Jumat 19 Februari 2021, 21:23 WIB

Lewat Netifest 2021, BI Dorong Pertumbuhan Kreator Konten Digital

Putri Anisa Yuliani | Ekonomi
 Lewat Netifest 2021, BI Dorong Pertumbuhan Kreator Konten Digital

ANTARA/Adiwinata Solihin
Penumpang membayar ongkos becak motor (bentor) dengan menggunakan pembayaran digital di Lapangan Taruna Remaja, Kota Gorontalo, Gorontalo.

 

BANK Indonesia baru saja selesai menggelar BI Netifest 2021. Acara ini diselenggarakan secara daring serta disiarkan oleh Metro TV pada Jumat (19/2). 

Dalam acara tersebut, BI membuat kompetisi sosialisasi mengenai Quick Response Indonesia Standard (QRIS) sebagai salah satu metode pembayaran secara digital di Indonesia.

Dalam BI Netifest 2021, kompetisi edukasi QRIS dibagi dalam lima bentuk konten digital yakni blog, vlog, video 1 menit, komik strip, dan animasi video.

Dalam kesempatan tersebut, Direktur Departemen Komunikasi BI Junanto Herdiawan mengungkapkan kompetisi konten digital ini tetap dilaksanakan meski sedang pandemi covid-1 untuk mendorong semangat generasi muda Indonesia tetap berkarya.

"Kita mendorong ini dilakukan meski sedang pandemi karena ingin agar anak muda di Indonesia tidak mager (malas bergerak). Ternyata antusiasmenya sangat besar. Terbukti anak muda Indonesia tidak mager dan sangat kreatif," kata Junanto.

Ia menuturkan ada lebih dari 1.300 konten digital yang diajukan di antaranya terdiri dari 605 blog, 153 komik strip, 172 video animasi dan 245 video durasi 1 menit. 

Baca juga: Ekonom: Ruang Pemotongan Suku Bunga BI kian Terbatas

Dalam kesempatan yang sama, Deputi Gubernur BI Doni Prominanto Joewono mengatakan transaksi pembayaran digital adalah masa depan dan untuk kemajuan ekonomi Indonesia.

"Kami apresiasi kepada pihak yang mendukung kegiatan ini. Dengan BI Netifets ini mudah-mudahan bisa terjalin komunikasi yang transparan dan interaktif antara kami dengan masyarakat khususnya generasi penerus bangsa," ujar Doni.

Pembayaran digital harus terus didorong karena sektor digital adalah salah satu sektor yang tumbuh dengan sangat baik di tengah melesunya ekonomi saat pandemi. Bahkan menurut survei BI, ada 93% konsumen yang akan melanjutkan kebiasaan melakukan pembayaran digital meski pandemi telah usai.

"Ini peluang besar untuk mendorong ekonomi digital agar dapat mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia. Menyikapi ini Bi berkomitmen mengembangkan sistem pembayaran untuk memfasilitasi perkembangan inklusi keuangan. QRIS adalah tonggak transaksi keuangan digital," jelasnya.

Dengan QRIS, pengusaha atau penjual tidak perlu terken biaya transaksi. Penggunaan QRIS juga cepat, mudah, aman, murah, dan handal. QRIS juga menjadi cikal bakal terbukanya akses pembiayaan bagi warga terutama UMKM karena dengan QRIS ini UMKM memiliki catatan pendapatan yang baik.

Dalam kesempatan itu, BI Netifest sekaligus mengumumkan para pemenang kompetisi konten digital dengan total hadiah Rp270 juta. (A-2)

 

 

Baca Juga

MI

Kepala BKPM Dorong Industri Aspal Buton untuk Tekan Impor

👤M. Iqbal Al Machmudi 🕔Minggu 28 Februari 2021, 22:47 WIB
Jika produksi dalam negeri bisa menghasilkan mengurangi 50% aspal impor aspal, maka dapat menghemat devisa sekitar Rp20...
MI/Eva Pardiana

Kongres KNI-ID Rumuskan Strategi Pengembangan Food Estate

👤Eva Pardiana 🕔Minggu 28 Februari 2021, 20:52 WIB
KONGRES Komite Nasional Indonesia untuk Irigasi dan Drainase (KNI-ID) yang berlangsung di Bandar Lampung berupaya merumuskan strategi...
Antara/Harviyan Perdana

Kepala BKPM Pastikan Proyek di Daerah Terus Berjalan

👤M. Iqbal Al Machmudi 🕔Minggu 28 Februari 2021, 19:10 WIB
Hal itu disampaikan Bahlil saat melakukan kunjungan kerja ke Buton, Sulawesi Tenggara. Dia ingin memastikan proyek di daerah tetap...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya