Jumat 11 Juni 2021, 15:29 WIB

Sembako Kena PPN, NasDem: Pikirkanlah Rakyat Bawah

Putra Ananda | Ekonomi
Sembako Kena PPN, NasDem: Pikirkanlah Rakyat Bawah

ANTARA FOTO
Ketua Koordinator Bidang Kebijakan Publik dan Isu Strategis DPP Partai NasDem, Suyoto

 

PEMERINTAH berencana menaikkan tarif pajak pertambahan nilai (PPN) dari sebelumnya 10% menjadi 12% pada produk sembako. Wacana ini tertuang dalam draft Rancangan Undang-Undang (RUU) Nomor 6 Tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (KUP) yang beredar.

Isu tersebut langsung memicu reaksi keras dari berbagai kalangan. Dalam situasi pandemi Covid-19 yang berimbas kepada krisis ekonomi, tentunya sangat menyinggung rasa keadilan masyarakat. Terlebih sejak Maret 2021 ini, pemerintah memberlakukan diskon PPnBM untuk mobil baru. Harga mobil pun semakin murah. Bahkan ada yang turun hingga Rp65 juta.

Menanggapi hal itu, Ketua Koordinator Bidang Kebijakan Publik dan Isu Strategis DPP Partai NasDem, Suyoto mengatakan, sepatutnya pemerintah berhati-hati memotivasi dampak bagi publik terutama masyarakat yang ekonominya menengah ke bawah.

"Apalagi di situasi tekanan ekonomi akibat Covid-19 seperti saat ini, tentu berat," ujar Suyoto dalam keterangan tertulisnya yang diterima media pada Jumat (11/6).

Baca juga: PPN Sembako dan Pendidikan Membebani Rakyat

Menurut mantan Bupati Bojonegoro itu, jangan sampai pendapatan pemerintah tidak sebanding dengan ongkos sosial ekonomi yang dikeluarkan oleh rakyat.

"Singkat kata, jangan sampai prestasi menaikkan rasio pajak dengan produk nasional bruto (GNP) dan produk domestik regional bruto (PDRB) harus dibayar dengan ongkos sosial yang mahal. Dan mengancam pertumbuhan yang sangat panjang," tukasnya.

Suyoto menyatakan, yang paling utama untuk memutar perekonomian adalah bagaimana over liquid perbankan bisa secepatnya diputar menjadi pertumbuhan ekonomi. Bukan hanya untuk membeli surat utang negara.

"Saya percaya, sektor ekonomi yang green (hijau), yang positif, masih bisa tumbuh. Sektor pertanian, sektor IT, sektor pangan, perkebunan, itu bisa digenjot. Mereka perlu darah segar berupa kredit agar perputaran makin cepat," jelasnya.

"Sangat logis jika ekonomi bergerak, pendapatan negara pasti akan bertambah," pungkas Suyoto. (OL-4)

Baca Juga

Antara

Damri Akui Tunggak THR dan Gaji Karyawan

👤Insi Nantika Jelita 🕔Rabu 16 Juni 2021, 19:39 WIB
Untuk pertama kalinya dalam lima tahun terakhir, Damri mencatatkan kerugian akibat pandemi covid-19. Alhasil, perusahaan kesulitan membayar...
Antara

Ekonom: Reformasi Perpajakan Perlu Dilakukan Menyeluruh

👤M. Ilham Ramadhan Avisena 🕔Rabu 16 Juni 2021, 18:50 WIB
Reformasi sistem perpajakan harus mengoptimalkan potensi penerimaan di Indonesia, sehingga pembiayaan pembangunan tidak selalu...
MI/Susanto

BI Diprediksi Masih Tahan Suku Bunga Acuan

👤Fetry Wuryasti 🕔Rabu 16 Juni 2021, 18:22 WIB
Selain dibutuhkannya tingkat suku bunga yang relatif rendah untuk perekonomian, juga belum ada sinyal kepastian The Fed terkait...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Orang Rimba masih Berjuang untuk Diakui

MATA Mariau tampak berkaca-kaca kala menceritakan perihnya derita kehidupan anggota kelompoknya yang biasa disebut orang rimba.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya