Headline

Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.  

Polisi Ungkap Alasan Keluarga Tolak Lula Lahfah Diautopsi

Rahmatul Fajri
28/1/2026 14:41
Polisi Ungkap Alasan Keluarga Tolak Lula Lahfah Diautopsi
Mendiang Lula Lahfah.(Dok. Instagram Lula Lahfah)

POLDA Metro Jaya mengungkapkan alasan di balik keputusan keluarga selebgram Lula Lahfah yang menolak prosedur autopsi terhadap jenazah almarhumah. Keputusan tersebut diambil setelah pemeriksaan medis awal memastikan tidak adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, menjelaskan bahwa pihak keluarga telah menerima hasil pemeriksaan dokter yang menjadi rujukan penyidik Polres Metro Jakarta Selatan sebagai dasar keputusan tersebut.

"Dari pemeriksaan medis, tidak ditemukan luka kekerasan atau indikasi penganiayaan pada jenazah. Sehingga pihak keluarga memutuskan menerima kondisi tersebut dan meminta untuk tidak dilakukan bedah mayat atau yang kita kenal dengan autopsi," ujar Budi kepada wartawan, Rabu (28/1/2026).

Meski autopsi tidak dilakukan, Budi mengatakan penyelidikan terhadap penyebab kematian Lula Lahfah tetap berjalan secara intensif. Hingga saat ini, penyidik Polres Metro Jakarta Selatan telah memeriksa 10 orang saksi untuk mendalami kronologi kejadian.

Saksi-saksi tersebut meliputi orang pertama yang menemukan korban, asisten rumah tangga (ART), sopir, hingga dua teknisi apartemen. Selain itu, kekasih almarhumah yaitu Reza Arap dan asisten pribadinya juga telah dimintai keterangan.

"Jumlah saksi dipastikan masih akan bertambah. Kami berencana memanggil teman dekat korban berinisial V yang sejauh ini belum hadir, termasuk orang-orang yang datang ke lokasi setelah kejadian," kata Budi.

Budi menegaskan bahwa rangkaian pemeriksaan saksi ini bertujuan untuk menyusun konstruksi peristiwa secara runtut, mulai dari sebelum hingga sesudah korban ditemukan meninggal dunia di apartemennya. Selain keterangan saksi, penyidik mengandalkan bukti digital berupa rekaman CCTV.

"Kami mengedepankan Scientific Crime Investigation. Seluruh aktivitas yang terekam dalam CCTV sudah kami rangkum sebagai bagian dari analisis ilmiah perkara ini," jelasnya.

Lebih lanjut, Budi mengatakan kepolisian akan menyampaikan hasil penyelidikan secara transparan kepada publik dalam konferensi pers mendatang setelah seluruh bukti dan keterangan saksi terkumpul secara lengkap.

"Kami ingin melihat peristiwa ini secara runtut. Hasil analisis didukung dari data CCTV yang sudah kami rangkum akan disampaikan setelah semuanya terkumpul," pungkas Budi. (H-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya