Headline
Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.
Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
TOKOH finansial kenamaan sekaligus penulis buku Rich Dad Poor Dad, Robert Kiyosaki, kembali melontarkan prediksi berani di tengah memanasnya konflik Timur Tengah, yakni perang AS-Israel vs Iran. Kiyosaki menyebut bahwa eskalasi ini merupakan gerbang menuju Perang Dunia III yang akan melambungkan harga Bitcoin hingga US$250.000 atau setara Rp4,22 miliar (asumsi kurs Rp16.905 per Dolar AS).
Pernyataan ini disampaikan Kiyosaki saat pasar aset kripto sedang mengalami reli masif. Pada perdagangan Kamis (5/3/2026), Bitcoin baru saja mencetak rekor baru di level US$72.927. Menurutnya, keruntuhan sistem keuangan tradisional saat perang adalah katalis utama bagi aset digital yang menyebabkan kenaikan harga Bitcoin.
Kiyosaki berargumen bahwa dalam kondisi perang terbuka yang melibatkan negara-negara besar, mata uang fiat (kertas) akan kehilangan nilainya akibat inflasi ekstrem dan kebijakan cetak uang untuk membiayai militer. Ia mendesak pengikutnya untuk segera mengalihkan aset ke "aset keras" (hard assets).
"Emas dan perak adalah uang Tuhan, tetapi Bitcoin adalah uang rakyat. Jika Perang Dunia III benar-benar pecah, sistem perbankan akan runtuh. Bitcoin adalah satu-satunya sekoci penyelamat yang akan membawa kekayaan Anda ke angka US$250.000," tegas Kiyosaki dalam unggahan terbarunya.
Prediksi harga Bitcoin mencapai Rp4,22 miliar ini didasarkan pada lonjakan permintaan global saat akses perbankan di zona konflik seperti Iran dan sebagian wilayah Timur Tengah mulai terganggu akibat operasi militer "Operation Epic Fury".
Meski prediksi Kiyosaki memicu optimisme di kalangan komunitas aset kripto, sejumlah analis ekonomi di Jakarta memperingatkan adanya risiko volatilitas tinggi. Pelemahnya Mata Uang Rupiah ke level Rp16.905 per Dolar AS menunjukkan bahwa investor institusional masih cenderung mencari perlindungan pada Dolar AS (Greenback) selain Bitcoin.
Hingga hari keenam perang AS-Israel vs Iran, volume perdagangan Bitcoin di bursa lokal Indonesia melonjak 40% dibandingkan pekan sebelumnya. Para investor ritel tampaknya mulai terpengaruh narasi safe haven digital yang terus didengungkan oleh tokoh-tokoh seperti Kiyosaki dan Michael Saylor.
Kiyosaki menutup pernyataannya dengan peringatan keras: "Jangan menjadi pecundang yang menyimpan uang di bank saat rudal mulai terbang. Beli Bitcoin, emas, dan perak sebelum harganya tak lagi terjangkau." (H-3)
Temukan alasan mengapa Bitcoin mulai mengungguli emas sebagai aset safe haven di tengah konflik Timur Tengah 2026. Analisis mobilitas dan keamanan digital.
Lonjakan harga Bitcoin ke level US$72.000 bukan sekadar spekulasi, melainkan respons instan pasar terhadap eskalasi konflik Timur Tengah yang mengancam stabilitas ekonomi global.
Harga Bitcoin tembus US$72.927 di tengah eskalasi perang AS-Israel vs Iran. Simak analisis safe haven vs spekulasi dan dampaknya ke Rupiah.
Konflik AS-Israel vs Iran picu lonjakan harga emas ke USD5.100 dan volatilitas tinggi di pasar kripto. Simak strategi investasi aman dari Indodax di sini.
Harga Bitcoin (BTC) terkoreksi ke level US$66.000 pascarilis notulensi FOMC. Indodax sebut ini fase konsolidasi sehat dan momentum strategi DCA.
Temukan alasan mengapa Bitcoin mulai mengungguli emas sebagai aset safe haven di tengah konflik Timur Tengah 2026. Analisis mobilitas dan keamanan digital.
Lonjakan harga Bitcoin ke level US$72.000 bukan sekadar spekulasi, melainkan respons instan pasar terhadap eskalasi konflik Timur Tengah yang mengancam stabilitas ekonomi global.
Harga Bitcoin tembus US$72.927 di tengah eskalasi perang AS-Israel vs Iran. Simak analisis safe haven vs spekulasi dan dampaknya ke Rupiah.
ANGGOTA Komisi II DPR RI Azis Subekti memperingatkan pemerintah akan adanya risiko sistemik terhadap ekonomi Indonesia akibat memanasnya konflik Timur Tengah.
OTORITAS Jasa Keuangan (OJK) menjelaskan eskalasi perang AS-Israel vs Iran di Timur Tengah telah mendorong sentimen risk off di pasar keuangan global.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved