Kamis 20 Mei 2021, 06:32 WIB

Emas Tekan Bitcoin Akibatkan Harga Uang Elektronik itu Anjlok

mediaindonesia.com | Ekonomi
Emas Tekan Bitcoin Akibatkan Harga Uang Elektronik itu Anjlok

Antara
Ilustrasi

 

HARGA emas kembali melonjak pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB), memperpanjang kenaikan untuk hari kelima berturut-turut, karena investor bereaksi terhadap penurunan tajam nilai Bitcoin, namun merosot dalam perdagangan perdagangan elektronik setelah rilis risalah dari pertemuan Federal Reserve.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Juni di divisi Comex New York Exchange, terangkat 13,5 dolar AS atau 0,72 persen menjadi ditutup pada 1.881,50 dolar AS per ounce. Sehari sebelumnya, Selasa (18/5/2021), emas berjangka terkerek 0,4 dolar AS atau 0,02 persen menjadi ditutup pada 1.868 dolar AS.

Emas berjangka melambung 29,5 dolar AS atau 1,6 persen menjadi 1.867,60 dolar AS pada Senin (17/5/2021), setelah melonjak 14,1 dolar AS atau 0,77 persen menjadi 1.838,10 dolar AS pada Jumat (14/5/2021), dan menguat 1,2 dolar AS atau 0,07 persen menjadi 1.824,00 dolar AS pada Kamis (13/5/2021).

Baca juga: Elon Musk : Hati-hati Berinvestasi di Aset Kripto

Investor juga mengambil posisi dalam emas menjelang rilis risalah pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) Federal Reserve, yang dirilis tak lama setelah penutupan pasar.

Risalah tersebut menyatakan bahwa ekonomi masih jauh dari tujuan FOMC, dan anggota FOMC percaya bahwa setiap kenaikan harga-harga akibat bottlenecks (kemacetan) kemungkinan hanya memiliki "efek sementara" pada inflasi, mengurangi ketakutan investor bahwa Federal Reserve dapat dengan cepat menaikkan suku bunga acuan.

Beberapa pejabat Fed juga tampaknya siap untuk mulai mempertimbangkan perubahan kebijakan moneter berdasarkan kemajuan pesat yang berlanjut dalam pemulihan ekonomi, menurut risalah Fed.

"Gerakan emas dalam sesi yang bergejolak, reli hampir 40 dolar AS di tengah obrolan pasar tentang suku bunga bank sentral sebelum mundur setelah risalah Fed menunjukkan bahwa diskusi tapering (pengurangan pembelian obligasi) 'sejumlah peserta' mungkin sesuai jika ekonomi terus membuat kemajuan pesat," kata Tai Wong, kepala perdagangan derivatif logam di BMO.

Baca juga: Jadi Sorotan Elon Musk, Ini Kaitan Bitcoin dengan Perubahan Iklim

"Meskipun kita masih berbulan-bulan lagi, pasar menunjukkan kepekaannya terhadap perubahan Fed," katanya. "Kisaran jangka pendek yang baru adalah 1.850-1.890 dolar AS."

"Pedagang emas mungkin mengira mereka memiliki tiket satu arah ke 1.900 dolar AS, tetapi risalah Fed memicu pembalikan besar karena pratinjau pembicaraan tapering mengirim imbal hasil obligasi pemerintah lebih tinggi," Edward Moya, analis pasar senior di OANDA, mengatakan dalam sebuah catatan.

“Meskipun ada pembantaian di beberapa kelas aset, investor emas senang dengan kinerjanya hari ini. Beberapa pedagang institusional terbakar pada bitcoin dan kemungkinan akan tetap setia pada emas,” kata Moya.

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Juli turun 30,8 sen atau 1,09 persen menjadi ditutup pada 28,025 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Juli turun 23,7 dolar AS atau 1,93 persen menjadi ditutup pada 1.201,60 dolar AS per ounce. (Ant/OL-13)

Baca Juga: Tekanan Inflasi Belum Reda Dolar Kembali Tertekan

 

Baca Juga

MI/Vicky Gustiawan.

Asuransi Rangka Kapal Milik Jasindo Tumbuh Signifikan

👤Mediaindonesia.com 🕔Sabtu 27 November 2021, 21:51 WIB
Salah satu pertumbuhan positif tersebut tercatat di lini bisnis asuransi rangka...
Dok kemenhub

Menhub Sebut Integrasi Data Secara Digital Percepat Layanan Pelabuhan

👤RO/Micom 🕔Sabtu 27 November 2021, 19:22 WIB
Pelabuhan Tanjung Priok mengelola hampir 70% kegiatan ekspor-impor...
Antara

Bali Sepi Penerbangan Internasional, Kemenparekraf Galang Kerja Sama dengan Hongaria

👤Insi Nantika Jelita 🕔Sabtu 27 November 2021, 17:29 WIB
Bali masih sepi dari penerbangan internasional, sejak dibuka Oktober tahun...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya