Headline
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Kumpulan Berita DPR RI
KEMENTERIAN Keuangan mencatat utang pemerintah per akhir Maret 2021 mencapai Rp6.445,07 triliun, dengan rasio utang terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar 41,64%. Utang itu berasal dari Surat Berharga Negara (SBN) sebesar Rp5.583,16 triliun dan pinjaman sebesar Rp849,38 triliun.
Komposisi SBN pada total utang pemerintah itu mencapai 86,63% yang meliputi penerbitan SBN domestik senilai Rp4.311,57 triliun dan terdiri dari Surat Utang Negara (SUN) Rp3.510,47 triliun dan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) Rp801,10 triliun. Lalu SBN valas sebesar Rp1.271,59 triliun yang terdiri dari SUN Rp1.024,59 triliun dan SBSN Rp247 triliun.
Sedangkan komposisi pinjaman pada utang pemerintah mencapai Rp861,91 triliun, atau 13,37% dari total utang di akhir Maret 2021. Jumlah pinjaman itu berasal dari pinjaman dalam negeri Rp12,52 triliun dan pinjaman luar negeri Rp849,38 triliun. Pinjaman luar negeri itu terdiri dari pinjaman bilateral Rp323,144 triliun; pinjaman multilateral Rp482,02 triliun; dan commercial banks Rp44,23 triliun.
Baca juga: BKPM: Investasi Mangkrak Sudah Tereksekusi Rp517,6 Triliun
Kendati jumlah utang pemerintah meningkat, dalam laporan ABPN KiTA edisi April 2021 tersebut dinyatakan level pembiayaan itu masih dalam koridor. “Peningkatan pembiayaan pemerintah tetap dilakukan menurut koridor yang berlaku. Dalam pelaksanaannya, pemerintah terus melakukan koordinasi dan sinergi dengan berbagai otoritas, termasuk DPR sebagai lembaga yudikatif dan Bank Indonesia sebagai otoritas moneter,” tulis laporan yang dikutip Senin (26/4).
Selain itu, level utang Indonesia juga dinilai masih dalam batas aman. Sebab, pada triwulan I 2021 empat lembaga pemeringkat kredit seperti Moodys, Fitch Ratings, S&P dan R&I telah melakukan asesmen tahunan terhadap Indonesia dan hasilnya terbilang positif.
Sebab, di tengah penurunan peringkat kredit terhadap sebagian besar negara sebagai dampak pandemi, keempat lembaga pemeringkat itu justru mempertahankan peringkat kredit Indonesia di level sebelumnya. Level itu yakni Moodys pada Baa2/stable, Fitch pada BBB/stable, serta yang terbaru adalah R&I dan S&P yang mengafirmasi peringkat kredit Indonesia masing-masing pada BBB+/stable dan BBB/negative.
Adapun realisasi pembiayaan utang pemerintah hingga akhir Maret 2021 mencapai Rp328,464 triliun, atau 32,1% dari realisasi SBN (neto) Rp337,21 triliun dan realisasi pinjaman (neto) sebesar negatif Rp8,74 triliun. (OL-4)
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan, dana untuk pembelian kapal yang ada di Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) sejatinya memang belum dicairkan
Purbaya menegaskan Juda Agung memiliki kapasitas dan pengalaman yang mumpuni untuk melanjutkan sejumlah agenda strategis.
(Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa melantik 27 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama (pejabat Eselon II) di lingkungan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) di Jakarta pada Rabu (28/1).
Penyidik mendalami peran konsultan dalam menjembatani komunikasi wajib pajak dengan petugas.
Tujuannya untuk mencegah kedekatan berlebihan antara pejabat dan wajib pajak yang berpotensi memicu penyalahgunaan wewenang.
KEMENTERIAN Keuangan (Kemenkeu) merespons kabar yang menyebut Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono digadang-gadang mengisi posisi Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI).
MOODY'S Investors Service menurunkan outlook Indonesia dari stabil menjadi negatif, tetapi tetap mempertahankan peringkat kredit di level Baa2.
Dalam banyak kasus, reaksi galak saat ditagih utang adalah respons stres akut (acute stress response) yang wajar.
DANIRIANSYAH, warga Dusun Mlaten, Desa Sidokepung, Kecamatan Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur, mengalami penganiayaan oleh tiga orang tak dikenal selama perjalanan dalam mobil.
Kasus yang awalnya terlihat sebagai persoalan kecil, yakni penagihan oleh "mata elang" kepada kelompok tertentu, kemudian berkembang menjadi konflik kekerasan
AMERIKA Serikat (AS) menjadi penerima terbesar aktivitas kredit resmi Tiongkok di seluruh dunia, demikian menurut sebuah studi baru yang menelusuri arus pembiayaan Beijing.
TIONGKOK mengalihkan fokus pendanaan globalnya, dengan lebih dari tiga perempat kredit atau utang ke negara-negara barat berpendapatan menengah atas dan tinggi misalnya Amerika Serikat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved