Headline
Istana minta Polri jaga situasi kondusif.
KEPALA Perwakilan BI Provinsi NTB Heru Saptaji mengatakan pihaknya melakukan upaya pencegahan penularan covid-19 dengan mengarantina uang setoran bank yang berasal dari masyarakat senilai Rp3,51 triliun pada 2020.
"Karantina terhadap uang tersebut merupakan salah satu cara Bank Indonesia untuk turut berkontribusi dalam memutus rantai penyebaran covid-19," kata Heru Saptaji di Mataram, Selasa (2/2).
Uang senilai Rp3,51 triliun yang sudah melalui proses karantina terdiri atas uang pecahan Rp100 ribu dan Rp50 ribu sejumlah Rp3,32 triliun dan uang pecahan kecil (di bawah Rp50 ribu) sebanyak Rp189,92 miliar.
Karantina uang, imbuh dia, dilakukan dengan cara menyimpan uang setoran bank dalam lokasi tertentu khasanah uang Bank Indonesia untuk jangka waktu tertentu dan di-disinfektan sesuai protokol covid-19, sebelum diedarkan kembali kepada masyarakat melalui perbankan.
"Hal itu dilakukan dalam rangka memastikan uang yang diedarkan terbebas dari virus korona jenis baru penyebab covid-19," ungkapnya.
Baca juga: Wakaf Uang tidak Masuk Kas Negara
Heru mengatakan karantina terhadap uang tunai terus dilakukan oleh Kantor Perwakilan BI Provinsi NTB. Hingga 29 Januari 2021, total uang yang masih dalam karantina tercatat sebesar Rp458,64 miliar.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk selalu menjaga protokol covid-19 dan mengoptimalkan penggunaan transaksi nontunai dalam aktivitas ekonomi antara lain dengan menggunakan internet banking, mobile banking dan QR Code Indonesia Standar (QRIS).
Bank Indonesia akan terus mendorong dan memperluas penggunaan QRIS oleh masyarakat di NTB dengan menambah jumlah merchant QRIS, khususnya pada pasar-pasar tradisional dan fasilitas kesehatan, seperti rumah sakit, apotek, dan klinik.
"Hingga Desember 2020, tercatat sebanyak 57.407 penjual (merchant) telah memiliki QRIS di NTB," pungkas Heru Saptaji.(Ant/OL-5)
Perekonomian NTB menjadi bergairah dengan adanya Fornas kali ini.
Menpora Dito Ariotedjo secara khusus memberikan apresiasi dan dukungan penuh kepada NTB.
Salah satu yang memanen berkah FORNAS VIII 2025 NTB yaitu sektor UMKM. Pengusaha oleh-oleh turut mendapat berkah dari event tersebut.
FESTIVAL Olahraga Masyarakat Nasional (FORNAS) VIII resmi ditutup Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di Eks Bandara Selaparang Mataram, Lombok, Nusa Tenggara Barat, Jumat (1/8) malam.
PENUTUPAN Festival Olahraga Masyarakat Nasional (FORNAS) VIII 2025 dipastikan berlangsung meriah. Band legendaris Slank akan menjadi penampil utama
FESTIVAL Olahraga Masyarakat Nasional (FORNAS) VIII/2025 menjadi ajang pembuktian bagi Nusa Tenggara Barat (NTB) sebagai tuan rumah multi event nasional.
Kerja sama biosekuriti yang kuat tidak hanya membantu melindungi masing-masing negara, tetapi juga kesehatan, stabilitas, dan ketahanan seluruh kawasan.
Sistem ini melibatkan koordinasi antara maskapai penerbangan, operator kapal, pengelola pelabuhan, bandara, fasilitas kesehatan, dan dinas kesehatan.
Anak-anak yang menderita ketiga penyakit (mumps, HFMD dan varicella) harus tidak boleh masuk sekolah, harus diam di rumah karantina, isolasi, physical distancing.
KETUM IDI Mohammad Adib Khumaidi mengatakan untuk mencegah perluasan penyakit menular di lingkungan sekolah seperti gondong dan cacar air, karantina dapat dilakukan.
Badan Karantina Indonesia (BKI) akan membentuk sistem karantina terpadu melibatkan tiga negara Indonesia, Malaysia dan Brunei yang disebut Borneo Quarantine Sistem.
Selama masa karantina, peserta akan dibekali dengan pelatihan intensif dan berbagai tantangan untuk mengasah kemampuan mereka..
Copyright @ 2025 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved