Senin 30 November 2020, 14:42 WIB

Penerapan Sains dan Teknologi Perlu Dilakukan pada Sektor pertania

M. Iqbal Al Machmudi | Ekonomi
Penerapan Sains dan Teknologi Perlu Dilakukan pada Sektor pertania

Ist. Kementan
Ilustrasi

 

PERAN penting sains, riset, dan teknologi diperlukan pada sektor pertanian dan sektor lainnya. Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengungkapkan hal itu diperlukan untuk memaksimalkan musim tanam sehingga hasil panen yang melimpah.

"Menurut saya sebagai menteri tentunya yang paling tersedia untuk mengangkut perekonomian Indonesia tentunya pertanian. Dengan sumber daya alam dan manusia yang banyak sehingga bisa dimanfaatkan," kata SYL saat webinar Proyeksi Ekonomi Indonesia 2021 Jalan terjal Pemulihan Ekonomi yang diadakan Indef, Senin (30/11).

Karena Indonesia telah memiliki sumber daya alam dan manusia yang melimpah yang harus dipikirkan dan dilakukan oleh kementerian/lembaga ialah menerapkan sains, riset, dan teknologi yang lebih tepat, artinya kualitas intervensi menjadi penting.

"Kita perlu pencitraan satelit dengan resolusinya yang lebih ketat atau dengan digital-digital sistem lainnya hal ini mutlak harus dilakukan," ujar Politisi Partai NasDem tersebut.

Baca juga : SYL: Stok Padi Hingga Akhir 2020 Over Stock

Selain itu, untuk mendukung sektor pertanian dan memanfaatkan bonus demografi maka seharusnya sekolah dan perguruan tinggi pertanian harus tersedia.

"Bonus demografi kita 40%, dosen-dosen perguruan tinggi juga perlu didukung dengan artificial intelligence (kecerdasan buatan) dan lainnya harus masuk dalam kurikulum. Inshaallah saya akan terapkan itu tahun depan, kita akan intervensi dengan cara-cara baru," ujar SYL.

Pengembangan teknologi pada sektor pertanian diperlukan karena bila terjadi krisis perekonomian denganbantuan teknologi bisa meminimalisir atau menghindari krisis pangan. Hal itu menjadi vital karena pangan merupakan hal yang premier di masyarakat.

"Pertanian telah membuktikan dalam kondisi apapun baik ketika resesi atau perekonomian berjalan smooth sektor pertanian tetap berjalan eksis, karena pertanian bersentuhan langsung dengan kebutuhan dasar atau kebutuhan primer yang tidak bisa putus," pungkasnya. (OL-2)

 

Baca Juga

Antara/Dhemas Reviyanto

BI Beli SBN Pemerintah Rp473,2 Triliun pada 2020

👤Despian Nurhidayat 🕔Jumat 22 Januari 2021, 06:30 WIB
Pendanaan dan pembagian beban dalam APBN itu bertujuan memulihkan ekonomi nasional yang terdampak badai pandemi...
Antara/Zabur Karuru

PUPR Targetkan Pengalihan BPWS Lebih Awal

👤M. Iqbal Al Machmudi 🕔Jumat 22 Januari 2021, 05:10 WIB
Keputusan itu mengacu Perpres 112/2020 terkait pembubaran lembaga nonstruktural. Nantinya, ada pengalihan aset milik BPWS senilai Rp1,2...
Antara/Septianda Perdana

BRI: Menumbuhkan Kredit Jadi Tantangan 2021

👤Fetry Wuryasti 🕔Jumat 22 Januari 2021, 01:10 WIB
Pada 2020 lalu, pertumbuhan kredit di Bank BRI minus 2,42% akibat nasabah perorangan hingga korporasi terdampak pandemi...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya