Headline
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengeklaim Venezuela akan menyerahkan antara 30 hingga 50 juta barel minyak kepada AS menyusul operasi militer Washington dan penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro.
Trump menyampaikan klaim tersebut melalui unggahan di media sosial miliknya, Truth Social, pada Selasa (6/1) malam waktu setempat.
"Dengan senang hati saya mengumumkan Otoritas Sementara di Venezuela akan menyerahkan antara 30 dan 50 JUTA barel minyak berkualitas tinggi yang sudah disetujui kepada Amerika Serikat," kata Trump dalam unggahannya.
Menurut Trump, minyak tersebut akan dijual dengan harga pasar. Dana hasil penjualan nantinya akan dikelola langsung olehnya.
"Ini untuk memastikan penggunaannya bermanfaat bagi rakyat Venezuela dan Amerika Serikat," tambah dia.
Trump juga menyebut telah memerintahkan Menteri Energi AS, Chris Wright, untuk segera merealisasikan rencana tersebut. Ia menjelaskan minyak akan diangkut menggunakan kapal penyimpanan dan dibawa langsung ke dermaga bongkar muat di Amerika Serikat.
Seorang pejabat senior pemerintahan AS mengatakan minyak mentah itu telah diproduksi dan dikemas dalam barel. Sebagian besar minyak disebut sudah berada di atas kapal dan akan dikirim ke fasilitas pengolahan AS di kawasan Teluk.
Meski jumlah 50 juta barel terdengar besar, konsumsi minyak Amerika Serikat tergolong sangat tinggi. Pada bulan lalu, AS tercatat menghabiskan sekitar 20 juta barel minyak per hari.
Dengan konsumsi sebesar itu, tambahan pasokan dari Venezuela diperkirakan hanya berdampak terbatas. Jumlah tersebut dinilai mungkin menekan harga minyak global, namun kecil kemungkinan berpengaruh signifikan terhadap harga bahan bakar di tingkat konsumen.
Tak lama setelah pengumuman Trump di Truth Social, harga minyak AS dilaporkan turun sekitar 2% menjadi US$56 per barel.
Pengumuman ini disampaikan setelah Amerika Serikat melancarkan serangan ke Caracas dan menangkap Presiden Nicolas Maduro beserta istrinya pada 3 Januari lalu.
Operasi tersebut menuai kecaman luas dari komunitas internasional yang menilai tindakan AS melanggar hukum internasional.
Sejumlah pihak meyakini langkah Washington di Venezuela didorong oleh kepentingan untuk menguasai sumber daya energi negara tersebut.
Venezuela sendiri tercatat sebagai negara dengan cadangan minyak mentah terbesar di dunia, mencapai sekitar 300 miliar barel pada 2023, melampaui Arab Saudi dan Iran.(H-2)
Presiden interim Venezuela Delcy Rodriguez menolak tekanan AS terkait produksi minyak. Di sisi lain, ratusan tahanan politik mulai dibebaskan sebagai isyarat perdamaian.
Pascapenangkapan Nicolas Maduro, Presiden Interim Venezuela Delcy Rodriguez dijadwalkan mengunjungi AS. Trump prioritaskan akses minyak di tengah ketegangan.
Pemerintah Venezuela menerima dana sebesar US$300 juta (sekitar Rp5,0 triliun) dari hasil penjualan minyak mentah yang dikelola oleh Amerika Serikat.
Militer AS menyita kapal tanker Veronica di Laut Karibia sebagai bagian dari blokade minyak Venezuela. Pemerintahan Trump mulai menjual minyak hasil sitaan senilai US$500 juta.
Presiden AS Donald Trump menawarkan peluang investasi minyak di Venezuela kepada perusahaan migas AS, menjanjikan keamanan dan keuntungan besar pasca penangkapan Maduro.
SETELAH menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro, pemerintahan Donald Trump meningkatkan tekanan yang sudah cukup besar terhadap presiden baru negara itu, Delcy Rodriguez.
Cadangan minyak Venezuela bahkan melebihi milik Arab Saudi, Iran, dan Irak, menjadikan Venezuela sebagai negara dengan sumber daya minyak yang sangat strategis di pasar energi global.
ESKALASI ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat (AS) dan Venezuela secara langsung memicu kewaspadaan pengusaha Indonesia terhadap kinerja ekspor nasional.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved