Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
KEPALA Ekonom Bank Permata Josua Pardede mengatakan penurunan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia oleh Dana Moneter Internasional dari sebelumnya 4,8% menjadi 4,3% disebabkan oleh laju vaksinasi yang masih relatif rendah dibanding negara berkembang lainnya.
Hal yang sama juga dialami oleh negara ASEAN lainnya, seperti Malaysia dan Thailand. Malaysia direvisi ke bawah menjadi 6,5% dari sebelumnya 7,0%, sementara Thailand direvisi ke bawah menjadi 2,6% dari sebelumnya 2,7%.
Penurunan proyeksi negara-negara ASEAN tersebut sejalan dengan tingkat vaksinasi yang hanya sebesar 4,92, 2,56, dan 0,46 per 100 penduduk di masing-masing Indonesia, Malaysia, dan Thailand.
"Dengan lambatnya distribusi vaksin, maka aktivitas ekonomi di sebagian besar sektor masih akan bergerak lambat sehingga penyerapan tenaga kerja cenderung lambat, dan mengakibatkan masih rendahnya daya beli masyarakat," kata Josua saat dihubungi, Rabu (7/4).
Dengan sudah tersedianya vaksin, seberapa cepat vaksin dapat distribusikan memang menjadi kunci agar pemulihan ekonomi dapat terakselerasi.
"Oleh karena itu, pemerintah masih perlu mempercepat aliran distribusi vaksin, terutama bagi daerah-daerah dengan kasus yang relatif tinggi, dan bahkan mungkin diperlukan realokasi anggaran kepada pengadaan dan logistik vaksin," kata Josua. (OL-13)
Baca Juga: Surat Edaran ASN Dilarang Mudik Resmi Diteken
LPEI memperkirakan bahwa ekonomi Indonesia masih diperkirakan tumbuh 4-5 persen dengan mempertimbangkan dinamika harga komoditas dan perdagangan global dengan catatan
Batam mencatat pertumbuhan ekonomi sebesar 6,76% secara tahunan (year-on-year) pada 2025. Angka itu menjadikannya sebagai yang tertinggi di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).
UBS menggelar UBS OneASEAN Summit untuk ke-14 kalinya dengan menghadirkan lebih dari 850 investor institusional, pembuat kebijakan, serta pemimpin industri dari berbagai negara.
Bank Indonesia (BI) mengapresiasi catatan surplus neraca perdagangan Indonesia pada Januari tahun ini.
Gubernur BI Perry Warjiyo proyeksikan pertumbuhan ekonomi RI triwulan I 2026 tetap kuat di tengah tantangan global. Simak faktor pendorong dan analisisnya.
Presiden Prabowo Subianto menjelaskan langkah pemerintah dalam mempertahankan pertumbuhan ekonomi nasional di atas 5% sekaligus mempercepat pembangunan konektivitas.
Hal itu karena asumsi nilai tukar dalam APBN berada di kisaran Rp16.500 per dolar AS, sementara saat ini rupiah mendekati Rp17.000 per dolar AS.
Sebagaimana diketahui, ketergantungan Indonesia terhadap impor energi diketahui masih cukup tinggi.
Senator asal Bengkulu ini menyoroti angka inflasi tahunan per Februari 2026 yang menyentuh 4,76 persen sebagai sinyal waspada bagi ketahanan ekonomi.
Prabowo menyebut Danantara menunjukkan kinerja yang sangat kuat dalam satu tahun terakhir dengan capaian return on assets (ROA) lebih dari 300%.
Lili mengatakan publik berharap pertemuan para menteri tersebut tidak sekadar menjadi forum koordinasi.
Puan memperingatkan pemerintah agar ketegangan di Timur Tengah tidak menjadi alasan pembiaran atas lonjakan biaya transportasi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved