Headline

Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.

Robert Kiyosaki Prediksi Harga Bitcoin Capai Rp4,22 M jika Perang Dunia III Pecah

Putri Rosmalia Octaviyani
05/3/2026 21:01
Robert Kiyosaki Prediksi Harga Bitcoin Capai Rp4,22 M jika Perang Dunia III Pecah
TOKOH finansial kenamaan sekaligus penulis buku Rich Dad Poor Dad, Robert Kiyosaki.(Dok. Youtube Robert Kiyosaki)

TOKOH finansial kenamaan sekaligus penulis buku Rich Dad Poor Dad, Robert Kiyosaki, kembali melontarkan prediksi berani di tengah memanasnya konflik Timur Tengah, yakni perang AS-Israel vs Iran. Kiyosaki menyebut bahwa eskalasi ini merupakan gerbang menuju Perang Dunia III yang akan melambungkan harga Bitcoin hingga US$250.000 atau setara Rp4,22 miliar (asumsi kurs Rp16.905 per Dolar AS).

Pernyataan ini disampaikan Kiyosaki saat pasar aset kripto sedang mengalami reli masif. Pada perdagangan Kamis (5/3/2026), Bitcoin baru saja mencetak rekor baru di level US$72.927. Menurutnya, keruntuhan sistem keuangan tradisional saat perang adalah katalis utama bagi aset digital yang menyebabkan kenaikan harga Bitcoin.

Bitcoin Sebagai 'Sekoci Penyelamat'

Kiyosaki berargumen bahwa dalam kondisi perang terbuka yang melibatkan negara-negara besar, mata uang fiat (kertas) akan kehilangan nilainya akibat inflasi ekstrem dan kebijakan cetak uang untuk membiayai militer. Ia mendesak pengikutnya untuk segera mengalihkan aset ke "aset keras" (hard assets).

"Emas dan perak adalah uang Tuhan, tetapi Bitcoin adalah uang rakyat. Jika Perang Dunia III benar-benar pecah, sistem perbankan akan runtuh. Bitcoin adalah satu-satunya sekoci penyelamat yang akan membawa kekayaan Anda ke angka US$250.000," tegas Kiyosaki dalam unggahan terbarunya.

Prediksi harga Bitcoin mencapai Rp4,22 miliar ini didasarkan pada lonjakan permintaan global saat akses perbankan di zona konflik seperti Iran dan sebagian wilayah Timur Tengah mulai terganggu akibat operasi militer "Operation Epic Fury".

Sentimen Pasar dan Risiko Spekulasi

Meski prediksi Kiyosaki memicu optimisme di kalangan komunitas aset kripto, sejumlah analis ekonomi di Jakarta memperingatkan adanya risiko volatilitas tinggi. Pelemahnya Mata Uang Rupiah ke level Rp16.905 per Dolar AS menunjukkan bahwa investor institusional masih cenderung mencari perlindungan pada Dolar AS (Greenback) selain Bitcoin.

Hingga hari keenam perang AS-Israel vs Iran, volume perdagangan Bitcoin di bursa lokal Indonesia melonjak 40% dibandingkan pekan sebelumnya. Para investor ritel tampaknya mulai terpengaruh narasi safe haven digital yang terus didengungkan oleh tokoh-tokoh seperti Kiyosaki dan Michael Saylor.

Kiyosaki menutup pernyataannya dengan peringatan keras: "Jangan menjadi pecundang yang menyimpan uang di bank saat rudal mulai terbang. Beli Bitcoin, emas, dan perak sebelum harganya tak lagi terjangkau." (H-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya