Headline

Pesan Presiden ialah efisiensi dimulai dari level atas.

Punya Potensi Besar, Ekosistem 3D Printing Diharapkan Lebih Inklusif

Despian Nurhidayat
17/3/2026 19:27
Punya Potensi Besar, Ekosistem 3D Printing Diharapkan Lebih Inklusif
ilustrasi(IndoCart)

IndoCart mendorong pengembangan ekosistem teknologi 3D printing yang lebih terbuka dan inklusif di Indonesia. Pemilik IndoCart, Albert Ong, mengatakan teknologi manufaktur digital seperti 3D printing membuka peluang besar bagi kreator, pelaku industri, hingga institusi pendidikan untuk mewujudkan ide menjadi produk nyata secara lebih cepat dan fleksibel.

“Sejak awal kami percaya teknologi, termasuk 3D printing, harus bisa diakses secara lebih luas oleh berbagai kalangan, bukan hanya segmen tertentu,” ujar Albert dalam keterangan tertulis, Senin (16/3).

Ia mengungkapkan IndoCart berupaya menjembatani kebutuhan teknologi bagi kreator dan industri kreatif yang selama ini masih terkendala akses terhadap alat produksi. Teknologi 3D printing dinilai mampu dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari pembuatan prototipe, komponen fungsional, hingga karya kreatif seperti figur dan miniatur.

Di tengah persaingan distribusi perangkat teknologi, IndoCart memilih menekankan keseimbangan antara kualitas produk, harga, dan layanan pelanggan. Albert menegaskan perusahaan tidak berorientasi pada harga termurah, melainkan pada kualitas dan dukungan purna jual.

“Kami memastikan setiap produk yang dijual masih relevan dan memiliki dukungan purna jual yang jelas,” katanya.

Saat ini IndoCart mendistribusikan berbagai jenis printer 3D, terutama teknologi FDM dan resin yang digunakan di berbagai sektor. Teknologi FDM umumnya digunakan untuk pembuatan prototipe dan komponen fungsional dengan material plastik seperti PLA dan ABS. Sementara teknologi resin digunakan untuk menghasilkan objek dengan detail tinggi, seperti miniatur, model desain, hingga kebutuhan medis dan perhiasan.

Perluas edukasi dan komunitas

IndoCart juga mengembangkan strategi pemasaran berbasis edukasi dan komunitas untuk memperluas pemanfaatan teknologi 3D printing. Pendekatan tersebut menyasar berbagai segmen, mulai dari komunitas hobi, kreator konten, hingga institusi pendidikan.

“Kami tidak hanya menjual produk, tetapi juga membangun ekosistem dan edukasi teknologi 3D printing,” ujar Albert.

Pemanfaatan teknologi ini kini semakin luas, tidak hanya untuk kebutuhan individu, tetapi juga sektor pendidikan dan industri, termasuk produksi skala kecil melalui konsep print farm.

Ke depan, IndoCart berencana memperluas jangkauan bisnis melalui pembukaan outlet baru dan konsep pop-up store guna meningkatkan akses masyarakat terhadap teknologi tersebut. Perusahaan juga akan memperkuat layanan pelanggan serta dukungan teknis untuk meningkatkan kepercayaan pengguna.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya