Kamis 27 Mei 2021, 11:45 WIB

Jadi Sorotan Elon Musk, Ini Kaitan Bitcoin dengan Perubahan Iklim

Putri Rosmalia | Weekend
Jadi Sorotan Elon Musk, Ini Kaitan Bitcoin dengan Perubahan Iklim

Christophe Gateau/dpa/AFP
Elon Musk mengatakan akan menjual seluruh Bitcoinnya karena menurutnya proses pembuatan mata uang kripto menghasilkan banyak emisi karbon.

 

PENDIRI Tesla dan SpaceX, Elon Musk, mengejutkan para pemain mata uang kripto di dunia dengan menarik dukungan bagi Bitcoin. Tak hanya itu, ia juga memutuskan membatalkan kebijakan pembelian produk Tesla dengan Bitcoin dan akan menjual seluruh Bitcoin miliknya.

Dalam beberapa pernyataannya, Musk mengaku keputusan itu ia buat dengan pertimbangan keberlanjutan lingkungan. Bitcoin dinilai Musk menyumbang emisi karbon yang signifikan bagi laju perubahan iklim.

Bagaimana sebenanrnya kaitan perubahan iklim dengan mata uang digital, khususnya Bitcoin?  Dilansir dari foxbusiness.com, (11/5), penemu Microsoft Bill Gates, sempat menyatakan kekhawatirannya akan dampak Bitcoin terhadap keberlanjutan lingkungan. 

Baca juga: Cuitan Elon Musk Dianggap Langgar Ketentuan Bursa AS

Gates menjelaskan, proses penciptaan Bitcoin membutuhkan perangkat komputer yang sangat canggih dan mampu memecahkan rumus matematika dengan kompleksitas sangat tinggi. Untuk bisa menjalankan perangkat tersebut, dibutuhkan tenaga listrik yang sangat besar. 

“Bitcoin menyerap energi listrik paling tinggi dibandingkan dengan yang biasanya digunakan manusia dalam berbagai metode komputer. Ini bukan hal yang baik bagi perubahan iklim,” ujar Bill Gates.

Pernyataan Bill Gates tersebut terkonfirmasi lewat penelitian bersama yang dilakukan oleh dua universitas Tiongkok, yakni University of the Chinese Academy of Sciences dan Tsinghua University, serta dua universitas Inggris, yakni Cornell University, dan University of Surrey, Inggris.

Baca juga: Bill Gates Bangun Reaktor Nuklir di Wyoming

Penelitian tersebut menemukan fakta bahwa emisi dari penggunaan perangkat canggih pembuat Bitcoin di seluruh Cina setara dengan emisi dari sebuah kota dengan tingkat polusi dan pembangunan terbesar di Tiongkok. Hingga tahun 2021, Tiongkok menjadi negara sumber Bitcoin terbesar di dunia. Mencapai 75% dari seluruh Bitcoin yang ada di dunia. 

Dengan pertumbuhan pesat Bitcoin seperti yang terjadi sepanjang awal 2021, di tahun 2024 diperkirakan emisi yang dihasilkan dari penambangan Bitcoin di Tiongkok akan setara dengan emisi yang dihasilkan di seluruh Italia dan Arab Saudi. Meski begitu ada pihak juga yang menilai jika Musk memang sengaja ingin menghancurkan mata uang kripto, khususnya Bitcoin. (M-1)

Baca Juga

Dok. Blibli

Ajak Perempuan untuk Ekspresikan Cantiknya, Blibli Gelar Festival Belanja Cantik 

👤Ghani Nurcahyadi 🕔Selasa 19 Oktober 2021, 21:40 WIB
Makna cantik lebih dari apa yang terlihat di permukaan. Cantik adalah bagaimana setiap perempuan memiliki pandangan positif dan keinginan...
Dok. Instagram @dapurcokelat

Perbedaan Mengelola Bisnis Cokelat 20 Tahun Lalu dan Sekarang

👤Galih Agus Saputra 🕔Selasa 19 Oktober 2021, 19:40 WIB
Pakar kuliner William Wongso menilai jika pelaku bisnis cokelat masa kini harus lebih cepat mengikuti selera...
Dok Shaggydog

Shaggydog Bikin Versi Terbaru Lagu Legendaris Di Sayidan

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 19 Oktober 2021, 12:33 WIB
Berbagai penghargaan telah diraih oleh Shaggydog, namun bagi mereka menjadi sebuah band tidak melulu mengenai panggung...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Rakyat Kalimantan Selatan Menggugat Gubernur

Sebanyak 53 warga terdampak bencana banjir dari sejumlah kabupaten dan kota di Kalimantan Selatan menggugat Gubernur Sahbirin Noor.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya