Senin 09 Mei 2022, 18:43 WIB

Kemenkeu: APBN Jadi Shock Absorber Jaga Pemulihan Ekonomi

M. Ilham Ramadhan Avisena | Ekonomi
Kemenkeu: APBN Jadi Shock Absorber Jaga Pemulihan Ekonomi

Antara/Aprilio Akbar
Deretan gedung bertingkat di Jakarta

 

ANGGARAN Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) akan terus dijadikan peredam kejut (shock absorber) dari berbagai dinamika ke depan. Hal tersebut bertujuan agar pemulihan ekonomi tetap berlanjut sekaligus menguat. 

"APBN terus didorong sebagai shock absorber untuk tetap menjaga pemulihan ekonomi agar tetap berlanjut dan semakin menguat, menjaga penanganan kesehatan dan melindungi daya beli masyarakat miskin dan rentan, serta menjaga agar pengelolaan fiskal lebih sehat dan berkelanjutan dalam jangka menengah," kata Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan Febrio Nathan Kacaribu melalui keterangannya, Senin (9/6). 

Hal itu juga merupakan wujud dari komitmen pengambil kebijakan dalam menguatkan stabilitas laju pemulihan. Upaya yang telah ditempuh saat ini adalah menjaga stabilitas harga dan penebalan bantuan sosial bagi masyarakat miskin serta rentan.

Itu dilakukan melalui pemberian insentif selisih harga minyak goreng curah dan kemasan sederhana serta BLT pangan untuk 20,65 juta KPM (penerima kartu sembako dan PKH) dan 2,5 juta PKL makanan. Lalu menjaga pasokan batu bara dalam negeri dengan pemberlakuan denda dan kompensasi.

Baca juga : Usai Jatuh, IHSG Diprediksi Capai 7.800

Selain itu, pemerintah juga telah menerbitkan pelarangan ekspor CPO untuk menjaga kebutuhan dalam negeri dengan harga terjangkau. Kemudian upaya menjaga stabilitas harga kedelai, jagung melalui pemanfaatan cadangan stabilitas harga pangan (CSHP).

Febrio menambahkan, upaya lain yang dilakukan ialah menjaga agar program PEN tetap fleksibel sehingga lebih responsif dan antisipatif untuk merespon ketidakpastian. 

"Pemerintah juga menjaga agar reformasi struktural dan reformasi fiskal (reformasi perpajakan-UU HPP, reformasi desentralisasi fiskal-UU HKPD, penguatan spending better) dapat berjalan optimal serta mendorong reformasi subsidi yang tepat sasaran secara bertahap diselaraskan dengan momentum pemulihan ekonomi," terangnya. (OL-7)

Baca Juga

MI/Widjajadi

Bupati Sragen Apresiasi Presiden Jokowi dan Kerja Cerdas Menteri SYL

👤mediaindonesia.com 🕔Minggu 22 Mei 2022, 17:35 WIB
Menurut Bupati Sragen, arahan Jokowi dan juga kerja cerdas SYL mampu membuat Kabupaten Sragen menjadi salah satu lumbung pangan...
Ist/Kementan

Akademisi IPB: Sejak 2019 Indonesia Tak Impor Jagung Pakan

👤mediaindonesia.com 🕔Minggu 22 Mei 2022, 16:19 WIB
Data BPS pun mencatat sejak tahun 2019 hingga sekarang belum ada impor jagung pakan...
Dok. Komunitas Yuk Tumbuh Bersama

Komunitas Yuk Group Bantu Buka 5 Cabang U See Mie

👤mediaindonesia.com 🕔Minggu 22 Mei 2022, 15:50 WIB
KOMUNITAS Yuk Tumbuh Bersama bantu UMKM di...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya