Senin 30 November 2020, 12:58 WIB

SYL: Stok Padi Hingga Akhir 2020 Over Stock

M. Iqbal Al Machmudi | Ekonomi
SYL: Stok Padi Hingga Akhir 2020 Over Stock

ANTARA FOTO/Muhammad Bagus Khoirunas
Petani memanen padi menggunakan ani-ani di desa Mekar Sari, Lebak, Banten, Rabu (4/11/2020).

 

MENTERI Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (SYL), mengungkapkan persediaan padi melebihi kapasitas hingga di atas 7 juta ton sampai dengan akhir 2020. Sehingga Kementerian Pertanian (Kementan) akan fokus pada persiapan musim tanam padi selanjutnya.

"Untuk (stok padi) 2020 kami aman, kemungkinan kami over stock sampai di atas 7 juta ton. Dan saya sudah mulai start untuk 2021 kami bekerja untuk 8 juta hektare lebih sampai Juni 2021 akan menghasilkan 18 juta ton," kata SYL saat webinar Proyeksi Ekonomi Indonesia 2021 Jalan terjal Pemulihan Ekonomi yang diadakan Indef, Senin (30/11).

Dalam paparannya SYL menerangkan pada luas tanam (LT) musim tanam (MT) periode I Oktober 2019 sampai Maret 2020 seluas 6,1 juta hektare ditambah dengan LT MT periode II April-September 2020 seluas 5,2 juta hektare. Sehingga, Luas Tanam pada 2020 seluas 10,78 juta hektare yang mampu menghasilkan 55,16 juta ton gabah kering giling (GKG).

Stok pada pada awal Januari 2020 sebanyak 5,90 juta ton ditambah dengan produksi beras selama 2020 sebanyak 31,63 juta ton. Sementara konsumsi masyarakat sebanyak 30,08 juta ton sehingga prediksi stok akhir Desember tersisa 6-7 juta ton.

SYL juga menargetkan tanam pada MT I Oktober 2020 sampai Maret 2021 seluas 8.2 juta hektare, sehingga hasil panen dari Januari-Juni 2021 diperkirakan akan menghasilkan 18,5 juta ton beras.

"Oleh karena itu stok hingga akhir Juni itu akan masih ada tersedia 9,5-10 juta ton beras dan kita akan masuk ke MT II dari Juni-Desember 2021 dan seterusnya akan begitu," ungkapnya.

baca juga: Pengendalian Produksi DOC Final Stock Positif Bagi Peternak

Selain itu, Kementan juga sedang mempersiapkan target produksi komoditas utama pada 2021 mendatang. Target produksi komoditas utama pada 2021 di antaranya padi 58,5 juta ton, jagung 24,20 juta ton, kedelai 0,42 juta ton, bawang merah 1,6 juta ton, cabai besar 1,2 juta ton, dan cabai rawit 1,4 juta ton.

Selain itu, ada bawang putih 102 ribu ton, kelapa sawit 49,51 juta ton, kopi 793 ribu ton, kakao 648,53 juta ton, kelapa 2,63 ribu ton, kelapa 2,63 juta ton, dan tebu 32,95 juta ton.  Untuk daging prioritas utamanya ialah sapi potong sebanyak 416,88 ribu ton, kerbau 23,17 ribu ton, kambing 53,52 ribu ton, domba 67,71 ribu ton, ayam 4,13 juta ton, dan babi 164,40 ribu ton. (OL-3)

Baca Juga

MI/Nurul Hidayah

16.975 ekor Benur Sitaan Dilepasliarkan di Pandeglang

👤Insi Nantika Jelita 🕔Selasa 26 Januari 2021, 08:46 WIB
Kementerian Kelautan dan Perikanan kembali melepasliarkan benih lobster atau benur hasi sitaan sebanyak 16.975 ekor di Perairan Karang...
MI/Usman Iskandar

Dua Bupati dari Sulawesi Minta Sandiaga Pulihkan Pariwisata

👤Insi Nantika Jelita 🕔Selasa 26 Januari 2021, 08:40 WIB
Sandiaga menyambut ajakan kolaborasi dari dua bupati tersebut untuk menggarap potensi wisata yang ada di kedua daerah...
Antara

Perekomian di Jawa Paling Terpukul Akibat Pandemi

👤Insi Nantika Jelita 🕔Senin 25 Januari 2021, 23:30 WIB
Pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di kota-kota besar Pulau Jawa memengaruhi minat investor menanamkan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya