Senin 25 Januari 2021, 17:58 WIB

Investor Lelet, Insentif Tax Holiday Terancam Dicabut

Insi Nantika Jelita | Ekonomi
Investor Lelet, Insentif Tax Holiday Terancam Dicabut

Antara
Kepala BKPM Bahlil Lahadalia

 

BADAN Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menegaskan, bakal cabut insentif penundaan pajak untuk jangka waktu tertentu (tax holiday) bagi perusahaan yang lamban dalam merealisasikan investasi mereka di Tanah Air.

Dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 130/PMK.010/2020 tentang Pemberian Fasilitas Pengurangan Pajak Penghasilan Badan disebutkan bahwa wajib pajak badan berkomitmen untuk mulai merealisasikan rencana investasi paling lambat 1 tahun setelah diterbitkannya keputusan pemberian fasilitas tax holiday.

"Kami ada wacana Untuk membuat satu aturan bahwa dalam tenggang waktu tax holiday yang dikasih, jika belum terealisasi (investasinya) itu dicabut," ungkap Kepala BKPM Bahlil Lahadalia dalam konferensi pers secara virtual, Senin (25/1).

Bahlil membeberkan, meski dengan adanya pemberian tax holiday agar dapat memancing investasi, justru dikatakan banyak pengusaha yang tidak merealisasikan investasinya selama ini.

Baca juga : OJK Segera Terbitkan Izin Bank Syariah Indonesia

"Sebelumnya itu kan ada di Kemenkeu dan sekitar Rp1.000 triliun lebih total investasi yang sudah mendapatkan tax holiday, tetapi investasi tersebut banyak belum yang jalan," jelas Bahlil.

Lalu, dia juga menyinggung, selama ini para pengusaha mengeluh soal lambatnya pengeluaran insentif tax holiday dan masalah lainnya. Bos BKPM itu menegaskan, dengan adanya Undang-Undang Cipta Kerja, kedepannya diharapkan tidak ada lagi alasan soal lambatnya perizinan usaha.

"Nah ini ada persoalan, dulu pengusaha-pengusaha itu sering ngeluh kalau pemerintah kerjanya nggak melayani baik, tax holiday-nya lambat, izinnya lambat. Nah sekarang pemerintah sudah cepat nih, sudah kasih tax holiday, sudah kasih izin. Tapi dianya nggak realisasi-realisasi, nah pengusaha yang seperti ini perlu kita pikirkan," ucap Bahlil.

Pada November 2020 lalu, Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan mencatat baru 3 wajib pajak saja dari total 82 wajib pajak penerima fasilitas tax holiday yang telah merealisasikan rencana investasinya, atau sekitar 2,2%.

Diketahui, dari total rencana investasi Rp1.261,2 triliun sejak 2018, realisasinya yang baru tercapai ialah Rp 27,15 triliun pada 11 Oktober 2020. (OL-2)

 

Baca Juga

MI/Supardji Rasban

Pertamina Kasih Diskon Rp300 Pertamax Series, Begini Syaratnya

👤M. Sholahuddin Azhar 🕔Selasa 02 Maret 2021, 06:00 WIB
Diskon tersebut berlaku untuk produk Pertamax, Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex. Pelanggan bisa memanfaatkan diskon di seluruh...
ANTARA FOTO/Fikri Yusuf

Bali Dapat Prioritas Vaksin Sektor Pariwisata

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 02 Maret 2021, 05:53 WIB
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno menyatakan Bali diberikan prioritas mengenai vaksin di sektor pariwisata dan...
Antara/Umarul Faruq

Tingkatkan Kualitas Tenaga Kerja, Kemenaker Gandeng PNM 

👤M. Iqbal Al Machmudi 🕔Selasa 02 Maret 2021, 03:00 WIB
PNM akan membantu dalam sisi peningkatan kompetensi pendampingan dan juga program-program kewirausahaan yang dilakukan oleh Kemenaker yang...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya