Headline
Kemantapan jalan nasional sudah mencapai 93,5%
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) terus mengembangkan vaksin Merah Putih untuk mendukung kebutuhan vaksin nasional, sekaligus sebagai upaya menghadirkan kemandirian vaksin. Pengembangan vaksin yang sudah dilakukan sejak awal pandemi memang harus melewati tahapan panjang. Dan hingga kini pun vaksin buatan anak bangsa itu masih pada tahap uji prekilinis.
"Masih panjang karena masih harus uji klinis jika berhasil di uji preklinisa," ujar Kepala Organisasi Riset Kesehatan BRIN Indi Dharmayanti kepada Media Indonesia, Senin (25/7).
Baca juga: OJK Tengah Mengkaji Kelayakan HKI Jadi Jaminan Kredit ke Bank
Menurut Indi, sejauh ini di fase uji prekilinis memang tidak ditemukan kendala berarti. Namun, tahapan ilmiahnya harus dilakukan dengan benar agar hasilnya pun bisa dilanjutkan ke industri.
"Masih dalam tahap uji preklinis, sementara belum ada (kendala)," imbuhnya.
Uji prekilinis sendiri diperkirakan selesai pada akhir tahun. Itu termasuk uji toksisitas yang bisa memakan waktu hingga 6 bulan.
Adapun, vaksin yang dikembangkan BRIN terdiri atas 4 platform. Salah satunya merupakan seed vaksin yang sebelumnya dikembangkan Eijkman. Platform tersebut adalah tendem repeat epitope, vaksin DNA Delta Varian, Protein Rekombinan (Sel Ragi) dan Protein Rekombinan (Sel Mamalia). (OL-6)
Tingginya mobilitas masyarakat, terutama pada momen libur lebaran, menjadi salah satu faktor risiko yang patut diwaspadai orangtua mengenai risiko campak pada anak.
Waktu ideal untuk pemberian vaksinasi adalah minimal 14 hari atau dua pekan sebelum keberangkatan guna memastikan perlindungan optimal selama liburan.
Dokter mengingatkan orang tua untuk melengkapi imunisasi anak minimal dua pekan sebelum mudik Lebaran.
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat melaporkan peningkatan signifikan dalam jumlah kasus campak (measles) pada awal tahun 2026.
Malaria masih menjadi masalah kesehatan global yang kompleks akibat imunitas parsial, pembawa asimtomatik, dan resistensi insektisida.
Penerapan higiene dan sanitasi yang ketat dinilai menjadi garda terdepan dalam mencegah penularan penyakit yang kerap muncul akibat meningkatnya populasi kuman di musim hujan.
Hal itu karena serangan Iran ke sejumlah negara tetangganya merupakan respons atas operasi militer AS-Israel ke Iran pada 28 Februari lalu.
PENELITI dari BRIN kembali menambah daftar kekayaan biodiversitas Indonesia dengan mengidentifikasi dua spesies ngengat baru yang berasal dari Papua dan Sulawesi.
Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) terus berupaya mempercepat hilirisasi riset melalui program BRIN Goes to Industry.
Sarah Nuraini Siregar dari BRIN menyoroti penggunaan istilah "oknum" untuk anggota polisi, menegaskan tindakan individu mencerminkan institusi.
BRIN menjelaskan lubang besar di Aceh Tengah bukan fenomena sinkhole, melainkan longsoran geologi akibat batuan tufa rapuh, hujan lebat, dan faktor gempa bumi.
WILAYAH pesisir Indonesia menghadapi tekanan yang semakin kompleks, mulai dari abrasi, banjir rob, kenaikan muka air laut, hingga keterbatasan ruang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved