Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

Flux Creative Universe Gandeng Deddy Corbuzier Perkuat Investasi Anak Muda

Mirza Andreas
25/1/2026 02:20
Flux Creative Universe Gandeng Deddy Corbuzier Perkuat Investasi Anak Muda
Mengawali 2026, Deddy Corbuzier secara resmi bertemu langsung dengan 11 partner anak muda terbaru yang bergabung dalam ekosistem Flux Creative Universe.(Dok. Flux Creative Universe (FCU))

PERTUMBUHAN pesat industri kreatif berbasis digital membuka peluang investasi baru, khususnya pada talenta muda yang dinilai paling adaptif terhadap perubahan tren dan teknologi. Pergeseran belanja iklan ke kanal digital serta meningkatnya konsumsi konten di media sosial mendorong pelaku industri untuk menata ulang strategi bisnis, termasuk dengan memperkuat ekosistem berbasis anak muda.

Momentum tersebut ditangkap oleh Flux Creative Universe (FCU) dengan menggandeng Deddy Corbuzier sebagai investor utama. Mengawali 2026, Deddy Corbuzier secara resmi bertemu langsung dengan 11 partner anak muda terbaru yang bergabung dalam ekosistem Flux Creative Universe. Pertemuan perdana ini berlangsung pada 23 Januari 2026 dan menjadi simbol penguatan komitmen investasi FCU di sektor industri kreatif berbasis generasi muda.

Dalam pertemuan tersebut, Deddy Corbuzier memberikan pengarahan dan nasihat langsung kepada para founder muda yang tengah mengembangkan bisnis kreatif di bawah naungan Flux Creative Universe. Ia menekankan pentingnya daya saing berbasis kreativitas dan karakter di tengah ketatnya persaingan industri.

"Semua orang punya peluang yang sama. Tinggal adu kreatif, adu karakter. Kalau lebih pintar, lebih kreatif, dan karakternya kuat, pasti akan berada di atas," ujar Deddy Corbuzier dalam sesi perkenalan bersama para partner muda.

Ia juga mengingatkan agar para pelaku industri kreatif tetap menjaga keseimbangan antara idealisme dan adaptasi pasar. "Kita boleh berkreativitas, tapi idealisme jangan dibuang. Kreativitas, adaptasi, dan idealisme harus jalan bareng," lanjutnya.

Langkah investasi ini sejalan dengan pandangan Flux Creative Universe bahwa masa depan industri kreatif sangat ditentukan oleh anak muda. Sepanjang 2025, sekitar 70%–75% belanja iklan telah bergeser ke kanal digital, didorong oleh penetrasi internet Indonesia yang mencapai 80,66%. Kondisi tersebut menjadikan generasi muda sebagai aktor utama dalam menciptakan konten, tren, dan model bisnis kreatif yang relevan dengan pasar.

Didukung Deddy Corbuzier, Flux Creative Universe tercatat menambah investasi ke empat digital agency baru yang seluruhnya dipimpin oleh Gen Z. Selain itu, FCU juga memperluas portofolio investasi ke berbagai lini bisnis kreatif, mulai dari homeless media, drama TikTok, AI, hingga unit bisnis berbasis LinkedIn. Hingga saat ini, investasi tersebut telah melahirkan delapan entitas bisnis kreatif baru.

Sebanyak 11 talenta muda yang bergabung dalam ekosistem Flux Creative Universe berasal dari berbagai latar belakang industri kreatif, mulai dari digital agency, media konten, hingga pengembangan teknologi berbasis AI. Mereka antara lain Ben Edgar (Adsventure), Louise Steven dan Clarissa Eldora Yoe (LR Creative Lab), Chia (Pravia), Wiliam dan Nabeel (Ngiklan), Gery Timothy Gunawan (Gery Media), Wulan Susanti dan Chendwi Favian (SS Media), Aldho Mulia Trijaya (Bersinema), serta Iqbal Maulana (Gen Flux AI).

Pendekatan investasi Flux Creative Universe tidak berhenti pada pendanaan. FCU terlibat langsung dalam proses pengembangan bisnis para partner, mulai dari perumusan strategi, positioning merek, hingga kesiapan menghadapi klien berskala besar. 

Salah satu contoh nyata adalah Adsventure yang dipimpin Ben Edgar. Sejak menerima investasi pada Februari 2025, Adsventure mencatat pertumbuhan pesat dengan omzet miliaran rupiah dalam waktu kurang dari satu tahun dan berhasil memperluas klien ke perusahaan besar seperti Unilever, Mayora, Wings Group, hingga Indofood.

Rekam jejak Flux Creative Universe di industri kreatif juga tecermin dari berbagai capaian. Pada November 2025, FCU mencatat Rekor Muri sebagai agensi kreatif dengan akumulasi penonton konten digital terbanyak di Indonesia, mencapai 2,3 miliar views. Selain itu, FCU juga memborong empat penghargaan di ajang Marketeers Digital Marketing Heroes 2025 berkat kampanye kreatif untuk sejumlah brand nasional.

Founder dan CEO Flux Creative Universe, Yohanes Auri, sebelumnya menyebut visinya membangun ekosistem kreatif layaknya 'Avengers' industri kreatif Indonesia, dengan menyatukan talenta terbaik dalam satu holding bisnis. Visi ini yang kemudian mempertemukan FCU dengan investor strategis seperti Deddy Corbuzier.

Dengan memperkuat investasi pada anak muda dan membangun ekosistem bisnis kreatif yang terintegrasi, Flux Creative Universe menegaskan posisinya sebagai pemain strategis dalam pengembangan industri kreatif nasional. Dukungan figur publik sekaligus investor seperti Deddy Corbuzier dinilai menjadi katalis penting dalam mendorong skala bisnis, profesionalisme, dan daya saing global talenta kreatif Indonesia. (E-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Mirza
Berita Lainnya