Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
PT Bank Rakyat Indonesia Agroniaga Tbk (BRI Agro) terus mendorong pertumbuhan ekosistem digital sektor keuangan dan perbankan.
BRI Agro telah menandatangani Perjanjian Kerja Sama dengan salah satu Aplikasi teknologi finansial yang sedang berkembang di Indonesia yaitu KoinWorks (PT. Lunaria Annua Teknologi) pada Jumat (18/6). BRI Agro akan menyalurkan kredit melalui digital platform dengan perannya sebagai pendana.
Perjanjian kerja sama ini dilaksanakan secara online dan ditandatangani oleh Sigit Murtiyoso selaku Direktur Retail Agri & Pendanaan BRI Agro dan Benedicto Haryono selaku CEO dan Co-Founder KoinWorks. Penandatanganan ini juga dihadiri oleh Kaspar Situmorang selaku Direktur Utama BRI Agro dan Bhimo Wikan Hantoro selaku Direktur Digital Bisnis BRI Agro, Mark Bruny selaku CFO KoinWorks dan Jonatan Bryan selaku CMO KoinWorks.
Kolaborasi antara BRI Agro dengan KoinWorks menjadi salah satu strategi BRI Agro sebagai House Of Fintech and Home of Gig Economy untuk memperluas akses permodalan, khususnya kepada masyarakat dari berbagai sektor bisnis.
“Tujuan kami sebagai House of Fintech and Home for Gig Economy karena kami ingin melayani pekerja sektor informal atau yang disebut
Gig Economy Workers termasuk UMKM. Caranya adalah kolaborasi dengan fintech untuk dapat menghasilkan data yang akurat untuk digital lending” ungkap Sigit Murtiyoso dalam keterangan tertulisnya.
Adapun kerja sama yang telah dilakukan BRI Agro selama ini dengan beberapa fintech yang ada di Indonesia telah menunjukkan hasil yang positif. “Hingga Mei 2021 kami telah menyalurkan sebesar Rp 348miliar melalui platform digital. Untuk itu BRI Agro terus memperluas jangkauan kerja sama termasuk dengan KoinWorks. Kami memilih fintech untuk mengembangkan bisnis untuk menjadi digital attacker sesuai dengan aspirasi BRI Group,” ungkap Sigit.
CEO KoinWorks Benedicto Haryono, mengatakan pihaknya menyambut inisiatif yang dijalankan BRI Agro dengan full support karena sesuai dengan misi Koinworks yaitu memberikan demokrasi layanan keuangan kepada semua lapisan masyarakat.
“KoinWorks sudah berkecimpung di dunia Digital UKM sejak 2016, ini adalah DNA kami. Track record kami yang sangat baik dengan tingkat gagal bayar yang rendah (NPL<1.5%) untuk layanan Pinjaman Bisnis tanpa Agunan, KoinBisnis yang diperkuat Credit Assessment Machine
Learning berbasis Real Data Integration bekerjasama dengan berbagai platform di Indonesia," ujar Benedicto.
“Kolaborasi ini merupakan akselerasi transformasi digital dan dukungan BRI Agro sebagai institusi perbankan terhadap ekosistem digital. Untuk terus mendukung pelaku Gig Economy workers di Indonesia, BRI Agro berharap dapat memperluas kolaborasi dengan penyelenggara teknologi finansial dan mewujudkan visi BRI Agro To be The Best Digital Bank for Agri and Beyond by becoming House of fintech and Home for Gig Economy,” tutup Sigit. (RO/E-1)
Shopee 10 tahun dorong UMKM, brand lokal, dan kreator tumbuh digital
Menko Airlangga menegaskan bahwa sektor digital kini berkedudukan sebagai mesin ketiga (third engine) pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Meski pembayaran nontunai kian dominan, pelaku industri menilai ketersediaan uang tunai tetap menjadi elemen penting.
Di tengah pesatnya pertumbuhan ekonomi digital Indonesia yang kerap diukur lewat valuasi dan pendanaan, MDI Ventures menghadirkan perspektif berbeda.
Pemerintah tengah bersiap melaksanakan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026), gelombang pendataan nasional yang menjadi fondasi penting dalam membaca denyut ekonomi Indonesia
Kebutuhan masyarakat terhadap akses internet kini setara dengan kebutuhan pokok, namun kenyataannya layanan tersebut masih belum dapat dinikmati secara merata.
PT Bank Negara Indonesia (BNI) dinilai berada pada posisi yang lebih siap memasuki 2026 dibandingkan bank-bank besar lainnya.
Menurut Pramono, pencatatan saham Bank Jakarta di BEI tidak hanya akan meningkatkan kepercayaan publik, tetapi juga mendorong profesionalisme perusahaan.
MENTERI Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku telah menarik dana pemerintah sebesar Rp75 triliun dari total penempatan Rp276 triliun Saldo Anggaran Lebih (SAL) di sistem perbankan.
MANTAN Kepala PPATK Yunus Husein menilai pemajangan uang tunai hasil rampasan kasus korupsi dan sitaan negara oleh aparat penegak hukum tidak diperlukan dan cenderung tidak efisien.
PERUBAHAN status Bank Syariah Indonesia (BSI) menjadi persero dinilai memperkuat posisi bank tersebut, terutama dari sisi kredibilitas dan persepsi keamanan.
Bank Indonesia (BI) menyebut penurunan suku bunga kredit perbankan cenderung lebih lambat. Karena itu, BI memandang penurunan suku bunga kredit perbankan perlu terus didorong.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved