Headline
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Kumpulan Berita DPR RI
BANK Indonesia mencatat posisi yang beredar dalam arti luas (M2) pada Mei 2021 tumbuh melambat dibandingkan April 2021. Adapun M2 meliputi M1, tabungan, simpanan berjangka rupiah dan valuta asing, serta giro valuta asing.
Posisi M2 pada Mei 2021 tercatat sebesar Rp6.994,9 triliun, atau tumbuh 8,1% (yoy). Itu melambat dibandingkan pertumbuhan bulan sebelumnya (11,5%, yoy).
"Pelambatan terjadi pada mayoritas komponen M1 dan uang kuasi. M1 meliputi uang kartal yang dipegang masyarakat dan giro rupiah," ujar Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia Erwin Haryono, Selasa (22/6).
Pertumbuhan M1 pada Mei 2021 tercatat 12,6% (yoy), atau lebih rendah dibandingkan pertumbuhan April (17,4%, yoy). Terutama dipengaruhi oleh perlambatan peredaran kartal dan giro rupiah.
Baca juga: Ekonomi Digital Bisa Diandalkan untuk Dongkrak Pertumbuhan
Pada Mei 2021, kartal tercatat sebesar Rp743,7 triliun atau tumbuh 8,6% (yoy). Itu melambat dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 15,6% (yoy). Seiring dengan kembali normalnya kebutuhan uang tunai masyarakat setelah Idulfitri.
Giro rupiah masyarakat pada Mei 2021 tumbuh 15,5% (yoy), atau lebih rendah dibandingkan bulan April (18,7%, yoy). Sedangkan dana float (saldo) uang elektronik yang diterbitkan bank tumbuh positif (31,4%, yoy) pada Mei 2021. Itu meningkat dibandingkan periode April 28,1% (yoy).
Dana float pada Mei 2021 tercatat Rp2,9 triliun, dengan pangsa 0,16% terhadap M1. Sementara itu, uang kuasi sebesar Rp5.114,8 triliun dengan pangsa 73,1% terhadap M2. Itu tumbuh melambat menjadi 6,8% pada Mei 2021, dari April sebesar 9,7% (yoy).
Perlambatan terjadi pada hampir seluruh instrumen uang kuasi baik tabungan, simpanan berjangka rupiah, serta giro valas. Simpanan berjangka valas masih terkontraksi namun menunjukan perbaikan. Surat berharga selain saham masih tumbuh negatif sebesar -25,6% (yoy), meski tidak sedalam pertumbuhan negatif bulan sebelumnya (-28,2%, yoy).
Baca juga: BI Kembali Tahan Suku Bunga Acuan di Level 3,5%
"Hal tersebut seiring meningkatnya tagihan akseptasi korporasi non bank dalam rupiah dan valas," jelas Erwin.
Berdasarkan faktor yang memengaruhi, perkembangan M2 pada Mei 2021 terutama dipengaruhi pelambatan aktiva luar negeri bersih. Aktiva luar negeri bersih pada Mei 2021 tumbuh 6,4% (yoy), atau lebih rendah dibandingkan pertumbuhan April 2021 (10,7%, yoy).
Hal tersebut disebabkan pelambatan tagihan sistem moneter kepada bukan penduduk, khususnya berupa kepemilikan surat berharga. Sementara itu, tagihan bersih kepada pemerintah pusat meningkat dari 45% (yoy) menjadi 61,4% (yoy) pada Mei 2021.
Peningkatan disebabkan perlambatan kewajiban sistem moneter kepada pemerintah pusat berupa simpanan dalam rupiah maupun valas. Penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) pada Mei 2021 tercatat Rp6.588,1 triliun, atau tumbuh 11,1% (yoy), sedikit melambat dibandingkan bulan sebelumnya (11,5%, yoy).
Baca juga: Menkeu: Hingga Mei 2021, Defisit APBN Capai Rp219 Triliun
Adapun perlambatan DPK terutama pada tabungan rupiah dan giro valas. Berdasarkan golongan nasabah, perlambatan giro serta tabungan terjadi pada nasabah perorangan. Di sisi lain, simpanan berjangka tercatat tumbuh meningkat, sehingga menahan perlambatan DPK lebih dalam.
Tabungan tercatat melambat dari 12,8% (yoy) pada April 2021, kemudian menjadi 11,6% (yoy) pada bulan laporan. Terutama disebabkan oleh perlambatan tabungan rupiah di wilayah Jawa Barat dan Jawa Timur.
Sementara itu, giro melambat dari 19,5% (yoy) pada April 2021 menjadi 18,8% (yoy). Itu bersumber pada penurunan simpanan giro valas di bank yang berada di wilayah DKI Jakarta dan Sumatera Selatan.
Di sisi lain, simpanan berjangka meningkat dari 6,1% (yoy) pada April 2021, kemudian menjadi 6,4% (yoy) pada Mei 2021. Khususnya, simpanan berjangka di wilayah Jawa Barat dan Jawa Timur.(OL-11)
BANK Indonesia (BI) mencatat lebih dari 36 persen volume transaksi Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) secara nasional berasal dari DKI Jakarta.
Meskipun sejumlah daerah terdampak bencana hidrometeorologi, stok bahan pangan pokok di Sumbar dalam kondisi aman dan mencukupi untuk beberapa bulan ke depan.
LEMBAGA pemeringkat Moody's mempertahankan sovereign credit rating Republik Indonesia pada Baa2 dan melakukan penyesuaian outlook menjadi negatif pada 5 Februari 2026.
BI ingin menjamin masyarakat agar saat menjalani ibadah keagamaan tersebut harga-harga pangan terjangkau dan tersedia.
Kasus tersebut telah dimonitor oleh Polsek Setu bersama Polres Metro Bekasi untuk menindaklanjuti informasi temuan potongan kertas.
Karier Juda di BI dimulai sebagai Staf Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter, termasuk penugasan di Kantor Perwakilan BI London (1992–1999).
GUBERNUR Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menegaskan bank sentral melakukan intervensi di pasar keuangan menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah ketidakpastian global.
BI memutuskan menahan BI Rate di level 4,75% dalam RDG Januari 2026. Kebijakan ini ditempuh untuk menjaga rupiah dan mendorong pertumbuhan ekonomi.
ASEAN mulai menghidupkan kembali wacana pembentukan dana moneter regional demi memperkuat keamanan keuangan kawasan.
BANK Indonesia (BI) memastikan akan terus menjaga stabilitas nilai tukar rupiah untuk mendukung ketahanan ekonomi dalam negeri.
PELONGGARAN kebijakan moneter global, pemangkasan suku bunga oleh Bank Sentral Amerika Serikat, dan Bank Indonesia telah menciptakan optimisme di tengah kelesuan perekonomian global.
Pemerintah selaku otoritas fiskal mesti mengeluarkan kebijakan yang mendukung pelonggaran kebijakan moneter yang dilakukan Bank Indonesia agar perekonomian bisa bergerak secara optimal.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved