Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

SBN ORI029 Disebut Jadi Investasi Aman di Tengah Ketidakpastian Ekonomi

Andhika Prasetyo
30/1/2026 13:20
SBN ORI029 Disebut Jadi Investasi Aman di Tengah Ketidakpastian Ekonomi
Ilustrasi(Bibit)

Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan mengajak masyarakat untuk mengalokasikan investasi mereka ke Surat Berharga Negara (SBN). Plt Direktur Surat Utang Negara DJPPR Kementerian Keuangan Novi Puspita Wardani merekomendasikan alokasi investasi di instrumen Obligasi Negara Ritel (ORI) seri ORI029, yang baru saja diterbitkan oleh pemerintah.

“Banyak masyarakat ingin mulai berinvestasi, tapi tidak ingin mengambil risiko yang membuat tidur tidak nyenyak. Karena itu, ORI029 dirancang sebagai instrumen investasi yang aman dan terjamin,” ujar Novi.

Ia mengatakan, bagi masyarakat yang berminat untuk berinvestasi, dapat melakukan pemesanan melalui mitra distribusi resmi yang telah ditunjuk oleh pemerintah.

Bibit.id, salah satu mitra distribusi, menyebut Surat Berharga Negara (SBN) ritel seri ORI029 dinilai sebagai pilihan investasi yang relatif aman dan rasional bagi masyarakat di tengah kondisi ekonomi global dan domestik yang diliputi ketidakpastian.

Pemerintah menawarkan ORI029 dalam dua varian tenor. ORI029-T3 memiliki tenor tiga tahun dengan kupon tetap 5,45% per tahun. Sementara, ORI029-T6 bertenor enam tahun dengan kupon 5,80% per tahun. Minimum pemesanan keduanya Rp1 juta dengan kelipatan Rp1 juta. Batas maksimal pembelian mencapai Rp5 miliar untuk T3 dan Rp10 miliar untuk T6.

Salah satu daya tarik utama ORI029 adalah skema imbal hasil tetap (fixed rate) hingga jatuh tempo. Skema ini membuat kupon tidak terpengaruh fluktuasi suku bunga maupun dinamika ekonomi. Dengan demikian, investor tetap memperoleh pembayaran kupon bulanan yang stabil meski terjadi perubahan kebijakan suku bunga Bank Indonesia atau gejolak global.

Head of PR & Corporate Communication Bibit.id, William, menyebut ORI029 memberikan kepastian imbal hasil sekaligus tingkat keamanan tinggi karena dijamin negara.

“Kupon akan dibayarkan setiap bulan sehingga bisa menjadi passive income yang menarik. Selain itu, ORI029 merupakan instrumen investasi yang pembayaran kupon dan pokoknya 100% dijamin oleh undang-undang,” ujar William.

Ia membandingkan ORI dengan deposito perbankan yang hanya dijamin Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) hingga Rp2 miliar per nasabah dan dengan batas bunga penjaminan tertentu.

Bibit sendiri merupakan mitra distribusi SBN kategori fintech yang memperoleh penghargaan dari Kementerian Keuangan Republik Indonesia pada 2024 sebagai Mitra Distribusi SUN dan SBSN Ritel Terbaik di kategori financial technology. Pada 2025, Bibit juga meraih predikat produk aplikasi investasi terfavorit dari media ekonomi nasional.

Proses pembelian ORI029 di Bibit dilakukan sepenuhnya secara online dan dapat diakses 24 jam selama masa penawaran, termasuk akhir pekan. Pembayaran menggunakan Rekening Dana Nasabah (RDN) tanpa biaya tambahan, bahkan disertai promo cashback.

ORI029 juga bersifat tradeable, sehingga dapat diperjualbelikan di pasar sekunder sebelum jatuh tempo. Meski demikian, investor tetap perlu mempertimbangkan kondisi pasar dan ketersediaan pembeli karena harga di pasar sekunder dapat berfluktuasi.

Untuk berinvestasi, pengguna cukup memilih menu SBN di aplikasi Bibit. Dalam pengelolaan administrasi dan penyimpanan dana investor, Bibit bermitra dengan Stockbit Sekuritas. Setelah transaksi selesai, investor akan menerima Bukti Penerimaan Negara (BPN) yang memuat Nomor Tanda Penerimaan Negara (NTPN) sebagai bukti kepemilikan resmi.

William menambahkan bahwa investasi ORI029 tidak hanya memberi imbal hasil menarik, tetapi juga berkontribusi pada pembiayaan APBN dan pembangunan nasional.

“Investasi di ORI029 memberikan imbal hasil yang pasti sekaligus kesempatan bagi investor untuk ikut mendukung pembangunan nasional,” tutupnya. (Ant/E-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya