Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
ASOSIASI farmasi mendesak pemerintah untuk menyiapkan kebijakan pendukung untuk meningkatkan produksi dalam negeri. Sebab, bahan baku industri farmasi domestik masih ditopang pasokan impor hingga 90%.
Ketua Umum Gabungan Perusahaan Farmasi Indonesia (GPFI), Tirto Koesnadi, menyebut Indonesia masih menjadi importir bahan farmasi aktif (API) sebagai bahan baku. Pihaknya berharap adanya industri API di dalam negeri.
“Kita sangat menginginkan industri API sejak berpuluh-puluh tahun lalu, tetapi selalu gagal. Sudah seharusnya dan secepatnya Indonesia memproduksi bahan baku (API) sendiri,” tegas Tirto dalam seminar virtual, Rabu (29/7).
Baca juga: Industri Farmasi-Alkes Masuk Making Indonesia 4.0
Berdasarkan data GPFI, industri farmasi tumbuh positif sekitar 7,06% dalam empat tahun terakhir. Namun pada 2017, pertumbuhan industri farmasi sempat terkoreksi menjadi 3,48%.
Pada kuartal I 2020, pertumbuhan industri farmasi dilaporkan minus 1,2%. Sepanjang 2019, industri farmasi berhasil mencatatkan penjualan sekitar Rp 80 triliun.
Menurut Tirto, pemerintah seharusnya mencontoh negara lain yang mendukung penyediaan bahan baku untuk industri farmasi. Dia juga menyoroti penurunan utilisasi produksi akibat anjloknya permintaan hingga 60%.
Baca juga: Pemerintah Yakin Pertumbuhan Ekonomi Tahun Ini Masih Positif
“Pandemi membuat pasien non-covid 19 mengurangi kunjungan ke fasilitas kesehatan secara dramatis,” pungkas Tirto.
Akibatnya, kapasitas produksi menjadi tidak optimal dalam tiga bulan terakhir. Padahal dalam kondisi normal, industri farmasi swasta dan BUMN memiliki kapasitas produksi hingga 50%. Adapun kemampuan untuk pemenuhan pasar domestik mencapai 90%.
“Dampak lainnya, industri telah merumahkan atau PHK karyawan sekitar 2.000-3.000 orang,” ungkapnya.
Baca juga: Investasi Farmasi Naik 18,8% dalam 5 Tahun
Ke depan, asoasiasi berharap pemerintah mengambil langkah yang mendukung industri farmasi. Termasuk, menerbitkan regulasi dan kebijakan yang pro iklim investasi.
Relaksasi dan insentif juga menjadi penyemangat bagi pelaku industri untuk berkembang. Kemudahan di sektor industri farmasi dapat memicu efek lanjutan terhadap ekonomi domestik.
GPFI sudah bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan untuk membuat peta jalan industri farmasi. Targetnya pada 2025, Indonesia masuk dalam 15 pasar farmasi global senilai Rp 700 triliun. Peta jalan itu fokus pada produksi biofarma, vaksin, produk natural dan API.(OL-11)
Data kesehatan terbaru menunjukkan 1 dari 4 orang dewasa di Indonesia hidup dengan kondisi obesitas atau kelebihan lemak perut.
Akses masyarakat terhadap obat-obatan esensial dinilai terancam setelah perubahan regulasi paten terbaru.
Lucia menjelaskan ketika terjadi bencana banyak orang yang terkena luka bisa karena seng, paku, dan sebagainya maka diberikan serum anti tetanus, untuk mencegah infeksi.
Obat dapat berasal dari bahan kimia, tumbuhan, maupun hewan, dan biasanya digunakan dengan dosis tertentu agar aman dan efektif.
Gabungan Perusahaan Farmasi Indonesia (GPFI) mengadakan seminar “Peran Strategis GPFI dalam Menegaskan Prinsip 4K untuk Menunjang Kesehatan Nasional”
Obat yang mengandung steroid bisa membahayakan kesehatan tulang apabila dikonsumsi secara terus menerus.
Menurut Yusril, ketiadaan payung hukum yang komprehensif membuat negara belum optimal dalam merespons ancaman disinformasi secara sistemik.
Langkah ini merupakan keberlanjutan dari upaya legislasi yang telah diinisiasi pada periode sebelumnya.
Kesadaran hukum masyarakat memiliki dua dimensi utama, yakni afektif dan kognitif. Pada dimensi afektif, kepatuhan hukum lahir dari keyakinan bahwa hukum mengandung nilai kebenaran.
Yusril berpandangan pilkada tidak langsung melalui DPRD justru selaras dengan falsafah kedaulatan rakyat, sebagaimana dirumuskan dalam alinea keempat Pembukaan UUD 1945.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi meminta pihak kepolisian segera melakukan investigasi menyeluruh untuk mengungkap dalang di balik aksi intimidasi tersebut.
Pemilu tidak semata-mata soal menang atau kalahnya partai politik, melainkan juga menentukan sistem kehidupan berbangsa, termasuk arah kebijakan ekonomi nasional.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved