Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
Wall Street naik tajam pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB), setelah Federal Reserve mengatakan akan mengakhiri pembelian obligasi era pandemi pada Maret karena bank sentral itu keluar dari kebijakan yang diberlakukan pada awal krisis kesehatan.
Indeks Dow Jones Industrial Average melonjak 1,08 persen atau 383,25 poin, menjadi menetap di 35.927,43 poin. Indeks S&P 500 melambung 1,63 persen atau 75,76 poin menjadi berakhir di 4.709,85 poin. Indeks Komposit Nasdaq terangkat 2,15 persen atau 327,94 poin, menjadi ditutup di 15.565,58 poin.
Di antara 11 indeks sektor S&P 500, sektor teknologi melonjak 2,7 persen dan layanan kesehatan terangkat 2,1 persen.
Setelah pertemuan kebijakan dua hari, The Fed mengisyaratkan target inflasinya telah terpenuhi, dan pengumumannya untuk mengakhiri pembelian obligasi membuka jalan bagi kenaikan suku bunga tiga perempat poin persentase pada akhir tahun 2022.
Ketiga indeks utama saham AS membalikkan penurunan awal dan naik ke wilayah positif. Wall Street memperpanjang kenaikan tersebut karena Ketua Fed Jerome Powell selama konferensi persnya memberikan nada optimis tentang pemulihan ekonomi AS dan menyatakan kesediaannya untuk menaikkan suku bunga yang diperlukan untuk mengendalikan inflasi.
"Apa yang dikatakan pasar adalah, karena Fed meningkatkan tapering mereka, mungkin mereka merasa inflasi terkendali," kata Tom Martin, manajer portofolio senior di Globalt Investments di Atlanta. "Mereka melakukan apa yang diharapkan. Itu akan menambah kredibilitas The Fed dan itu akan - seimbang - netral hingga positif bagi pasar."
Kenaikan tajam S&P 500 pada Rabu (15/12) menghapus hampir semua kerugiannya dari awal pekan ini dan membuatnya hampir mencapai rekor penutupan tertinggi pada Jumat (17/12).
Inflasi dan suku bunga yang lebih tinggi telah menjadi perhatian utama di Wall Street dalam beberapa bulan terakhir. Data pada Selasa (14/12) menunjukkan harga-harga produsen meningkat lebih tinggi dari yang diperkirakan dalam 12 bulan hingga November, mencatat kenaikan terbesar sejak 2010. Data harga konsumen minggu lalu menunjukkan kenaikan terbesar dalam hampir empat dekade.
"Anda memiliki dana lindung nilai yang diposisikan untuk yang terburuk, dalam hal yang terburuk untuk ekuitas, masuk ke pernyataan Fed," kata Michael James, direktur pelaksana perdagangan ekuitas di Wedbush Securities di Los Angeles. "Hari ini, saya pikir, adalah fungsi dari menjual ekspektasi dan membeli berita."
Saham Apple Inc menguat 2,85 persen dan Nvidia Corp melambung 7,49 persen, dengan keduanya mengangkat S&P 500 lebih banyak daripada saham lainnya.
Albemarle Corp berakhir 1,67 persen lebih rendah setelah Goldman Sachs menurunkan peringkat saham produsen lithium menjadi "jual" dari "netral."
Volume transaksi di bursa AS mencapai 12,2 miliar saham, lebih kuat dibandingkan dengan rata-rata 11,6 miliar selama 20 hari perdagangan terakhir. (Ant/OL-12)
Wall Street bereaksi keras atas ancaman terhadap independensi The Fed. Emas cetak rekor tertinggi saat investor mulai meragukan kredibilitas ekonomi AS.
IHSG dibuka hijau ke level 8.959 pada Rabu (7/1/2026). Penguatan didorong reli Wall Street dan progres dagang RI-AS. Simak rinciannya.
Indeks Dow Jones cetak rekor tertinggi sepanjang masa di tengah sentimen penangkapan Nicolás Maduro. Sektor energi dan finansial pimpin reli bursa Amerika Serikat.
Wall Street terguncang setelah Trump umumkan tarif baru hingga 40% terhadap 14 negara. Saham otomotif dan teknologi Jepang-Korea anjlok.
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump pada Minggu (25/5), mengungkapkan bahwa dirinya menyetujui untuk menunda rencana penerapan tarif impor 50% untuk Uni Eropa (UE).
KETIKA pengumuman tarif timbal balik Trump menimbulkan gelombang kejut di Wall Street, orang-orang terkaya di dunia kehilangan kekayaan bersih miliaran dolar hampir dalam semalam.
Bursa kembali memperketat pengawasan pasar. Pada perdagangan Rabu (21/1), sebanyak enam saham emiten resmi masuk daftar papan pemantauan khusus
Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) harus terhenti sejenak pada pembukaan perdagangan Rabu, 21 Januari 2026.
IHSG hari ini 20 Januari 2026 cetak rekor baru di 9.169 sebelum berfluktuasi. Cek saham top gainers ZATA, ELIT & analisis dampak Rupiah Rp17.000.
PT OCBC Sekuritas Indonesia bersama PT Inovasi Finansial Teknologi resmi menjalin kemitraan strategis untuk menghadirkan fitur investasi saham di platform Makmur.
IHSG kembali mencetak rekor All Time High di level 9.072 pada Kamis (15/1/2026). Simak data perdagangan, saham top gainers, dan sentimen pasar global.
VICE President Equity Retail Kiwoom Sekuritas Indonesia Oktavianus Audi, memperkirakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih berpeluang menguat hingga akhir Januari 2026.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved