Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
MENKO Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan bahwa sampai saat ini, harga pangan di Indonesia relatif sabil. Misalnya, harga beras saat ini sekitar Rp10 ribu per liter, kemudian daging ayam di bawah Rp20 ribu per kilogram.
"Daging sapi juga sudah turun harganya. Demikian pula terkait dengan gula pasir, bawang merah, bawang putih dan cabai merah, seluruhnya turun," ungkap Airlangga dalam rapat koordinasi secara virtual, Kamis (18/8).
Baca juga: Presiden: Gunakan Dana Tidak Terduga untuk Tangani Inflasi
Airlangga menambahkan bahwa sinergi dari Tim Pengendalian Inflasi Pusat (TPIP) dan Tim Pengendalian Inflasi Daerag (TPID) terus diupayakan untuk mencapai keterjangkauan harga. Serta, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi dan komunikasi efektif, terutama menjaga stabilitas dan daya beli.
"Dari segi keterjangkauan, pemerintah memberikan stimulus ekonomi berupa bantuan sosial, baik dari APBN maupun APBD. Dari segi ketersediaan, cadangan beras relatif aman melalui Bulog, ada 1-1,5 juta ton," jelasnya.
Baca juga: Bank Indonesia: Inflasi Tahun Ini akan Melebihi Batas Atas Sasaran
Menurutnya, saat ini terdapat 111 daerah yang akan melalukan kerja sama terkait daerah yang komoditasnya surplus. Dalam hal ini, akan memberikan stok tersebut kepada daerah yang mengalami defisit komoditas.
"Terakhir, kita juga akan lakukan komunikasi efektif untuk menjaga ekspektasi masyarakat. Sehingga, tidak menimbulkan panic buying," imbuh Airlangga.
Dengan beberapa program kerja dan upaya yang dilakukan, pihaknya memperkirakan laju inflasi pada 2022 akan berada di kisaran 4-4,8%.(OL-11)
Dari hasil pemantauan di pasar, harga masih relatif stabil dan terjangkau
Pasar Murah Artha Graha Peduli (AGP) 2025 masih terus dirasakan manfaat nyatanya oleh masyarakat.
Pasokan pangan di Kabupaten Kulon Progo berada dalam kondisi aman menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru), meskipun terdapat kenaikan pada harga cabai dan bawang merah.
Periode libur akhir tahun kerap disertai kenaikan permintaan dan potensi gejolak harga kebutuhan pokok, sehingga upaya stabilisasi perlu dilakukan lebih awal.
Pemkot Batam menambah pasokan cabai dari Lombok, dan petani lokal diperkirakan memasuki masa panen pada Desember.
Harga cabai, terutama jenis rawit di Pasar Rejosari meningkat dua kali lipat dibanding sebelum Desember, yakni dari tadinya Rp50 ribu, melonjak menjadi Rp80 ribu.
Produksi kedelai dalam negeri hanya berkisar 300– 500 ribu ton per tahun, sementara kebutuhan nasional mencapai 2,8 juta hingga 3 juta ton.
Tinjauan langsung penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Penurunan harga beras terjadi
MENJELANG perayaan Imlek 2025, Pemerintah Kota (Pemko) Batam melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) mengambil langkah proaktif untuk memastikan ketersediaan bahan pokok.
Pemerintah melalui Bapanas membangun kios pangan di berbagai daerah sebagai bagian dari upaya sinergis dalam stabilisasi pasokan dan harga pangan.
Harga pangan yang relatif stabil di level tinggi telah mengikis daya beli masyarakat. Kondisi itu akan semakin buruk jika ke depan ada kenaikan biaya lain.
Komoditas seperti jagung yang memiliki potensi besar dalam mendukung perekonomian nasional.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved