kita akan siapkan intervensi dan itu sudah mulai jalan," tandasnya.(OL-4)
Hal itu karena asumsi nilai tukar dalam APBN berada di kisaran Rp16.500 per dolar AS, sementara saat ini rupiah mendekati Rp17.000 per dolar AS.
Sebagaimana diketahui, ketergantungan Indonesia terhadap impor energi diketahui masih cukup tinggi.
Senator asal Bengkulu ini menyoroti angka inflasi tahunan per Februari 2026 yang menyentuh 4,76 persen sebagai sinyal waspada bagi ketahanan ekonomi.
Prabowo menyebut Danantara menunjukkan kinerja yang sangat kuat dalam satu tahun terakhir dengan capaian return on assets (ROA) lebih dari 300%.
Lili mengatakan publik berharap pertemuan para menteri tersebut tidak sekadar menjadi forum koordinasi.
Puan memperingatkan pemerintah agar ketegangan di Timur Tengah tidak menjadi alasan pembiaran atas lonjakan biaya transportasi.
“Kami ingin memastikan bahwa setiap butir nasi yang dikonsumsi jemaah haji memiliki kualitas terbaik dan cita rasa nusantara."
Pola belanja rumah tangga di Indonesia sepanjang 2025 menunjukkan pergeseran penting: konsumsi semakin merata antarwilayah.
Gaya hidup anak muda dalam mengonsumsi komoditas harian seperti kopi, teh, cokelat, dan produk kelapa sawit memiliki dampak signifikan terhadap keberlanjutan lingkungan dan sosial.
Direktur Ekonomi Celios, Nailul Huda, menyatakan bahwa pertumbuhan ekonomi di kuartal IV 2025 tidak akan mencapai seperti yang ditargetkan pemerintah yakni di angka 5,4-5,6%.
Data Kementerian Lingkungan Hidup menunjukkan volume sampah nasional mencapai 70,6 juta ton pada 2024. Angka ini berpotensi membengkak menjadi 82 juta ton per tahun pada 2045.
MENTERI Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan tambahan penempatan dana pemerintah di bank Himbara cukup menjaga likuiditas dan transmisi kredit yang optimal.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved