Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
BANK Indonesia (BI) memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan (BI Rate) di level 4,75%. Keputusan tersebut diambil dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI pada 20-21 Januari 2026.
Sejalan dengan itu, suku bunga deposit facility tetap berada di 3,75%, sementara suku bunga lending facility dipertahankan di level 5,50%.
Gubernur BI Perry Warjiyo menjelaskan, keputusan tersebut konsisten dengan fokus kebijakan moneter saat ini, yakni menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah meningkatnya ketidakpastian global, sekaligus mendukung pencapaian sasaran inflasi dan pertumbuhan ekonomi.
“Keputusan ini konsisten dengan upaya stabilisasi nilai tukar rupiah akibat meningkatnya ketidakpastian global, guna mendukung pencapaian sasaran inflasi 2026-2027 serta mendorong pertumbuhan ekonomi,” ujar Perry dalam Pengumuman Hasil RDG Bulanan Januari 2026 yang digelar secara daring, Rabu (21/1).
Ke depan, BI akan terus memperkuat efektivitas transmisi pelonggaran kebijakan moneter dan makroprudensial yang telah ditempuh. Perry menegaskan, ruang penurunan BI Rate ke depan tetap terbuka seiring dengan proyeksi inflasi 2026-2027 yang terkendali dalam sasaran 2,5% ±1%, serta kebutuhan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi.
“Kebijakan makroprudensial Bank Indonesia tetap diarahkan pro growth, antara lain melalui peningkatan efektivitas Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial guna mempercepat penurunan suku bunga dan mendorong pertumbuhan kredit ke sektor riil, khususnya sektor prioritas pemerintah,” jelasnya.
Di sisi lain, BI juga terus mengarahkan kebijakan sistem pembayaran untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif melalui perluasan akses pembayaran digital, penguatan struktur industri sistem pembayaran, serta peningkatan ketahanan infrastruktur.
Bauran kebijakan moneter, makroprudensial, dan sistem pembayaran tersebut diarahkan untuk menjaga stabilitas sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Langkah-langkah yang ditempuh antara lain penguatan stabilisasi nilai tukar rupiah melalui intervensi di pasar NDF luar negeri, transaksi spot, serta Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) di pasar domestik.
Selain itu, BI memperkuat strategi operasi moneter pro-market untuk meningkatkan efektivitas transmisi kebijakan, serta mengoptimalkan pelonggaran kebijakan makroprudensial guna mendorong penyaluran kredit dan penurunan suku bunga perbankan.
Dalam mendukung digitalisasi, BI juga menyiapkan implementasi QRIS antarnegara Indonesia-Tiongkok dan Indonesia-Korea Selatan yang ditargetkan mulai berjalan pada triwulan I 2026, serta memperluas kerja sama internasional di bidang kebanksentralan, termasuk konektivitas sistem pembayaran dan transaksi mata uang lokal.
BI turut memfasilitasi promosi investasi dan perdagangan di sektor prioritas melalui kerja sama dengan berbagai instansi terkait. (Z-10)
Pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp911,16 miliar untuk memberikan diskon transportasi selama periode mudik Lebaran 2026.
Indef menilai outlook negatif Moody’s mencerminkan kenaikan persepsi risiko, bukan pelemahan fundamental, sehingga menekan kepercayaan investor.
TRANSFORMASI sektor manufaktur, khususnya manufaktur padat karya, menjadi kunci utama untuk mendorong akselerasi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026.
Pemerintah menegaskan komitmen untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan.
Dari sisi pengeluaran, perekonomian Jakarta masih ditopang oleh konsumsi rumah tangga dengan kontribusi 62,80%, diikuti Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) sebesar 33,79%.
Secara tahunan, ekonomi DIY tumbuh sebesar 5,94% (year-on-year/yoy) dibandingkan triwulan IV-2024.
Nilai tukar Rupiah hari ini Selasa 10 Februari 2026 menguat ke level Rp16.799 per dolar AS didorong sentimen IKK dan meredanya tensi global.
Nilai tukar rupiah pada pembukaan perdagangan di Jakarta, Senin, tercatat menguat 4 poin atau 0,02% ke posisi Rp16.872 per dolar Amerika Serikat (AS)
Nilai tukar mata uang rupiah terhadap dolar AS hari ini, Jumat 6 Februari 2026, dibuka melemah ke level Rp16.870 akibat tekanan yield obligasi AS.
INDONESIA Head of Research DBS Group, William Simadiputra, menilai nilai tukar rupiah masih memiliki ruang untuk menguat ke depan, meskipun belum seoptimistis proyeksi pemerintah.
Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun, menyoroti tekanan terhadap nilai tukar rupiah yang dipicu ketidakpastian pasar keuangan global.
Menkeu Purbaya optimistis rupiah bisa menguat hingga Rp15.000 per dolar AS. Ia menilai BI mampu mendorong penguatan lewat fundamental ekonomi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved