Headline
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
GUBERNUR Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil mengungkapkan dua alasan mengapa banyak investor yang tertarik menanamkan modalnya di wilayahnya.
Seperti diketahui, Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menyatakan, Jawa Barat paling tinggi dalam menyumbang investasi tinggi dari penanaman modal asing. Total investasi dari luar maupun dalam negeri di Jawa Barat sebesar Rp120,4 triliun atau 14,6% dari total investasi di 2020 dengan Rp408,8 triliun di pulau Jawa.
"Ada dua alasan kenapa mereka (investor) senang ke Jawa Barat. Pertama itu karena punya infrastruktur yang dianggap lebih baik, dibanding wilayah lain," kata Ridwan dalam acara Bisnis Indonesia Business Challenges 2021 secara virtual, Selasa (26/1).
Dia menyinggung soal keberadaan Pelabuhan Patimban, di Subang, Jawa Barat. Menurut Ridwan, banyak investor yang melirik kawasan tersebut.
"Termasuk soal Patimban yang viral ke seluruh dunia. Saya banyak dapat laporan banyak duta besar ingin kerja sama karena di Patimban yang berada di Metropolitan rebana. Di mana ada 13 kota baru yang sedang kita konsepkan," jelas Ridwan.
Baca juga : Neraca Dagang Surplus, Mendag Khawatirkan Sektor Produksi
Rebana Metropolitan sendiri bakal meliputi tujuh daerah. Seperti Kabupaten Sumedang, Kabupaten Majalengka, Kabupaten Cirebon, Kabupaten Subang, Kabupaten Indramayu, dan Kuningan, termasuk wilayah Kota Cirebon.
"Di mana kota industri itu bukan hanya kumpulan pabrik, tapi ada peradaban manusia," ucap Gubernur Jabar.
Alasan lain yang diungkapkan Ridwan, mengapa banyak investor yang berbondong-bondong datang ialah tingkat produktivitas Jawa Barat yang dianggap paling produktif dibanding daerah lain.
"Tingkat produktivitas Jawa Barat dianggap paling produktif. Ada perusahaan yang pernah pindah dari Jawa Barat tapi balik lagi, karena di daerah lain karena produktivitasnya hanya 60%," tutur Ridwan
Meski demikian, pihaknya masih menghadapi persoalan soal daya beli masyarakat, yakni dari belanja menengah bawah dan belanja menengah atas yang masih menjadi tantangan Pemprov Jabar. (OL-7)
Presiden Prabowo Subianto akan menghadiri sarasehan ekonomi Indonesia Economic Outlook 2026 di Wisma Danantara, Jakarta, Jumat 13 Februari.
Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Projo mengingatkan pemerintah untuk mewaspadai sinyal bahaya menyusul keputusan lembaga pemeringkat internasional Moody’s Investors Service.
Dari sisi permodalan, peningkatan porsi saham juga berkorelasi langsung dengan kebutuhan modal berbasis risiko.
Bertemu lima naga, Presiden Prabowo Subianto menegaskan investasi harus berdampak nyata, menciptakan lapangan kerja, menggerakkan sektor riil, dan memperkuat UMKM.
PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia (Tugu Insurance), anak usaha PT Pertamina, kembali menorehkan capaian positif di kancah internasional.
Kompleksitas lingkungan pembayaran telah mendorong inovasi fintech yang bervariasi.
Kementerian Pertanian menargetkan distribusi 4 juta dosis vaksin PMK secara nasional sepanjang 2026.
Kasus gangguan jiwa anak dan remaja di Jawa Barat meningkat. RSJ Cisarua mencatat kunjungan naik hingga 30 pasien per hari, depresi jadi kasus dominan.
Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan lebat hingga sangat lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang.
DUA pelaku pencurian sepeda motor (curanmor) di Desa Wanakerta, Kecamatan Purwadadi, Kabupaten Subang, Jawa Barat, diamuk massa setelah ketahuan mencuri sepeda motor.
SATUAN Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Tasikmalaya, Jawa Barat, berhasil menangkap pelaku berinisial W, warga Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.
OTT ini terjadi pada Kamis, 5 Februari 2026, malam. KPK menyita ratusan juta atas penangkapan ini.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved