Headline
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Pertanian Syahrul Yasin Limpo menjelaskan alasan Presiden Joko Widodo yang mengajak masyarakat ikut menanam cabai di pekarangan rumah masing-masing. Menurutnya, itu adalah bagian dari strategi untuk menjaga inflasi tetap rendah.
"Kalau pekarangan kita masih cukup untuk bisa ditanami, kenapa tidak? itu pikiran Presiden," ujar Syahrul di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (18/8).
Jika masyarakat bisa memanen cabai sendiri dan mengonsumsinya untuk kebutuhan sehari-hari, secara otomatis pengeluaran untuk satu komoditas bisa dikurangi.
Baca juga: Menko Airlangga Sebut Harga Pangan Relatif Stabil
"Minimal ada satu kebutuhan sendiri yang bisa terpenuhi, tidak perlu beli. Ini kan termasuk pengendalian inflasi," terang mantan Gubernur Sulawesi Selatan itu.
Kendati demikian, ia memastikan pemerintah tidak lepas tangan. Kementan akan turut berkontribusi dalam program itu dengan memberikan edukasi tentang tata cara pembibitan yang benar.
"Kita akan siapkan intervensi dan itu sudah mulai jalan," tandasnya.(OL-4)
Ini tentunya mesti diuji, baik di tingkat konsep maupun fakta sehingga kita bisa berharap semua itu menjadi nyata bagi upaya meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran rakyat.
Purbaya menegaskan Juda Agung memiliki kapasitas dan pengalaman yang mumpuni untuk melanjutkan sejumlah agenda strategis.
Capaian tersebut menunjukkan tren pemulihan pascapandemi yang berkelanjutan. Meski demikian, tingkat kemiskinan Jakarta saat ini masih belum sepenuhnya kembali ke posisi sebelum pandemi.
EKONOMI global diproyeksikan tumbuh 3,3% menurut IMF dan ekonomi Indonesia akan mencapai 5,1%.
Sentimen global masih cukup kondusif bagi penguatan harga emas dalam jangka pendek.
Pertumbuhan penerimaan pajak tersebut, lanjutnya, berasal dari kenaikan penerimaan bruto sebesar 7%, serta penurunan signifikan restitusi hingga 23%.
Pola belanja rumah tangga di Indonesia sepanjang 2025 menunjukkan pergeseran penting: konsumsi semakin merata antarwilayah.
Gaya hidup anak muda dalam mengonsumsi komoditas harian seperti kopi, teh, cokelat, dan produk kelapa sawit memiliki dampak signifikan terhadap keberlanjutan lingkungan dan sosial.
Direktur Ekonomi Celios, Nailul Huda, menyatakan bahwa pertumbuhan ekonomi di kuartal IV 2025 tidak akan mencapai seperti yang ditargetkan pemerintah yakni di angka 5,4-5,6%.
Data Kementerian Lingkungan Hidup menunjukkan volume sampah nasional mencapai 70,6 juta ton pada 2024. Angka ini berpotensi membengkak menjadi 82 juta ton per tahun pada 2045.
MENTERI Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan tambahan penempatan dana pemerintah di bank Himbara cukup menjaga likuiditas dan transmisi kredit yang optimal.
Himpunan Kawasan Industri Indonesia (HKI) menyampaikan pandangan resmi terkait dampak tarif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) terhadap konsumsi masyarakat dan pertumbuhan industri nasional.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved