Kamis 04 Agustus 2022, 09:59 WIB

OPEC Sepakat Tingkatkan Produksi 100 Ribu Barel Per Hari pada September

 Insi Nantika Jelita | Ekonomi
OPEC Sepakat Tingkatkan Produksi 100 Ribu Barel Per Hari pada September

AFP
Grafik yang menunjukkan produksi minyak oleh 23 negara anggota OPEC dari Mei 2021 hingga Mei 2022.

 

ORGANISASI Negara Pengekspor Minyak atau OPEC dan sekutunya menyetujui peningkatan produksi minyak menyusul seruan Amerika Serikat (AS) dan konsumen utama lainnya untuk mendorong lebih banyak pasokan minyak di tengah krisis global.

Mereka sepakat untuk meningkatkan produksi kolektif sebesar 100 ribu barel per hari pada September, kata delegasi.

OPEC yang dipimpin Saudi Arabia berada di bawah tekanan setelah Presiden AS Joe Biden mengharapkan negara itu meningkatkan pasokan minyak global setelah perjalanan kunjungan kerjanya ke Saudi beberapa waktu lalu.

OPEC pun perlu berkoordinasikan rencana produksinya dengan koalisi produsen yang dipimpin Rusia yang memiliki aliansi.

Baca juga: Prediksi Ekonom, Harga Minyak Dunia Turun Hingga US$80 per Barel

OPEC dan sekutu pada Juni telah setuju untuk meningkatkan produksi sebesar 648.000 barel per hari untuk persediaan di Juli dan pada bulan Agustus.

Sebelum itu, OPEC plus juga meluncurkan kenaikan produksi bulanan sebesar 432.000 barel per hari sebagai bagian dari rencana yang disepakati tahun lalu untuk meningkatkan produksi di tengah pandemi.

Anggota OPEC terus berkoordinasi mengenai stok produksi minyak sampai akhir tahun ini, kata para delegasi setelah pertemuan Rabu, (3/8).

Harga minyak yang melonjak ketika penguncian wilayah akibat covid-19 mulai mereda dengan aktivitas ekonomi kembali pulih.

Minyak mentah Brent dalam patokan internasional, turun 3,4% menjadi $97,13 per barel pada Rabu (3/8), sementara minyak mentah AS turun 3,7% menjadi $90,97.

AS dan negara-negara barat sebagai konsumen minyak utama lainnya telah meminta aliansi OPEC yang menyumbang sekitar setengah dari produksi minyak dunia, untuk memompa lebih banyak minyak mentah guna menurunkan harga.

Di satu sisi, Rusia lebih memilih harga yang lebih tinggi untuk menebus ekspor yang hilang karena sanksi terkait Ukraina. (Wall Street Journal/Ins/OL-09)

Baca Juga

Antara

Menteri ESDM Minta PT Vale Tingkatkan Produksi Nikel

👤Insi Nantika Jelita 🕔Minggu 14 Agustus 2022, 22:33 WIB
PT Vale Indonesia memiliki satu fasilitas pengolahan dan pemurnian nikel di Sorowako dengan kapasitas 70.000 ton nikel...
Dok PLN

PLN Kebut Penataan Infrastruktur Kelistrikan G20 di Bali

👤Insi Nantika Jelita 🕔Minggu 14 Agustus 2022, 21:55 WIB
Saat ini progres tersebut mencapai 88,6 untuk pengamanan kelistrikan...
MI/Bayu Anggoro

Sinergi KUB Untuk Pengembangan Bisnis BPD

👤Bayu Anggoro 🕔Minggu 14 Agustus 2022, 20:54 WIB
POJK  mendorong penguatan permodalan BPD sehingga BPD dapat meningkatkan perannya sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya