Rabu 24 November 2021, 05:35 WIB

Harga Emas Turun Didorong Daya Tarik Obligasi yang Menguat

Muhamad Fauzi | Ekonomi
Harga Emas Turun Didorong Daya Tarik Obligasi yang Menguat

dok.Ant
Ilustrasi

 

EMAS jatuh ke level terendah hampir tiga minggu pada akhir perdagangan Selasa atau Rabu pagi WIB (23/11), menjadi bertengger di bawah level psikologis 1.800 dolar, karena pencalonan kembali Ketua Federal Reserve AS Jerome Powell memicu spekulasi kenaikan suku bunga yang lebih cepat, memperkuat dolar dan imbal hasil obligasi pemerintah.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember di divisi Comex New York Exchange, anjlok 22,5 dolar AS atau 1,25 persen, menjadi ditutup pada 1.783,80 dolar AS per ounce, merupakan penurunan sesi keempat berturut-turut. Sementara emas di pasar spot turun 0,9 persen menjadi 1.788,51 dolar AS per ounce pada pukul 19.13 GMT.

Sehari sebelumnya, Senin (22/11/2021), emas berjangka terperosok 45,3 dolar AS atau 2,45 persen menjadi 1.806,30 dolar AS, setelah terpangkas 9,8 dolar AS atau 0,53 persen menjadi 1.851,60 dolar AS pada Jumat (19/11/2021), dan jatuh 8,8 dolar AS atau 0,47 persen menjadi 1.861,40 dolar AS pada Kamis (19/11/2021).

Indeks dolar yang mengukur greenback terhadap enam mata uang saingannya relatif stabil setelah mencapai level tertinggi dalam 16 bulan membuat emas lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya, sementara imbal hasil obligasi pemerintah AS menguat.

"Emas telah mengalami aksi jual panik selama 48 jam terakhir dan saya akan menyalahkan sebagian besar dari kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah 10-tahun. Karena kurva imbal hasil semakin curam, emas berjangka tidak merespons dengan baik," kata Phillip Streible, kepala strategi pasar di Blue Line Futures di Chicago.

Investor bertaruh Powell akan meningkatkan kecepatan di mana bank sentral menormalkan kebijakan moneter untuk mengatasi lonjakan harga-harga konsumen dengan lebih baik. Powell dan Menteri Keuangan Janet Yellen akan muncul di hadapan Komite Perbankan Senat minggu depan.

Harga emas telah jatuh hampir 100 dolar AS sejak mencapai puncak lima bulan di 1.876,90 dolar AS per ounce minggu lalu.

Namun, Ross Norman, seorang analis independen, mengatakan "terlalu dini untuk menghapus (write off) emas".

"Inflasi masih terus berjalan, dan ada pembatasan COVID-19 di Eropa sekali lagi. Tetapi beban ada pada bullish untuk membuktikan kasus mereka dan menggalang dukungan, jika gagal, logam dapat melayang lebih rendah lagi," tambah Norman.

Emas dipandang sebagai lindung nilai terhadap inflasi, tetapi kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah menantang status itu karena mereka diterjemahkan ke dalam peluang kerugian yang lebih tinggi memegang emas.

Emas juga tertekan setelah Indeks Manajer pembelian (PMI) manufaktur IHS Markit yang dirilis pada Selasa (23/11/2021) meningkat menjadi 59,1 pada November dari 58,4 pada Oktober, pada dasarnya sejalan dengan perkiraan ekonom 59,0.

Pasar AS akan ditutup pada Kamis (25/11/2021) untuk merayakan Thanksgiving.

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Desember turun 86,2 sen atau 3,55 persen, menjadi ditutup pada 23,435 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Januari turun 50,9 dolar AS atau 5,01 persen, menjadi ditutup pada 964,2 dolar AS per ounce. (Ant/OL-13)

Baca Juga: Presiden Tegaskan Kebutuhan Jagung Nasional Bisa Dipenuhi Petani Lokal

Baca Juga

Dok.SIG

Gerak Cepat, SIG Salurkan Bantuan bagi Korban Bencana Semeru

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 07 Desember 2021, 18:10 WIB
Penyaluran bantuan kepada korban bencana erupsi Gunung Semeru ini merupakan prioritas utama...
ANTARA/GALIH PRADIPTA

DPR Sahkan UU Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah

👤M. Ilham Ramadhan Avisena 🕔Selasa 07 Desember 2021, 18:03 WIB
Dari sembilan fraksi yang ada, hanya fraksi PKS yang menyatakan menolak RUU itu disahkan menjadi UU. Sementara delapan fraksi lainnya...
ANTARA/GALIH PRADIPTA

IHPS Semester I 2021, BPK ungkap 14.501 permasalahan senilai Rp8,37 T

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 07 Desember 2021, 17:38 WIB
IHPS I Tahun 2021 merupakan ringkasan dari 673 Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) keuangan, 39 LHP kinerja, dan 20 LHP dengan tujuan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya