Headline
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Kumpulan Berita DPR RI
KENDATI harga minyak acuan Amerika Serikat, West Texas Intermediate (WTI), sempat naik 2,5 persen pada perdagangan Selasa (4/8) tepat setelah ledakan besar yang terjadi di Beirut Libanon, hal itu tidak terlalu berdampak pada harga minyak Indonesia.
Penegasan itu disampaikan Plt. Direktur Jenderal Minyak dan Gas Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ego Syahrial, dalam konferensi pers virtual, Rabu (5/8), di Jakarta.
Baca Juga: Ledakan Beirut Rusak Kapal UNIFIL, Awak Kapal Terluka
"Ledakan di ibu kota Libanon tersebut akan berdampak terhadap harga minyak dunia. Namun, tidak akan berdampak banyak kepada kinerja minyak nasional," kata Ego.
Pasalnya, lanjut Ego, Indonesia sempat melakukan impor besar-besaran, ketika harga minyak dunia jatuh pada beberapa bulan lalu sehingga stok minyak dipastikan cukup dan bisa mengantsipasi harga minyak seperti adanya ledakan Libanon.
"Memang dampaknya mungkin nanti, tapi di saat-saat kemarin covid-19 kita sempat nyetok ngumpulin minyak,” ujarnya.
Baca Juga: Ekonomi Nasional Minus, Papua dan Maluku Tumbuh Positif
Lebih lanjut Ego berharap adanya ledakan ini tidak akan memicu peristiwa lain, seperti perang harga antar negara produsen minyak.
"Diharapkan situasi tersebut tidak merembet kemana-mana. Memang salah satu ketidakpastian harga minyak itu geopolitik, tapi kita harapkan betul-betul tidak merembet pada sesuatu yang sifatnya perang antara OPEC dan APEC, dan lain sebagainya,” kata Ego. (OL-13)
MENTERI Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan skema kerja bekerja dari rumah (work from home) atau WFH dampak dari kenaikan harga minyak.
Airlangga menilai, penerapan WFH berpotensi memberikan penghematan signifikan terhadap konsumsi bahan bakar, khususnya dari sektor transportasi.
Hubungan AS-Inggris memanas. Presiden Trump sebut Inggris mengecewakan karena enggan terlibat aktif dalam pengamanan Selat Hormuz.
HARGA minyak dunia sempat anjlok tajam di tengah konflik Amerika Serikat dan Iran setelah pernyataan Presiden Donald Trump yang mengisyaratkan perang bisa segera berakhir.
Bursa Asia rontok setelah IRGC ancam harga minyak tembus US$200. Nikkei dan KOSPI anjlok di atas 7% akibat kekhawatiran inflasi global pasca serangan AS-Israel ke Iran.
Harga minyak dunia melonjak tajam pada Jumat setelah meningkatnya kekhawatiran gangguan pasokan energi akibat konflik Timur Tengah.
Ia menyebut jumlah tersebut setara dengan “ratusan bus sekolah yang dipenuhi anak-anak yang melarikan diri demi keselamatan mereka setiap 24 jam.”
Israel mengatakan pihaknya tidak menargetkan tentara Libanon karena pertempuran mereka bukan dengan mereka, melainkan dengan Hizbullah.
Israel pertimbangkan mobilisasi 450 ribu pasukan cadangan untuk menghadapi eskalasi konflik dengan Libanon, termasuk opsi operasi darat.
SERANGAN roket menghantam Israel pada Senin (16/3). Delapan orang dilaporkan terluka. Serangan tersebut disebut diluncurkan oleh Hizbullah dari Libanon serta oleh Iran.
Israel meluncurkan gelombang serangan udara baru ke Beirut dan wilayah selatan Lebanon. Lebih dari satu juta orang dilaporkan mengungsi dalam dua minggu terakhir.
Pasukan Zionis kemudian melakukan serangan ke sejumlah titik di Libanon, antara lain Beirut selatan serta wilayah Libanon selatan dan timur.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved