Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
PASAR cryptocurrency masih berada dalam fase koreksi seiring dengan gejolak ekonomi global yang dipicu kebijakan tarif era Trump. Harga ETH hari ini memperlihatkan upaya keras aset kripto terbesar kedua ini untuk keluar dari tekanan yang menjerat sejak awal April.
Harga Zerebro pun mengalami tekanan serupa. Sebagai token AI, Zerebro saat ini juga menghadapi ketidakpastian pasar global yang berdampak pada tren pergerakannya. Bagaimana prospek keduanya? Simak analisis berikut.
ETH sempat jatuh dari level kunci US$1.700 (Rp 28.410.400) dan menyentuh titik terendah di US$1.410 (Rp 23.564.920) sebelum mencoba bangkit. Meski berhasil naik ke atas US$1.550 (Rp 25.403.600), ETH belum mampu menembus batas tahanan kuat di US$1.620 (Rp 27.064.640), menandakan tekanan jual masih dominan.
Dilansir dari Pintu, secara teknikal ETH masih berada di bawah rata-rata pergerakan, memperkuat pandangan bearish jangka pendek. Garis tren menurun di grafik 1 jam ETH/USD mengonfirmasi tekanan, dengan resistance di sekitar US$1.615 (Rp 26.981.080).
Harga sebelumnya berhasil menembus level Fibonacci retracement 23,6% dari penurunan US$1.815 ke US$1.410. Namun untuk mengonfirmasi pembalikan tren, harga harus melewati resistance di US$1.660 (Rp 27.726.320) dan US$1.720 (Rp 28.707.040).
Jika berhasil, target berikutnya adalah rentang US$1.820 (Rp 30.424.640) hingga $1.920 (Rp 32.095.040). Namun, selama harga terjebak di kisaran US$1.615–$1.620, pembeli masih belum punya kendali penuh.
Kegagalan menembus US$1.620 bisa memicu koreksi lanjutan menuju support di US$1.540 (Rp 25.738.480) dan $1.505 (Rp 25.135.760). Jika tekanan berlanjut, ETH berpotensi meluncur ke US$1.420 (Rp 23.747.040), bahkan hingga $1.320 (Rp 22.204.640).
Indikator MACD menunjukkan momentum bullish yang melemah, sementara RSI yang berada sedikit di atas 50 mengindikasikan pasar masih dalam posisi netral.
Kondisi ETH saat ini mencerminkan sentimen pasar kripto secara umum yang penuh ketidakpastian dan volatilitas tinggi. Ketidakmampuan bertahan di level psikologis dan teknis utama menunjukkan bahwa tekanan jual masih menjadi hambatan utama.
Investor perlu tetap berhati-hati, menunggu konfirmasi tren naik yang solid. Penggunaan indikator teknikal dan disiplin manajemen risiko tetap jadi kunci untuk mengantisipasi pergerakan harga yang agresif.
Dilansir dari Pintu Market, harga ETH saat ini berada di Rp7.039.729, dengan volume perdagangan harian sebesar Rp594,65 triliun, naik 11,62% dari hari sebelumnya. Ethereum pernah mencapai all-time high di US$4.878,26 dan terendah sepanjang masa di US$0,433.
Zerebro juga belum mampu keluar dari tren negatif yang membayangi pasar kripto. Analisis teknikal menyediakan prediksi harga terbaru hingga 2025, termasuk tren pasar dan sentimen yang bisa dijadikan dasar pengambilan keputusan.
Trader ZEREBRO mengandalkan indikator teknikal seperti RSI, MACD, dan Moving Average untuk membaca arah tren dan pola candlestick berikutnya.
Harga Zerebro turun di bawah area resistance horizontal setelah sebelumnya mengalami pelemahan. Penyimpangan ini menjadi sinyal bearish penting yang patut dicermati.
RSI digunakan untuk mengidentifikasi kondisi overbought atau oversold. Pembacaan RSI mingguan saat ini di angka 0.00 menunjukkan tekanan ekstrem, dengan garis 50 kini menjadi level resistance potensial.
MA mingguan menunjukkan tren netral. MA 50 belum mampu secara konsisten berada di atas MA 200, sementara harga juga masih berada di bawah keduanya. Artinya, belum ada sinyal kuat dari arah tren jangka menengah.
Menurut Pintu Market, harga Zerebro saat ini adalah Rp 393,5. Volume transaksi dalam 24 jam terakhir mencapai Rp1,47 triliun, naik 17,21% dari hari sebelumnya. Zerebro pernah mencapai harga tertinggi sepanjang masa di US$0,7841 dan terendah di US$0,005809.
Kapitalisasi pasar Zerebro tercatat sebesar US$19.296.649, dihitung dari harga token dikalikan dengan jumlah pasokan yang beredar, yaitu 1 miliar token.
Harga Ethereum dan Zerebro masih dalam fase ketidakpastian dengan tekanan bearish yang kuat. Meskipun ada potensi pemulihan, sinyal teknikal belum menunjukkan konfirmasi kuat untuk pembalikan tren. Risiko tetap tinggi.
Seperti biasa, lakukan riset mandiri (DYOR) dan gunakan uang dingin sebelum memutuskan investasi. Semua aktivitas perdagangan aset kripto adalah tanggung jawab masing-masing investor.(RO/Z-10)
Di antara berbagai aset digital, Bitcoin tetap menempati posisi teratas sebagai instrumen investasi paling populer.
Panduan memilih aplikasi crypto terbaik di Indonesia, tips keamanan, legalitas, biaya trading, likuiditas, dan jumlah aset crypto
Untuk menentukan titik support dan resistance, langkah pertama adalah menggambar trendline atau garis diagonal yang menunjukkan tren harga.
Presiden Argentina, Javier Milei, menghadapi desakan pemakzulan setelah mempromosikan cryptocurrency yang kurang dikenal, $LIBRA, yang harganya melonjak lalu anjlok.
Melania Trump telah meluncurkan cryptocurrency bernama $MELANIA menjelang pelantikan suaminya, Donald Trump, sebagai Presiden Amerika Serikat.
Comeback BTS diprediksi picu ledakan ekonomi global. Tur 82 konser berpotensi pecahkan rekor, sementara Seoul mulai rasakan dampak BTSnomics.
Trump panik harga minyak melonjak akibat perang Iran-Israel. Washington berencana cabut sanksi negara penghasil minyak demi stabilkan pasar dan pasokan global.
G7 gelar rapat darurat saat harga minyak tembus US$120 per barel. Krisis Selat Hormuz ancam inflasi global dan picu rencana pelepasan cadangan minyak darurat IEA.
Ketua Parlemen Iran Qalibaf sindir salah kalkulasi Donald Trump terkait harga minyak dunia. Ia peringatkan produksi energi global terancam akibat agresi AS-Israel.
Bursa saham Australia dan AS anjlok tajam pagi ini setelah harga minyak dunia meroket melampaui US$100 per barel
Konflik Timur Tengah picu panic buying dan ancaman kelangkaan BBM di Thailand. Pemerintah pantau ketat pasokan seiring lonjakan harga di tingkat lokal.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved