Minggu 23 Januari 2022, 21:30 WIB

Aliran Keluar Modal Asing dari Indonesia DIprediksi Hanya Berlangsung Singkat 

Despian Nurhidayat | Ekonomi
Aliran Keluar Modal Asing dari Indonesia DIprediksi Hanya Berlangsung Singkat 

Antara/Dhemas Reviyanto
Ilustrasi nilai tukar rupiah

 

KEPALA Ekonom Permatabank Josua Pardede memperkirakan aliran modal asing yang keluar dari Indonesia hanya bersifat sementara. Setidaknya, aliran asing yang keluar akan berlangsung sampai dengan The Fed merealisasikan tapering off dan kenaikan suku bunga acuannya. 

"Dengan optimisme peningkatan pertumbuhan ekonomi pada 2022 ini serta didukung solidnya fundamental ekonomi Indonesia, maka aliran modal asing yang keluar ini diperkirakan akan bersifat sementara hingga Fed sudah merealisasikan tapering off dan kenaikan suku bunga acuannya," ungkapnya kepada Media Indonesia, Minggu (23/1). 

Lebih lanjut, Josua menjelaskan, aliran modal asing yang keluar secara khusus berlangsung di pasar SBN, mengingat di pasar saham masih tercatat net buy asing sebesar US$86,8 juta dalam pekan lalu, didorong oleh sentimen kenaikan suku bunga FFR, di mana ekspektasi pasar terus meningkat serta The Fed akan mulai menaikkan suku bunga acuannya pada FOMC Maret 2022 mendatang. 

Selain itu, tren kasus covid-19 yang meningkat secara global juga turut memberikan sentimen risk off di pasar keuangan regional Asia. Yield obligasi pemerintah negara berkembang dikatakan cenderung meningkat dalam sepekan dipengaruhi oleh kenaikan yield US Treasury pada awal pekan lalu. 

"Meskipun secara tahun kalender kepemilikan investor asing tercatat turun sekitar US$167,3 juta per 19 Januari 2022 (secara tahun kalender), sementara di pasar saham masih tercatat net buy asing sebesar $419,3 juta (secara tahun kalender)," ujar Josua. 

Baca juga : Ketua Kadin Jakarta Timur Dukung Aturan Alih Daya ke Pihak Ketiga

Ke depannya, meskipun sentimen kenaikan FFR dan omikron masih akan memengaruhi aliran modal asing ke pasar keuangan negara berkembang termasuk ke pasar keuangan domestik, namun stabilitas nilai tukar diperkirakan akan tetap terjaga. 

Hal ini mempertimbangkan fundamental perekonomian Indonesia yang solid di tengah kinerja neraca perdagangan yang kuat, ditopang oleh commodity boom saat ini, di mana selanjutnya mendorong kenaikan cadangan devisa sehingga mendorong keseimbangan supply demand valas di dalam negeri. 

"Lebih lanjut, Bank Indonesia melalui RDG bulan Januari ini pun memberikan sinyal untuk mengetatkan kebijakan moneternya dengan menaikkan GWM yang selanjutnya akan mempertimbangkan menaikkan suku bunga acuan BI7RR dalam rangka menjaga real policy rate dengan AS," pungkasnya. 

Perlu diketahui, Bank Indonesia (BI) mencatat aliran modal asing keluar dari pasar keuangan Indonesia sebesar Rp140 miliar dalam sepekan tepatnya 17-21 Januari 2021. (OL-7)

Baca Juga

MI/Susanto

Kisah Perjuangan Para Juragan Jaman Now Mengembangkan Bisnis di Tengah Pandemi

👤Indriyani Astuti 🕔Sabtu 21 Mei 2022, 22:45 WIB
Pasangan suami istri, Bunda Elis dan Babeh Roni pemilik camilan berbahan singkong bernama Yammy Babeh, selain menjalankan usaha juga...
Antara/Muhamamd Iqbal

Kendaraan Tanpa Awak bakal Jadi Transportasi Utama di IKN

👤Insi Nantika Jelita 🕔Sabtu 21 Mei 2022, 21:30 WIB
Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) Bambang Susantono menuturkan, kendaraan otonom (autonomous vehicle) itu akan menjadi bagian...
Antara/Syifa Yulinnas

Keran Ekspor CPO Dibuka, Petani Harapkan Harga TBS yang Pantas

👤Insi Nantika Jelita 🕔Sabtu 21 Mei 2022, 20:45 WIB
Ketua Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) Gulat Manurung mengharapkan minggu depan ada kenaikan angka BTS di atas Rp1.000...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya