Headline
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
NILAI tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Kamis (11/8) sore ditutup menguat didorong turunnya laju inflasi di Amerika Serikat. Rupiah ditutup menguat 105 poin atau 0,71% ke posisi 14.766 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya 14.871 per dolar AS.
"Dolar AS melemah pascarilis data Consumer Price Index (CPI) AS semalam yang hasilnya di bawah estimasi pasar," kata analis Monex Investindo Futures Faisyal dalam kajiannya di Jakarta, Kamis. Data CPI AS yang menunjukkan redanya inflasi AS pada Juli meningkatkan ekspektasi akan kurang agresifnya siklus kenaikan suku bunga The Fed dari yang diperkirakan sebelumnya.
Meskipun begitu, para pedagang berjangka saat ini terlihat menurunkan keyakinan mereka untuk penaikan suku bunga sebesar 75 basis poin untuk yang ketiga kalinya beruntun pada September nanti setelah angka perilisan data CPI Juli. Saat ini pelaku pasar memperkirakan suku bunga kemungkinan besar hanya akan dinaikkan sebesar 50 basis poin. Mereka juga memperkirakan The Fed akan menaikkan suku bunga ke kisaran 3,25%-3,5% dibandingkan dengan sebelumnya di 3,5%-3,75%.
Namun, pelaku pasar juga tampaknya perlu mempertimbangkan pernyataan dua pejabat The Federal Reserve. Presiden Fed Minneapolis Neel Kashkari mengatakan bahwa sementara tekanan inflasi pada Juli mereda disambut baik olehnya, tetapi The Fed masih jauh dari menyatakan kemenangan dan perlu untuk menaikkan suku bunga yang jauh lebih tinggi dari kisaran saat ini di 2,25%-2,5%.
Presiden Fed Chicago Charles Evans juga mengatakan bahwa tingkat inflasi saat ini masih belum dapat diterima karena masih tinggi dan Fed kemungkinan akan perlu menaikkan suku bunga menjadi 3,25%-3,5% pada tahun ini dan menjadi 3,75%-4% pada akhir tahun depan.
Rupiah pada pagi hari dibuka menguat ke posisi 14.815 per dolar AS. Sepanjang hari rupiah bergerak di kisaran 14.759 per dolar AS hingga 14.818 per dolar AS. Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia pada Kamis menguat ke posisi 14.799 per dolar AS dibandingkan posisi hari sebelumnya 14.875 per dolar AS. (Ant/OL-14)
Nilai tukar Rupiah hari ini, Kamis 12 Februari 2026, dibuka melemah 25 poin ke level Rp16.811 per dolar AS dipicu data tenaga kerja AS yang solid.
Nilai tukar mata uang rupiah hari ini ditutup menguat ke 16.786 per dolar AS. Simak analisis lesunya ekonomi AS dan tingginya minat obligasi domestik.
Nilai tukar rupiah kembali menunjukkan performa positif pada pembukaan perdagangan Rabu pagi, 11 Februari 2026.
Nilai tukar Rupiah hari ini Selasa 10 Februari 2026 menguat ke level Rp16.799 per dolar AS didorong sentimen IKK dan meredanya tensi global.
Nilai tukar mata uang rupiah terhadap dolar AS hari ini, Jumat 6 Februari 2026, dibuka melemah ke level Rp16.870 akibat tekanan yield obligasi AS.
Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun, menyoroti tekanan terhadap nilai tukar rupiah yang dipicu ketidakpastian pasar keuangan global.
Perencanaan keuangan keluarga Indonesia kini semakin dipengaruhi kebutuhan lintas negara, mulai dari pendidikan internasional hingga pengelolaan aset global.
Nilai tukar rupiah ditutup melemah ke Rp16.828 per dolar AS hari ini, Kamis (12/2). Simak analisis ICDX terkait dampak Nonfarm Payroll AS terhadap kurs domestik.
Nilai tukar rupiah ditutup melemah 42 poin ke Rp16.828 per dolar AS. Penguatan dolar dan naiknya probabilitas The Fed menahan suku bunga pada Maret 2026 menekan pergerakan rupiah.
Nilai tukar Rupiah hari ini, Kamis 12 Februari 2026, dibuka melemah 25 poin ke level Rp16.811 per dolar AS dipicu data tenaga kerja AS yang solid.
Nilai tukar mata uang rupiah hari ini ditutup menguat ke 16.786 per dolar AS. Simak analisis lesunya ekonomi AS dan tingginya minat obligasi domestik.
Nilai tukar rupiah kembali menunjukkan performa positif pada pembukaan perdagangan Rabu pagi, 11 Februari 2026.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved