Rabu 01 Juni 2022, 07:36 WIB

OJK Apresiasi Erick Thohir Tunjuk IFG Kelola Dapen BUMN

mediaindonesia.com | Ekonomi
OJK Apresiasi Erick Thohir Tunjuk IFG Kelola Dapen BUMN

MI/Ramdani
Ilustrasi: Otoritas Jasa Keuangan

 

OTORITAS Jasa Keuangan (OJK) mengapresiasi langkah Kementerian BUMN mengkonsolidasikan dana pensiun (Dapen) perusahaan pelat merah di bawah pengelolaan Indonesia Financial Group (IFG).

Advisor Departemen Pengawasan Khusus IKNB OJK, Sumarjono mengatakan pihaknya menghargai langkah Menteri BUMN Erick Thohir dan Tim.

Menurutnya, Dapen BUMN di bawah pengelolaan Holding BUMN Asuransi, Penjaminan, dan Investasi ini akan memperkuat kontrol terhadap tata kelola dana yang dihimpun dari pegawai dan karyawan perseroan negara itu.

"Kami menghargai kementerian BUMN yang juga mengambil kesempatan untuk mengembangkan dan memperkuat dana pensiunnya dengan pengawasan IFG dengan konsolidasi,” ujar Sumarjono dalam gelaran IFG International Conference 2022, Rabu (31/5).

Meski begitu, Sumarjono mengingatkan agar implementasi rencana tersebut juga mempertimbangkan peraturan yang berlaku. Bahkan, perlu didasari pada kepentingan peserta program tersebut.

Data OJK mencatat, total aset dana pensiun per Maret 2022 mencapai Rp392,8 triliun atau naik 5,85% secara tahunan (Yoy). Di periode yang sama, nilai investasi dana pensiun sebesar Rp321,45 triliun dan naik 5,84% yoy.

"Kinerja positif di tengah pandemi ini menunjukkan bahwa sektor ini masih menarik, ” ungkap Sumarjono.

Sebelumnya, Wakil Menteri BUMN II Kartika Wirjoatmodjo atau Tiko menjelaskan integrasi Dapen ini untuk mengamankan aset para pensiunan BUMN dari tindakan korupsi. Saat ini proses kajian masih terus dilakukan Kementerian BUMN dan manajemen IFG.

"Di asuransi ada jangka panjang, liabilitas, kan ini ada asetnya. Kalau asetnya gagal dikembangkan nanti ada gap ditambahkan oleh pendiri, pendiri ini kan kementerian BUMN, ini kita sudah diskusikan, sudah ada kajiannya nanti pelan-pelan kita akan transfer ke sana (IFG), tujuannya untuk memastikan aset yang dikembangkan ini aman, tidak digunakan untuk investasi yang gak-gak gitu kan," ungkap Tiko.

Pengelolaan dana pensiun BUMN dalam satu payung perusahaan, lanjut Tiko, juga menjaga pertumbuhan aset dan liabilitas. Upaya ini perlu dilakukan agar dapen BUMN tidak mengikuti jejak kasus PT Jiwasraya (Persero) dan PT Asabri.

"Jangan sampai para pensiun ternyata asetnya tidak sampai mengejar liability, nanti seperti Jiwasraya dan Asabri. Pas orang pensiun, dia mau narik ternyata asetnya gak ada," ungkapnya. (OL-13)

Baca Juga: Pengusaha Diminta Jemput Bola Investasi di Kawasan Laut Natuna

Baca Juga

Dok. Kementan

Kunjungi Jatiluwih, Kementan Perkenalkan Praktik Pertanian Berkelanjutan ke Delegasi AMM G20

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 29 September 2022, 15:24 WIB
Kegiatan kunjungan itu merupakan penutup rangkaian acara Agriculture Ministers Meeting (AMM) G20 Indonesia tahun 2022 di Pulau...
Setpres

Program Bantalan Sosial Jokowi Dinilai Mampu Jaga Daya Beli Masyarakat di Daerah

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 29 September 2022, 14:38 WIB
Pemerintahan Presiden Jokowi sendiri telah menyiapkan anggaran sebesar Rp24,17 triliun untuk dialokasikan sebagai bantalan...
Antara

Penghitungan Garis Kemiskinan tidak Harus Sama dengan Bank Dunia

👤M. Ilham Ramadhan Avisena 🕔Kamis 29 September 2022, 13:43 WIB
Bank Dunia akan menggunakan metode penghitungan baru untuk mengukur tingkat kemiskinan. Sebelumnya, metode yang digunakan ialah...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya