Selasa 12 Oktober 2021, 19:24 WIB

Kapolri Perintah Jajaran Tindak Tegas Pinjol Ilegal

Yakub Pryatama Wijayaatmaja | Ekonomi
Kapolri Perintah Jajaran Tindak Tegas Pinjol Ilegal

ANTARA FOTO/Didik Suhartono
Mural tentang bahaya pinjaman online

 

KAPOLRI Jenderal Listyo Sigit Prabowo menginstruksikan kepada seluruh jajaran kepolisian untuk menindak tegas penyelenggara financial technology peer to peer lending (fintech P2P lending) atau biasa dikenal pinjaman online (Pinjol) ilegal yang telah merugikan masyarakat.

Tindak tegas tersebut, kata Listyo, juga merupakan instruksi langsung dari Presiden Indonesia Joko Widodo (Jokowi), yang memberikan perhatian khusus terhadap kejahatan Pinjol.

Pasalnya, hal itu telah merugikan masyarakat, khususnya di tengah pandemi covid-19.

"Kejahatan Pinjol Ilegal sangat merugikan masyarakat sehingga diperlukan langkah penanganan khusus. Lakukan upaya pemberantasan dengan strategi Pre-emtif, Preventif maupun Represif," papar Listyo di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (12/10).

Menurut Listyo, oknum pinjol ilegal memberikan promosi atau tawaran yang membuat masyarakat tergiur untuk menggunakan jasa layanan tersebut.

Sehingga, hal tersebut menjadi salah satu penyebab banyaknya korban dari Pinjol.

Baca juga: OJK Sudah Tutup Operasional 3.856 Pinjol Ilegal

"Harus segera dilakukan penanganan untuk memberikan perlindungan kepada masyarakat," ujarnya.

Listyo juga menyatakan oknum pinjol memanfaatkan situasi masyarakat yang perekonomiannya terdampak.

Sehingga, warga banyak yang tergiur untuk menggunakan jasa pinjol ilegal.

Padahal, kata Listyo, Pinjol ilegal sangat merugikan masyarakat, karena data diri korban bakal dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan apabila telat membayar ataupun tidak bisa melunasi pinjamannya.

Bahkan, ada beberapa kasus bunuh diri lantaran tidak mampu membayar bunga yang besar dari Pinjol ilegal tersebut.

"Banyak juga ditemukan penagihan yang disertai ancaman. Bahkan dalam beberapa kasus ditemukan para korban sampai bunuh diri akibat bunga yang semakin menumpuk dan tidak membayar," ungkap eks Kapolda Banten tersebut.

Seperti diketahui, hingga Oktober 2021, Polri tercatat menerima sebanyak 370 laporan polisi terkait kejahatan Pinjol Ilegal.

Dari jumlah itu, 91 diantaranya telah selesai, 278 proses penyelidikan dan tiga tahap penyidikan.

Polri juga telah memiliki kerjasama tentang pemberantasan pinjaman online ilegal dengan OJK, Bank Indonesia, Kemenkominfo, serta Kementerian Koperasi dan UMKM. (OL-4)

Baca Juga

Dok Minaqu Home Nature

Menteri Koperasi UKM Dukung Minaqu Jadi Lokomotif Pasar Global

👤Media Indonesia 🕔Selasa 19 Oktober 2021, 20:50 WIB
Para petani, lanjut Teten, harus dikonsolidasi, jangan biarkan mereka hanya menggarap di lahan yang sempit. Lebih baik terkonsolidasi...
 MI/Usman Iskandar.

Pahami Jenis dan Cara Investasi Reksa Dana

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 19 Oktober 2021, 20:38 WIB
Reksa dana menjadi salah satu produk perbankan yang populer karena jenis investasi yang menguntungkan dan tingkat profitabilitasnya pasti...
Dok. Kinglnad Avenue

Gandeng Cushman & Wakefield, Kingland Avenue Hadirkan Layanan Bertaraf Internasional 

👤Ghani Nurcahyadi 🕔Selasa 19 Oktober 2021, 20:28 WIB
“Kerja sama dengan Cushman & Wakefield sebagai building management service, akan menjadikan Kingland Avenue sebuah kawasan hunian...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Mencegah Proyek Kereta (jadi) Mubazir

Pembengkakan biaya menjadi biang keladi perlu turun tangannya negara membiayai proyek dengan dana APBN.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya