Headline
Membicarakan seputar Ramadan sampai dinamika geopolitik.
Kumpulan Berita DPR RI
Berdasarkan data Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian pada 2025, terdapat lebih dari 64 juta unit usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang menyumbang lebih dari 60 persen terhadap produk domestik bruto (PDB). Sebagai tulang punggung perekonomian Indonesia, UMKM memegang peran krusial dalam mendorong pertumbuhan ekonomi.
Di tengah percepatan transformasi digital, akses terhadap sistem pembayaran digital yang andal dan terintegrasi menjadi kebutuhan mendesak untuk mempermudah transaksi, meningkatkan efisiensi, dan memperkuat daya saing UMKM. Menanggapi kebutuhan tersebut, PT iForte Payment Infrastructure (iFortepay), anak usaha PT Profesional Telekomunikasi Indonesia (Protelindo), berperan aktif dalam mendukung UMKM melalui layanan acquiring QRIS yang memungkinkan pelaku usaha memperoleh QRIS tanpa persyaratan membuka rekening baru.
"Inisiatif ini membuka akses pembayaran digital yang lebih inklusif, memudahkan transaksi, dan mempercepat adopsi ekonomi digital di kalangan UMKM," ujar CEO iFortepay Valerino Wijaya. "Kami melihat masih banyak pelaku usaha kecil yang kesulitan akses karena hambatan administratif. Kami hadir sebagai solusi yang mempermudah proses tersebut agar dapat membantu UMKM berkembang secara berkelanjutan."
Upaya pemerintah dalam mendorong inklusi keuangan digital, banyak UMKM masih terkendala proses pendaftaran yang rumit dan persyaratan administratif yang ketat. Kondisi ini menghambat mereka untuk memanfaatkan berbagai metode pembayaran nontunai yang kini menjadi preferensi konsumen.
Sebagai bagian dari upaya mendukung tumbuh kembang UMKM, iFortepay menyederhanakan proses pembuatan QRIS dengan hanya memerlukan KTP, foto selfie dengan KTP, dan informasi dasar usaha. Melalui platform iFortepay, pelaku usaha akan mengelola transaksi secara real-time dengan pilihan QRIS statis maupun dinamis, didukung struktur biaya yang kompetitif serta berbagai metode pembayaran on the spot.
Seluruh transaksi mulai dari status dibuat, masuk, hingga pending dapat dipantau langsung melalui aplikasi, sekaligus dilengkapi fitur pengunduhan laporan keuangan. "UMKM membutuhkan solusi pembayaran yang tidak rumit, transparan, dan terjangkau. Kami menjembatani kebutuhan tersebut, agar pelaku usaha lokal bisa fokus mengembangkan bisnisnya tanpa terbebani proses teknis yang kompleks," tambah Valerino Wijaya.
Saat ini, iFortepay melayani merchant segmen UMKM sebagai kontributor terbesar dengan transaksi hingga 1,2 juta per bulan. Pada fase awal implementasi produk, iFortepay menargetkan pertumbuhan transaksi hingga lima kali lipat pada 2026, seiring meningkatnya adopsi merchant dan preferensi terhadap pembayaran digital.
Dengan pengalaman sejak 2015, iFortepay menghadirkan sistem single point of contact yang mengintegrasikan lebih dari 20 metode pembayaran termasuk kartu kredit, direct debit, virtual account, e-wallet, dan QRIS. Pelaku usaha dapat menerima pembayaran dari berbagai platform, seperti OVO, DANA, LinkAja, serta seluruh aplikasi mobile banking di Indonesia. (Ant/I-2)
Bank Indonesia meluncurkan Pusat Inovasi Digital Indonesia (PIDI) untuk memperkuat literasi, keamanan, dan inklusi ekonomi digital, didukung pertumbuhan QRIS dan BI-FAST yang kian pesat.
Bank Jakarta menggandeng Persija Jakarta dan The Jakmania melalui program From the Pitch to the Branch untuk memperluas literasi dan inklusi keuangan.
Pelaku usaha kini bisa daftar QRIS, terima pembayaran semua bank dan e-wallet, serta pencairan dana tiap jam.
BANK Indonesia (BI) mencatat lebih dari 36 persen volume transaksi Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) secara nasional berasal dari DKI Jakarta.
Menlu Sugiono, memuji peran QRIS yang telah memfasilitasi transaksi lintas batas di berbagai negara, termasuk Thailand, Malaysia, Tiongkok, dan Jepang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved