Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Selasa (19/10) diperkirakan terkoreksi dipengaruhi kenaikan imbal hasil atau yield obligasi pemerintah Amerika Serikat.
Pada pukul 9.37 WIB, rupiah masih menguat 25 poin atau 0,18 persen ke posisi Rp14.085 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.110 per dolar AS.
"Rupiah kemungkinan akan melemah karena dampak dari kenaikan imbal hasil US treasury," kata analis pasar uang Bank Mandiri Rully Arya saat dihubungi di Jakarta, Selasa.
Menurut Rully, perlu diwaspadai risiko terkait krisis energi, serta permasalahan ekonomi di AS dan Tiongkok.
Ekspektasi akan inflasi AS yang terus mengalami kenaikan dinilai dapat terus berdampak kepada pergerakan imbal hasil US treasury atau obligasi AS ke depan dan ada kemungkinan pertengahan November The Fed akan mulai melakukan tapering.
"Selain itu, pasar juga menunggu hasil Rapat Dewan Gubernur BI yang akan diumumkan hari ini, terutama bagaimana sinyal kebijakan ke depan dalam menghadapi tapering The Fed," ujar Rully.
Sementara itu, jumlah kasus harian COVID-19 pada Senin (18/10) mencapai 626 kasus sehingga total jumlah kasus terkonfirmasi positif COVID-19 mencapai 4,24 juta kasus.
Sedangkan jumlah kasus meninggal akibat terpapar COVID-19 mencapai 47 kasus sehingga totalnya mencapai 142.999 kasus.
Sementara itu, jumlah kasus sembuh bertambah sebanyak 1.593 kasus sehingga total pasien sembuh mencapai 4,08 juta kasus. Dengan demikian, total kasus aktif COVID-19 mencapai 17.374 kasus.
Untuk vaksinasi, jumlah masyarakat yang sudah disuntik vaksin dosis pertama mencapai 107,98 juta orang dan vaksin dosis kedua 63,19 juta orang dari target 208 juta orang yang divaksin.
Ariston mengatakan rupiah hari ini akan bergerak di kisaran Rp14.095 per dolar AS hingga Rp14.185 per dolar AS.
Pada Senin (18/10), rupiah ditutup melemah 35 poin atau 0,25 persen ke posisi Rp14.110 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.075 per dolar AS. (Ant/OL-12)
Federal Reserve resmi menahan suku bunga di level 3,5%-3,75%. Jerome Powell soroti dampak ketidakpastian perang terhadap inflasi dan tegaskan tak akan mundur.
IHSG dibuka melemah 0,32% ke level 7.338 pada Jumat (13/3/2026). Konflik AS-Iran picu lonjakan harga minyak dan ekspektasi hawkish The Fed.
Putusan Mahkamah Agung AS terkait tarif Donald Trump menjadi sentimen positif bagi IHSG. Pasar juga mencermati data PDB AS, inflasi PCE, dan arah suku bunga The Fed.
Prediksi harga emas Sabtu 14 Februari 2026 diperkirakan stabil hingga menguat terbatas, dipengaruhi harga emas dunia dan nilai tukar rupiah.
Nilai tukar rupiah ditutup melemah 42 poin ke Rp16.828 per dolar AS. Penguatan dolar dan naiknya probabilitas The Fed menahan suku bunga pada Maret 2026 menekan pergerakan rupiah.
HARGA bitcoin kembali mengalami pelemahan di bawah US$90.000 setelah Federal Reserve (The Fed) memutuskan untuk menahan suku bunga acuan di kisaran 3,50%-3,75%.
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS hari ini 19 Maret 2026 bergerak fluktuatif di level Rp16.900-an. Cek juga harga emas Antam yang menguat hari ini.
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS diprediksi fluktuatif pada 18 Maret 2026 usai BI menahan suku bunga di 4,75%. Cek harga kurs terbaru di sini.
Nilai tukar rupiah ditutup stagnan Rp16.997 per dolar AS hari ini (17/3). Cek hasil RDG Bank Indonesia terkait BI-Rate dan dampak pernyataan dovish Gubernur BI.
BANK Indonesia memutuskan untuk mempertahankan BI-Rate hari ini 17 Maret 2026 sebesar 4,75 persen untuk memperkuat rupiah
Kurs rupiah hari ini 17 Maret 2026 menguat ke Rp16.965 per dolar AS. Pasar menanti pengumuman BI Rate di tengah tensi geopolitik Timur Tengah.
Kurs rupiah ditutup melemah ke 16.997 per dolar AS pada Senin (16/3/2026). Simak analisis penyebab pelemahan terkait geopolitik dan inflasi AS di sini.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved