Headline
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Koperasi dan UKM Teten Masduki menyatakan proporsi kredit UMKM dalam total kredit perbankan pada 2020 baru mencapai 19,97%. Dengan populasi UMKM yang sangat besar, rasio kredit perbankan untuk UMKM seharusnya meningkat 22-30%.
“Di sinilah pekerjaan rumah yang harus kita selesaikan. Menyongsong UMKM nasional lebih berdaya saing dan mendunia,“ papar Teten dalam keterangan resmi, Jumat (26/2).
Pihaknya sudah menyiapkan berbagai stimulus untuk membangkitkan UMKM di tengah pandemi covid-19. Di antaranya, berupa subsidi bunga KUR dan Non-KUR, KUR Super Mikro, modal kerja koperasi melalui LPDB dan Banpres Produktif Usaha Mikro (BPUM), yang juga melibatkan peran perbankan.
Baca juga: Pemerintah Pastikan PP 7/2021 Untungkan Pelaku UMKM
"Untuk meningkatkan pembiayaan formal, Kemenkop UKM bersama Bank Indonesia, perbankan dan seluruh lembaga pembiayaan terus meningkatkan literasi keuangan UMKM. Mengupayakan pembiayaan yang efektif, berikut meningkatkan skala UMKM sesuai amanat UU Cipta Kerja," jelas Teten.
Head of Business Banking UOB Indonesia Paul Kan Ngee Fei mengatakan pandemi covid-19 telah mempercepat pergerakan teknologi digital. Hal ini membuat UMKM harus menempatkan teknologi sebagai prioritas investasi, agar dapat bertahan selama pandemi.
Baca juga: Dampak Pandemi Covid-19, Utang Negara Naik 8%
Selain itu, Kepala UKM Center FEB UI TM Zakir Sjakur Machmud menegaskan bahwa pandemi mengakibatkan dikonektivitas hubungan rantai pasok UMKM. Sehingga, untuk membangun kembali konektiivitas yang terputus melalui digitalisasi, baik medsos, e-commerce, maupun website.
“Mau tidak mau kita harus mendorong UMKM siap dengan situasi digitalisasi. Mulai dari pemasaran, pembayaran, manajemen keuangan, logistik, hingga pembiyaan,“ terang Zakir.
Menurutnya, sektor keuangan, baik perbankan maupun nonbank, masih punya ruang untuk memperbesar akses permodalan yang sesuai kebutuhan UMKM. Seperti, permodalan yang bervariasi dan cepat.(OL-11)
OTORITAS Jasa Keuangan (OJK) akan terus memperkuat pengawasan di sektor perbankan seiring dengan semakin kompleksnya aktivitas perbankan yang semakin beragam dan cepatnya digitalisasi.
Pertumbuhan tersebut didorong oleh kenaikan giro sebesar 19,13%, tabungan 8,19%, dan deposito 14,28%.
PT Bank Negara Indonesia (BNI) dinilai berada pada posisi yang lebih siap memasuki 2026 dibandingkan bank-bank besar lainnya.
Menurut Pramono, pencatatan saham Bank Jakarta di BEI tidak hanya akan meningkatkan kepercayaan publik, tetapi juga mendorong profesionalisme perusahaan.
MENTERI Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku telah menarik dana pemerintah sebesar Rp75 triliun dari total penempatan Rp276 triliun Saldo Anggaran Lebih (SAL) di sistem perbankan.
MANTAN Kepala PPATK Yunus Husein menilai pemajangan uang tunai hasil rampasan kasus korupsi dan sitaan negara oleh aparat penegak hukum tidak diperlukan dan cenderung tidak efisien.
Pertumbuhan tersebut didorong oleh kenaikan giro sebesar 19,13%, tabungan 8,19%, dan deposito 14,28%.
PERTUMBUHAN kredit industri fintech peer-to-peer (P2P) lending atau pinjaman daring (pindar) pada 2026 berada di level dua digit.
Per Desember 2025, kredit perbankan tumbuh sebesar 9,63% secara tahunan (yoy) ditopang penyaluran kredit investasi yang tinggi.
Kebutuhan masyarakat terhadap akses kredit digital yang cepat, mudah, dan terjangkau terus meningkat, terutama di luar kota-kota besar.
Keterbatasan akses pembiayaan masih menjadi persoalan besar bagi pelaku usaha di Indonesia, khususnya UMKM dan generasi muda.
Untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi, daya beli masyarakat kelas menengah masih membutuhkan dukungan kebijakan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved