Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

Deddy Corbuzier Kecam Penyebar Foto Terakhir Lula Lahfah

Wisnu Arto Subari
24/1/2026 20:42
Deddy Corbuzier Kecam Penyebar Foto Terakhir Lula Lahfah
Lula Lahfah.(Instagram)

DEDDY Corbuzier kembali menyuarakan keresahannya terhadap etika netizen Indonesia. Di tengah duka mendalam atas meninggalnya selebgram Lula Lahfah, Deddy mengecam keras tindakan oknum yang menyebarkan foto kondisi terakhir sang almarhumah di media sosial. Ia juga meluruskan simpang siur penyebab kematian yang sempat dikaitkan dengan rumor tak berdasar.

Poin Penting:

  • Deddy Corbuzier marah besar terhadap penyebaran foto jenazah Lula Lahfah.
  • Penyebab kematian dikonfirmasi Deddy sebagai Cardiac Arrest (Henti Jantung), bukan OD.
  • Deddy sengaja belum menghubungi Reza Arap untuk memberikan ruang duka (Space Memory).
  • Ajakan tegas untuk me-report konten foto jenazah yang beredar.

Kecaman terhadap Penyebar Foto Terakhir

Dalam pernyataannya, Deddy menyoroti hilangnya empati sebagian pengguna media sosial yang justru menjadikan momen duka sebagai konten. Beredarnya foto jenazah atau kondisi terakhir Lula Lahfah di berbagai platform dinilai Deddy sebagai tindakan yang disebutnya brengsek dan tidak bermoral.

"Yang brengseknya adalah, ada orang yang nyebarin foto terakhir keadaan Lula, foto terakhir Lula Lahfah udah disebarin di mana-mana. Dude, you got no moral doing that," tegas Deddy. Ia mengaku lelah berharap pada moralitas netizen dan memilih untuk langsung memberikan solusi praktis: Report.

"Cuma ajakan doang, kalau kalian dapetin foto seperti itu. Please report. Jangan di-share," tambahnya.

Luruskan Isu: Cardiac Arrest, Bukan OD

Selain masalah privasi, Deddy juga merasa perlu meluruskan spekulasi liar mengenai penyebab meninggalnya Lula. Di tengah rumor yang menyebutkan overdosis (OD) atau penyebab lain, Deddy menegaskan bahwa informasi yang ia terima valid mengarah pada kondisi medis mendadak.

"Ini orang gak tahu meninggalnya kenapa, bisa orang bilang karena OD lah, karena apa lah. Yang gue tahu ini karena sudden cardiac arrest," jelas Deddy. Kondisi henti jantung mendadak ini, menurutnya, bisa terjadi pada siapa saja tanpa pandang bulu, dan menyebarkan hoaks penyebab kematian hanya akan menambah luka bagi keluarga yang ditinggalkan.

Alasan belum Menghubungi Reza Arap

Satu poin menarik yang disampaikan Deddy adalah alasannya belum mengirim pesan duka langsung kepada kerabat terdekat Lula, termasuk Reza Arap. Deddy berkaca pada pengalaman pribadinya saat kehilangan sang ayah.

"Gue jujur ya sampai detik ini tuh gua belum chat karena gue tahu ketika seseorang lagi dalam keadaan berduka, akan ada ratusan atau ribuan chat yang dia harus lihat, dia harus jawab. And it's bring back memory," ungkap Deddy.

Ia tidak ingin menambah beban mental (cognitive load) bagi mereka yang sedang berduka dengan notifikasi yang terus-menerus masuk. Baginya, memberikan ruang hening adalah bentuk penghormatan tertinggi di masa kritis duka.

Etika Digital Saat Selebritas Berduka

Belajar dari kasus ini, berikut adalah panduan singkat etika digital yang ditekankan oleh Deddy Corbuzier:

DO (Lakukan) DON'T (Hindari)
Doakan dari jauh jika tidak kenal dekat. Menyebarkan foto jenazah/kondisi kritis.
Report konten yang melanggar privasi. Membuat spekulasi penyebab kematian (Hoaks).
Beri ruang (space) bagi keluarga berduka. Mendesak klarifikasi atau spam chat duka.

Kematian adalah misteri yang pasti. Namun menjaga kehormatan mereka yang telah tiada adalah pilihan moral yang harus kita ambil. Mari bijak bermedia sosial.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya