Selasa 12 Oktober 2021, 16:10 WIB

OJK Sudah Tutup Operasional 3.856 Pinjol Ilegal

Despian Nurhidayat | Ekonomi
OJK Sudah Tutup Operasional 3.856 Pinjol Ilegal

Antara
Sejumlah anak membaca di dekat mural terkait bahaya pinjaman online di wilayah Tempurejo, Surabaya.

 

HINGGA Agustus 2021, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah menutup operasional 3.856 fintech peer to peer lending atau pinjol ilegal. Langkah itu berdasarkan koordinasi Satgas Waspada Investasi dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika.

"Telah dilakukan pemutusan akses 3.856 platform fintech tanpa izin, termasuk penyelenggara peer-to-peer lending fintech tanpa izin," ungkap Deputi Komisioner Hubungan Masyarakat dan Logistik OJK Anto Prabowo kepada Media Indonesia, Selasa (12/10).

Menurut Anto, OJK sudah melakukan kerja sama dengan Google terkait syarat aplikasi pinjaman pribadi di Indonesia, yang sering disalahgunakan pelaku pinjol ilegal. Sejak 28 Juli 2021, Google telah menambahkan syarat kelayakan bagi aplikasi pinjaman pribadi, yakni dokumen lisensi atau terdaftar di OJK.

Baca juga: Perempuan Rentan Terjerat Pinjol Ilegal Akibat Pandemi

Dengan begitu, pinjol ilegal tidak dapat mengunggah aplikasi mereka di Google. "Selain itu, sebelum bertransaksi, pastikan selalu platform pembiayaan sudah terdaftar resmi di OJK. Informasi tersebut dapat diakses secara mudah melalui situs OJK di www.ojk.go.id.," imbuhnya.

OJK dikatakannya terus memperhatikan aspek perlindungan konsumen pada pemanfaatan produk layanan jasa keuangan. Menurut Anto, upaya meningkatkan literasi keuangan menjadi kunci preventif, agar masyarakat semakin cerdas dan bijak dalam memanfaatkan produk dan layanan jasa keuangan secara digital.

Baca juga: Ada Modus Penipuan Terkait BCA, Ini Tips untuk Menghindarinya

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo meminta OJK untuk menjaga momentum pertumbuhan industri jasa keuangan digital. Itu dengan menciptakan ekosistem pinjol yang bertanggung jawab dan memiliki mitigasi risiko yang kuat. Pinjol ilegal sudah merajalela, karena kemudahan akses ke ruang publik, baik lewat situs maupun aplikasi.

"Ini harus diatasi dua sisi. Pertama, meningkatkan edukasi sebagai benteng utama masyarakat agar tidak tergoda tawaran manis. Di sisi lain, Satgas Waspada Investasi bersama Polri dan unsur kementerian/lembaga melakukan cyber patrol dengan take down aplikasi pinjol ilegal," pungkas Anto.(OL-11)
 

Baca Juga

Antara

Garuda Siap Hadapi Gugatan PKPU Mitra Buana Koorporindo

👤Insi Nantika Jelita 🕔Rabu 27 Oktober 2021, 11:00 WIB
PT Garuda Indonesia.Tbk akan mempelajari permohonan PKPU tersebut, bersama dengan konsultan yang telah ditunjuk oleh emiten...
Antara

Saham Korsel Merosot, Laba Samsung Electronics jadi Fokus

👤Muhamad Fauzi 🕔Rabu 27 Oktober 2021, 10:25 WIB
SAHAM-saham Korea Selatan (Korsel) jatuh pada awal perdagangan Rabu (27/10), karena para pedagang melakukan aksi ambil...
Ist/PUPR

Sambung Missing Link di Aceh Tengah, BPJN Aceh Bangun Jalan Geumpang–Pameu 

👤mediaindonesia.com 🕔Rabu 27 Oktober 2021, 09:24 WIB
Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh membangun Jalan Geumpang – Pameu sepanjang 59,6...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Era Penuh Harapan di Dusun Bondan

Energi terbarukan mengangkat Dusun Bondan di Cilacap dari keterpurukan. Kini, warga selangkah lagi menggapai kesejahteraan.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya